Prof. Anshari Dilantik sebagai Dewan Pakar PWI Sulsel, Pengalaman Panjang di Dunia Jurnalistik Jadi Modal Strategis

- Penulis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) – Rekam jejak panjang di dunia jurnalistik mengantarkan Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM), Prof. Dr. Anshari, M.Hum., mengemban amanah baru sebagai anggota Dewan Pakar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2031. Akademisi yang memiliki pengalaman sebagai wartawan, pengelola pers mahasiswa, pendiri lembaga penerbitan, hingga penulis opini di berbagai media tersebut resmi dilantik bersama jajaran pengurus PWI Sulsel di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, itu menandai babak baru pengabdian Prof. Anshari dalam dunia pers. Setelah melalui perjalanan panjang yang mempertemukan aktivitas jurnalistik dengan kiprahnya di lingkungan akademik, ia kini dipercaya mengambil peran strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi penguatan profesionalisme wartawan dan pengembangan organisasi pers di Sulawesi Selatan.

Kepercayaan tersebut memiliki landasan kuat. Di balik kiprahnya sebagai guru besar dan pimpinan fakultas, Prof. Anshari mempunyai pengalaman jurnalistik yang tidak hanya terbatas pada pengembangan keilmuan, tetapi juga bersentuhan langsung dengan praktik pemberitaan, pengelolaan media, dan pembentukan tradisi pers di lingkungan perguruan tinggi.

Perjalanan jurnalistiknya berakar dari keterlibatan sebagai pengurus sekaligus wartawan Lembaga Penerbitan Pers Mahasiswa (LPPM) Profesi UNM. Melalui lembaga tersebut, ia memperoleh pengalaman dalam aktivitas peliputan, penulisan berita, serta pengelolaan penerbitan pers mahasiswa yang menjadi salah satu fondasi perjalanan profesionalnya.

Kiprahnya semakin menguat ketika turut membangun ekosistem jurnalistik di lingkungan Fakultas Bahasa dan Sastra UNM melalui pendirian Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Estetika. Inisiatif tersebut memperlihatkan komitmennya dalam menyediakan ruang pembelajaran jurnalistik sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi, keberanian berpikir kritis, dan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab di kalangan mahasiswa.

Pengalaman Prof. Anshari juga melampaui lingkungan kampus. Ia pernah menjadi koresponden atau kontributor Koran Tribun Olahraga yang berafiliasi dengan Suara Pembaruan. Keterlibatan tersebut memperluas pengalamannya dalam praktik jurnalistik profesional, terutama dalam mengolah peristiwa menjadi informasi yang bernilai berita dan layak dikonsumsi publik.

Selain berkecimpung dalam pemberitaan, Prof. Anshari aktif menyampaikan gagasan melalui tulisan opini di berbagai media lokal dan nasional. Aktivitas tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam menjadikan media massa sebagai ruang pertukaran pemikiran, penyampaian kritik konstruktif, dan pengembangan wacana publik.

Kedekatannya dengan dunia pers juga berlanjut melalui keterlibatan dalam media siber Kabar PROFESIANA.co.id. Pengalaman tersebut mencerminkan kesinambungan kiprahnya dari tradisi pers cetak dan pers mahasiswa menuju ekosistem jurnalistik digital yang berkembang pesat.

Perpaduan pengalaman sebagai praktisi jurnalistik, pengelola media, penulis opini, dan akademisi menjadi modal penting bagi Prof. Anshari dalam menjalankan perannya sebagai anggota Dewan Pakar PWI Sulsel. Terlebih, industri pers saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumsi informasi, serta meningkatnya tuntutan terhadap akurasi dan kredibilitas pemberitaan.

Menanggapi amanah tersebut, Prof. Anshari menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam Dewan Pakar PWI Sulsel merupakan kesempatan untuk terus memberikan kontribusi bagi dunia jurnalistik yang telah menjadi bagian dari perjalanan intelektual dan profesionalnya.

