JAKARTA, INDONESIA (Kabar PROFESIANA.co.id) — Prof.Dr. Anshari, M.Hum. mendapat kehormatan sebagai Narasumber Kegiatan Forum Diskusi Terpumpun Riset “Edukasi Ekologis Tradisional dalam Karya Sastra Sinrikik,” yang dilaksanakan Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra), Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin, 1 Desember 2025, di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung BRIN Jakarta.
Prof. Anshari yang juga menjabat Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM) diberi amanah dalam kapasitas sebagai peneliti teks sastra tradisional, khususnya sastra lisan Sinrilik Makassar. Ia memaparkan materi dengan topik “Unsur-unsur Ekologis dalam Cerita Sinrilik dan Implementasinya dalam Dunia Pendidikan.”
Guru Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra ini mengungkapkan bahwa kajian terhadap teks sastra lisan Makassar, termasuk cerita Sinrilik perlu mendapat perhatian. Karena nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita sinrilik sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan. Ia telah menelaah empat naskah teks cerita Sinrilik, yaitu Kappalak Tallum Batua, I Manakkuk, I Makdik Daeng Rimakka, dan I Datu Museng.
Hasil riset yang telah dilakukan dan berkaitan dengan nilai pendidikan, yaitu pendidikan religius, pendidikan kemanusiaan, dan pendidikan kealaman.
Dalam pendidikan religius, ditemukan nilai yang berkaitan relasi manusia dan Tuhan, seperti Allah Swt. menciptakan manusia, pernyataan manusia tentang keesaan Allah Swt., kewajiban manusia menunaikan salat, dan manusia selalu mengingat Allah Swt.
“Dalam pendidikan kemanusiaan, ditemukan nilai yang berkaitan hubungan sesama manusia, seperti membina hubungan anak dan orang tua, mempererat hubungan keluarga, merekatkan tali silaturahim, dan dampak memutuskan tali silaturahim,” lanjutnya.
Terakhir, tutup Prof. Anshari, dalam pendidikan kealaman, ditemukan nilai yang berkaitan hubungan manusia dan lingkungan alam, seperti pendeskripsian latar lingkungan dan alam, tanah sebagai tempat kuburan manusia, alam sebagai sumber kebutuhan hidup manusia, dan memanfaatkan alam sebagai sugesti.
Dalam kegiatan ini, turut dihadiri Kepala Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas OR Arbastra, Ade Mulyana, S.Pd., M.Pd., Muh. Ridwan, S.Pd.,M.Pd., Dr. Usman, S.Pd., M.Pd., Yeni Yulianti, M.A., Derri Rus Riana, M.Hum., Binar, S.S., M.Pd., dan Dr. Azis Nojeng, S.Pd., M.Pd. (Ans/Why)













