MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) —Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) angkatan 2025 kelas C melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui sosialisasi penguatan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam (deep learning). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, di SDN 18 Bababulo, Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene.
Mengusung tema Sosialisasi Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), kegiatan ini merupakan bentuk integrasi mata kuliah Media Pembelajaran SD dengan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) mahasiswa PGSD angkatan 2025 kelas C.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar kontekstual dengan menempatkan sekolah sebagai laboratorium nyata bagi calon guru. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori dan konsep media pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan, mengomunikasikan gagasan, serta berinteraksi langsung dengan lingkungan pendidikan yang sesungguhnya.
Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala SDN 18 Bababulo, H. Kaimuddin, S.Pd., dan Ketua Program Studi PGSD FKIP Unsulbar, Muh. Inayah AM, S.Pd., M.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar sebagai mitra pengembangan pendidikan.
PKM ini merupakan dengan mata kuliah Media Pembelajaran SD dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melampaui evaluasi akademik di ruang kelas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ditantang untuk menerapkan pemahaman konseptual ke dalam aktivitas edukatif yang relevan dengan kebutuhan guru dan sekolah dasar.
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan gagasan pembelajaran secara sistematis. Mahasiswa juga dapat belajar memahami konteks sekolah dan pentingnya menyesuaikan pengembangan media pembelajaran dengan karakteristik peserta didik.
Dengan demikian, UTS tidak hanya menjadi sarana untuk mengukur penguasaan materi perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang pembuktian kompetensi melalui praktik nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekolah.
Kehadiran Kepala SDN 18 Bababulo, H. Kaimuddin, S.Pd., menunjukkan keterlibatan sekolah dalam mendukung kegiatan edukatif yang mempertemukan mahasiswa calon guru dengan lingkungan praktik pendidikan dasar.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dan pihak sekolah, khususnya dalam memperkenalkan gagasan pengembangan media pembelajaran yang mendukung proses belajar yang lebih bermakna.
Kolaborasi semacam ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan nyata guru, sementara sekolah memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan gagasan dan inovasi pembelajaran yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua Program Studi PGSD FKIP Unsulbar, Muh. Inayah AM, S.Pd., M.Pd., dan beberapa Dosen PGSD turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang terintegrasi dengan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya menghadirkan proses pendidikan calon guru yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan profesional melalui pengalaman langsung di sekolah.
Melalui integrasi pembelajaran dan PkM, mahasiswa diharapkan semakin memahami peran guru sebagai pendidik yang mampu merancang, memilih, dan mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kebutuhan peserta didik.
Sosialisasi yang dilaksanakan di SDN 18 Bababulo ini berfokus pada pentingnya pengembangan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mendorong peserta didik membangun pemahaman secara bermakna.
Dalam pendekatan pembelajaran mendalam, pengalaman belajar diarahkan agar peserta didik belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Media pembelajaran dapat berperan sebagai sarana untuk mendorong keterlibatan aktif, eksplorasi gagasan, kemampuan berpikir kritis, serta penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.
Kegiatan PkM PGSD FKIP Unsulbar ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi bagian integral dari pengalaman belajar calon guru. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menyiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD angkatan 2025 kelas C memperoleh pengalaman menerapkan ilmu perkuliahan, sedangkan sekolah mitra menjadi ruang kolaborasi dalam berbagi pengetahuan dan memperkuat inovasi pembelajaran.
Ke depan, integrasi pembelajaran dengan kegiatan pengabdian diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai praktik baik dan pembelajaran kontekstual yang memperkuat kompetensi calon guru sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Prodi PGSD FKIP Unsulbar dan sekolah dasar di Kabupaten Majene. (Esa/Why/Ans)