Baca Juga :  Merajuk Kebersamaan dalam Suasana Keceriaan Mewarnai Family Gathering Darma Wanita Persatuan Unkhair di Pantai Sulamadaha

“Dunia jurnalistik memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan perjalanan saya, bahkan sejak masih aktif dalam pers mahasiswa. Karena itu, amanah sebagai Dewan Pakar PWI Sulsel saya pandang sebagai kesempatan untuk kembali berkontribusi dalam memperkuat profesionalisme pers, terutama melalui pengembangan kompetensi wartawan, penguatan etika jurnalistik, dan peningkatan kualitas pemberitaan yang bertanggung jawab kepada publik,” ujar Prof. Anshari.

Menurutnya, perkembangan teknologi komunikasi telah membawa perubahan mendasar terhadap cara informasi diproduksi, disebarluaskan, dan dikonsumsi masyarakat. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser prinsip utama jurnalistik yang menempatkan kebenaran, akurasi, keberimbangan, dan kepentingan publik sebagai landasan kerja wartawan.

“Kecepatan menyampaikan informasi memang menjadi tuntutan pada era digital, tetapi kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Wartawan harus tetap mengedepankan verifikasi, kecermatan berbahasa, dan tanggung jawab etik. Di tengah banjir informasi, kualitas jurnalistik justru menjadi pembeda utama antara karya pers yang kredibel dan informasi yang sekadar beredar di ruang digital,” tegasnya.

Sebagai akademisi yang memiliki kepakaran di bidang bahasa, Prof. Anshari juga menaruh perhatian pada pentingnya kualitas penggunaan bahasa dalam produk jurnalistik. Menurutnya, bahasa bukan sekadar sarana menyampaikan informasi, melainkan juga menentukan bagaimana suatu peristiwa dipahami dan dimaknai oleh masyarakat.

“Bahasa jurnalistik harus mampu menyampaikan fakta secara jernih, tepat, dan tidak menyesatkan. Pilihan kata, struktur kalimat, hingga cara membingkai suatu peristiwa memiliki konsekuensi terhadap pemahaman publik. Karena itu, peningkatan kompetensi kebahasaan wartawan perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat mutu jurnalistik,” jelasnya.

Lebih jauh, Prof. Anshari menilai hubungan antara perguruan tinggi dan organisasi profesi wartawan perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pengembangan pendidikan jurnalistik, penelitian media, literasi digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pers.

“Perguruan tinggi dan organisasi pers memiliki ruang kolaborasi yang sangat luas. Kampus dapat berkontribusi melalui penguatan kajian ilmiah, riset, dan pendidikan, sedangkan insan pers memiliki pengalaman empiris yang kaya dalam membaca dinamika masyarakat. Jika keduanya dipertemukan, saya yakin akan lahir berbagai program yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas jurnalistik di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Dalam susunan kepengurusan PWI Sulsel periode 2026–2031, Prof. Anshari bergabung sebagai anggota Dewan Pakar yang diketuai Prof. Dr. Muh. Akbar, M.Si., dengan Prof. Dr. Mas’ud Muhammadiyah, M.Si., sebagai sekretaris. Keanggotaan dewan tersebut juga melibatkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang keahlian.

Penetapan Prof. Anshari sebagai anggota Dewan Pakar tercantum dalam Surat Keputusan PWI Pusat tentang pengesahan pengurus PWI Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2031. Kepengurusan tersebut dipimpin Suwardi Thahir sebagai ketua PWI Sulsel.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan kepengurusan oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat, M. Selamet Susanto. Selanjutnya, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir memimpin pengukuhan pengurus sekaligus menyampaikan amanat mengenai tanggung jawab organisasi dalam menjaga profesionalisme dan integritas pers.

Baca Juga :  Kisah Inspiratif Pengemudi Maxim Yang Berhasil Raup Lebih Dari Rp13 Juta Per Bulan

Dalam sambutannya, Akhmad Munir menyoroti perubahan besar yang sedang dihadapi dunia jurnalistik. Kemajuan teknologi informasi telah memungkinkan siapa saja memproduksi dan menyebarluaskan informasi, tetapi tidak semua informasi yang beredar dapat dikategorikan sebagai produk jurnalistik yang memenuhi standar profesional.

Menurutnya, keberadaan pers profesional tetap memiliki posisi penting karena bekerja berdasarkan prinsip verifikasi, akurasi, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

“Pers sejatinya hadir menyajikan fakta dengan sejujur-jujurnya, memastikan kebenaran serta keakuratan informasi, dan wartawan wajib menjamin agar karyanya memberi kemanfaatan bagi publik. Seluruh proses itu terikat teguh dalam bingkai kode etik jurnalistik,” tegas Akhmad Munir.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus PWI agar terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, serta menjaga integritas profesi di tengah perubahan industri media.

