Testimoni Tamsil Linrung di Malam Takziyah Almarhum Prof. Paturungi Parawansa: Guru Kehidupan Bagi Saya

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Malam terakhir (ketiga) Takziyah Almarhum Prof.Dr. H. Paturungi Parawansa menjadi malam penuh istimewa karena kerabat, keluarga, dan murid tumpah ruah memenuhi rumah dan halaman rumah duka di Jalan Raya Pendidikan.

Prof.Dr.dr. Muhammad Akbar sebagai anak menantu menyampaikan permohonan maaf karena banyak pengunjung yang memadati rumah duka. Kursi yang disiapkan sebanyak 800 buah kursi tidak sanggup memenuhi keinginan agar semua pengunjung mestinya duduk, ternyata diperkirakan sekira 1000-an orang yang datang.

Begitu istimewanya malam tazkiyah di rumah duka, bertaburan tokoh yang datang ke Makassar hanya mengikuti tazkiratul maut. Di antara tokoh nasional sebagai putra Bugis-Makassar yang datang, yaitu Tamsil Linrung (Wakil Ketua DPD RI), Prof. Hamid Awaluddin (Mantan Menteri Hukum dan HAM), Prof. Aswanto (Mantan Hakim Mahkamah Agung RI), dan Muh. Ibnu Munzir (Mantan Anggota DPR RI dan politisi Partai Golkar.

Bukan DO, Tetapi Tidak Selesai

Selama ini, anggapan kebanyakan orang, Tamsil Linrung mendapat sanksi Drout Out (DO) di IKIP Ujungpandang. Padahal, kenyataaan sebenarnya tidak demikian.

Fakta itu terungkap ketika Tamsil Linrung menyampaikan testimoni tentang sosok Almarhum Prof. Paturungi Parawansa. Turut menyampaikan testimoni, yaitu Prof. Hamid Awaluddin dan Prof. Karta Jayadi.

Baca Juga :  Bimtek SIMBA Ditutup, Ketua BAZNAS Kukar Puas kepada BAZNAS Makassar

Taslim Linrung mengisahkan bahwa penyebab mendapat sanksi skorsing karena terjadi peristiwa atau tragedi di Makassar. Ketika itu, kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Daoed Joesoef mendapat penolakan karena kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Sebagai Ketua Senat Mahasiswa FPIPS IKIP Ujungpandang, Tamsil Linrung melakukan demo menolak kehadiran Pak Daoed Joesoef di kampus. Pak Daoed Joesoef terpaksa meninggalkan kampus melalui rawa-rawa di sekitar kampus (Kampus Pascasarjana sekarang).

Akibat insiden itu, beberapa aktivis lembaga kemahasiswaan terkena sanksi skorsing. Sanksi skorsing ditandatangani oleh Prof. Paturungi Parawansa di awal periode pertama menjabat Rektor IKIP Ujungpandang.

Singkat cerita, Tamsil Linrung berkelana ke Ibukota untuk mengikuti pelatihan dan pengkaderan. Karena sibuk dengan organisasi ekstra kampus (HMI), Tamsil Linrung abai dengan kuliahnya. Sejak beraktivitas di Jakarta, Tamsil Linrung tidak peduli lagi dengan kuliahnya hingga dinyatakan DO otomatis karena masa studi 7 tahun berakhir.

Pertemuan Prof. Paturungi Parawansa dan Tamsil Linrung terjadi di kegiatan Silatnas ICMI. Tamsil Linrung sebagai pelaksana dan Prof. Paturungi Parawansa sebagai peserta tamu undangan. Saling sapa terjalin akrab, meski awalnya saling ragu menegur.

“Sepertinya, saya kenal Saudara dengan baik? Siapa ya?” begitu tanya Prof. Paturungi Parawansa kepada Tamsil Limrung.

Baca Juga :  Perkuat Kerja Sama Internasional di Bidang Pendidikan, Riset dan Pengabdian Masyarakat, Unkhair Ternate dan NEU Vietnam Teken MoU

“Betul prof, saya Tamsil Linrung yang dikenai sanksi skorsing dan sampai sekarang belum dicabut,” jawab Tamsil Linrung.

“Bagaimana mau dicabut, sejak Saudara diskorsing hingga berhenti masa kuliahnya tidak pernah kembali,” jawab Prof. Paturungi Parawansa.

Begitu kira-kira dialog antara Rektor dan mahasiswa. Namun, pertemuan itu tidak secuil pun terbetik rasa kebencian. Malah, kata Prof. Paturungi Parawansa, kalau Saudara tidak diskorsing mungkin sudah jadi guru di pelosok desa.

Itulah romantisme kehidupan Tamsil Linrung tidak akan terlupakan. Karena itu, dengan segala daya dan upaya, Tamsil Linrung datang ke rumah duka di malam terakhir acara takziyah.

“Beliau adalah rektor yang tegas dan bijaksana. Tidak sedikit pun menaruh dendam terhadap saya yang kalau itu selalu berdebat dengan rektornya. Beliau adalah guru kehidupan,” tandas Mantan Bendahara PAN.

Tamsil Linrung menegaskan bahwa dia tidak DO di IKIP Ujungpandang, tetapi hanya tidak sempat menyelesaikan kuliah pada waktunya.

Hadir pula di malam terakhir takziyah, Rektor UNM, Prof. Dr. H. Karta Jayadi, M.Sn. dan didaulat pula menyampaikan testimoni, WR 2, Para Dekan, Dosen, dan civitas akademika. (Ans/Why)

Berita Terkait

Gerak Cepat TNI AL, RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Tangani Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar
Literasi Digital Islami Jadi Basis Penguatan Kapasitas Guru dan Orang Tua di SMP Muhammadiyah 11 Tello Makassar 
Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Pudar: Ladokgi TNI AL Yos Sudarso Peringati 57 Tahun Pengabdian
Jumat Berkah Srikandi Elang Timur Indonesia kepada Pebentor
Tingkatkan Sinergitas Bidang Kesehatan, Dankodaeral VI Terima Kunjungan Wakapuskesal dan Kaladokgi R.E. Martadinata
Dankodaeral VI Melaksanakan Menembak Laras Panjang bersama PJU dan Kadis/Kasatker
Ormas APPI Siap Kawal Program Pemkot Makassar
Dankodaeral VI Menghadiri Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa TNI AL 2026

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:53 WIB

Gerak Cepat TNI AL, RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Tangani Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:25 WIB

Literasi Digital Islami Jadi Basis Penguatan Kapasitas Guru dan Orang Tua di SMP Muhammadiyah 11 Tello Makassar 

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:33 WIB

Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Pudar: Ladokgi TNI AL Yos Sudarso Peringati 57 Tahun Pengabdian

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:09 WIB

Jumat Berkah Srikandi Elang Timur Indonesia kepada Pebentor

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:54 WIB

Tingkatkan Sinergitas Bidang Kesehatan, Dankodaeral VI Terima Kunjungan Wakapuskesal dan Kaladokgi R.E. Martadinata

Berita Terbaru