Presiden Prabowo Janji Naikkan 50% Dana Riset Perguruan Tinggi , Plh. Rektor UNM Rencanakan Fokus Riset Terapan di Bidang Pendidikan

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (Kabar PROFESIANA.co.id) — Di depan sekira 1.100 orang Rektor, Direktur, Dekan, Wakil Dekan, Waki Direktur, dan Guru Besar/Profesor, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memaparkan tentang kondisi perekonomian dan capaian kinerja selama kepemimpinannya.

Presiden Prabowo Subianti mengundang para pimpinan dan guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta dalam acara “Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta” pada hari Kamis, tanggal 15 Januari 2026, pukul 09.00 Wib, bertempat di Halaman Tengah Istana Merdeka Jakarta.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan fenomena ideologi dalam manajemen negara. Ia juga mengungkap peran strategis Indonesia di percaturan politik dan ekonomi dunia.

“Saya mengundang para ilmuwan, cendekiawan, teknorat, dan intelektual sebagai kelompok orang terpintar dalam suatu bangsa agar dapat memikirkan dan memahami persoalan bangsa dan apa yang menjadi arah kebijakan saya selaku presiden,” ujar Presiden Prabowo.

Terkait pembangunan di bidang pendidikan, Presiden Prabowo mendorong agar infrastruktur pendidikan terus meningkat, seperti pembenahan gedung persekolahan, bantuan layar cerdas di setiap satuan pendidikan, dan beasiswa bagi anak bangsa.

Baca Juga :  Rektor Unkhair Ternate Hadiri Rapat Koordinasi Riset Kelautan di Markas Pushidrosal TNI AL

“Saya telah mengalokasikan agar setiap sekolah di setiap jenjang pendidikan SD, SMP,

SMA sederajat sudah menggunakan layar cerdas dalam kegiatan pembelajaran,” kata Prabowo.

Selain mendorong pemberantasan korupsi, memperbaiki sistem pengelolaan keuangan, dan kebijakan efesiensi anggaran, Presiden Prabowo juga fokus dalam pendidikan kedokteran.

“Kita berharap terdapat penambahan program studi kedokteran, baik pendidikan dokter, pendidikan spesialis, dan subspesialis. Sebab, Indonesia masih kekurangan dokter sekira 200 ribu orang,” tegas Prabowo.

Program hilirisasi sebagai program prioritas pemerintah terus ditingkatkan dengan mendorong riset terutama di perguruan tinggi.

Ketika Prabowo menanyakan besaran dana riset di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada Menteri Brian Yulianto yang langsung djjawab sebesar Rp 8 Triliun.

Presiden Prabowo merespon jawaban Menteri Brian dengan menyatakan akan menaikkan 50% dana riset di perguruan tinggi sehingga jumlahnya menjadi Rp 12 Triliun.

Pelaksana Harian (Plh.) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. bersama Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Prof.Dr. Anshari, M.Hum., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Dr. Supriadi Torro, M.Si., dan Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD), Dr. Andi Ihsan, M.Sn. diundang menghadiri acara taklimat tersebut.

Baca Juga :  Alhamdulillah, UNM Sukses Loloskan 12 PKM Tahun 2025, Berikut ini Ketua, Judul, dan Dananya

Penambahan dana riset perguruan tinggi mendapat respons positif dari Plh. Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi.

“Saya sangat bangga karena Presiden Prabowo memberi perhatian tinggi terhadap pengembangan riset di perguruan tinggi. Karena itu, selaku Plh. Rektor UNM akan menginisiasi riset terapan di bidang pendidikan,” kata Prof. Farida di sela-sela kegiatan taklimat.

Ia juga sudah menyampaikan keinginan itu ke Wakil Menteri, Prof. Fauzan yang telah mengarahkan agar UNM sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) memilih untuk fokus pada riset terapan pendidikan.

“Wakil Menteri, Prof. Fausan menginstruksikan agar fokus riset terapan di bidang pendidikan. Wamen mengharapkan riset pembelajaran dengan mengintegrasikan Artifisial Intelegensia (AI),” pungkasnya. (Ans/Why)

Berita Terkait

16 Mahasiswa FIKK UNM Jadi Andalan, Petanque Sulsel Tembus 5 Besar Nasional Raih 5 Medali di Kejurnas 2026
Rahmawati Zainal: Komisi VII DPR Targetkan Kuota Tenaga Kerja Lokal Minimum 90 Persen dalam RUU Kawasan Industri
Pengamat Akuntabilitas : Kabinet Gemuk, APBN Terjepit
Dosen Ilmu Keolahragaan FIKK UNM Bertugas sebagai Wasit Bulutangkis pada Kejuaraan Polytron Surabaya International Challenge 2026
Mahasiswi Jurusan Fisioterapi FIKK Sabet Gelar Regu Terbaik Putri I Cabang Syarh Al Qur’an Putri Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Jawa Tengah
Achmad Daeng Se’re Koordinasikan Penanganan 6 ABK KM Sapora Berlian 08 di Darwin
Dipercayakan Sebagai Pelatih Fisik Tim Nasional Tenis Indonesia di Ajang Davis Cup World Group II, Etno Setyagraha, Dosen FIKK UNM Nyatakan Ingin Berkontribusi Nyata Bagi Negara
Akademisi dan Ahli Gizi FIKK UNM Tampil Sebagai Narasumber di 2nd Indonesia Fitness Expo Jakarta

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:57 WIB

16 Mahasiswa FIKK UNM Jadi Andalan, Petanque Sulsel Tembus 5 Besar Nasional Raih 5 Medali di Kejurnas 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Rahmawati Zainal: Komisi VII DPR Targetkan Kuota Tenaga Kerja Lokal Minimum 90 Persen dalam RUU Kawasan Industri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Pengamat Akuntabilitas : Kabinet Gemuk, APBN Terjepit

Selasa, 29 September 2026 - 17:42 WIB

Dosen Ilmu Keolahragaan FIKK UNM Bertugas sebagai Wasit Bulutangkis pada Kejuaraan Polytron Surabaya International Challenge 2026

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Mahasiswi Jurusan Fisioterapi FIKK Sabet Gelar Regu Terbaik Putri I Cabang Syarh Al Qur’an Putri Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Jawa Tengah

Berita Terbaru