Sementara itu, Ketua PWI Sulsel, Suwardi Thahir, menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang solid, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika jurnalistik modern. Ia menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia pers, pendidikan kewartawanan, serta pembinaan profesi sebagai bagian penting dari agenda kepengurusannya.

“PWI Sulsel harus hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh anggota. Kita berikhtiar membangun organisasi yang solid, inklusif, dan lincah beradaptasi dengan lompatan teknologi serta dinamika industri media, tanpa sedikit pun mengesampingkan pilar profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” ungkap Suwardi.

Dalam konteks penguatan organisasi tersebut, kehadiran Prof. Anshari dalam jajaran Dewan Pakar menjadi salah satu potensi penting untuk memperluas kontribusi kalangan akademisi terhadap pengembangan profesi kewartawanan. Pengalaman panjangnya dalam pers mahasiswa, jurnalistik profesional, kepenulisan opini, dan pengelolaan media memberikan perspektif yang relevan bagi upaya menjembatani kebutuhan praktis dunia pers dengan pengembangan pengetahuan akademik.

Pelantikan pengurus PWI Sulsel turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, sejumlah kepala daerah, jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, organisasi pers, pimpinan media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Bagi FBS UNM, keterlibatan Prof. Anshari dalam jajaran Dewan Pakar PWI Sulsel sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi akademisi tidak berhenti pada ruang pendidikan dan penelitian. Kepakaran yang dibangun di perguruan tinggi dapat diperluas menjadi pengabdian profesional yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan penguatan institusi di luar kampus.

Prof. Anshari berharap amanah barunya dapat menjadi ruang untuk mendorong sinergi yang lebih produktif antara akademisi dan insan pers, terutama dalam menghadapi tantangan jurnalistik yang semakin dinamis.

“Saya berharap PWI Sulsel terus berkembang menjadi organisasi profesi yang kuat, independen, dan bermartabat. Pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi dan mencerdaskan kehidupan masyarakat. Karena itu, penguatan kompetensi, integritas, dan keberpihakan pada kebenaran harus senantiasa menjadi orientasi utama dalam setiap kerja jurnalistik,” pungkasnya. (Den/Why)

Berita Terkait

Apresiasi PWI Awards 2026 Jadi Motivasi Gubernur Zainal Paliwang untuk Terus Membangun Kaltara
Resmi Dilantik, Ini Komposisi Lengkap Pengurus PWI Sulsel Periode 2026–2031 di Bawah Suwardi Thahir
Profesor Anshari Masuk Jajaran Pengurus PWI Sulsel 2026-2031, Jabat Anggota Dewan Pakar
Bagi Masker Gratis, H. Ferry Sebut ELIT Peduli Terhadap Kesehatan
Munafri, Satu dari Lima Walikota Terima BAZNAS Award Warga Makassar Beri Ucapan Selamat
Ir. Andi Herfida Attas secara Aklamasi terpilih Menakhodai Pemuda Panca Marga Sulsel 2026-2031
Bagi Masker Gratis, Ormas ELIT Terdepan dalam Aksi Kemanusiaan
Melintasi Lautan demi Rupiah Berdaulat, Kodaeral VI dan BI Distribusikan 25 M Rupiah Ke Wilayah 3T Sulawesi Selatan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Apresiasi PWI Awards 2026 Jadi Motivasi Gubernur Zainal Paliwang untuk Terus Membangun Kaltara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Resmi Dilantik, Ini Komposisi Lengkap Pengurus PWI Sulsel Periode 2026–2031 di Bawah Suwardi Thahir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Profesor Anshari Masuk Jajaran Pengurus PWI Sulsel 2026-2031, Jabat Anggota Dewan Pakar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Prof. Anshari Dilantik sebagai Dewan Pakar PWI Sulsel, Pengalaman Panjang di Dunia Jurnalistik Jadi Modal Strategis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Bagi Masker Gratis, H. Ferry Sebut ELIT Peduli Terhadap Kesehatan

Berita Terbaru