Perkuat Pendidikan Tenaga Kesehatan, Unismuh Makassar Resmi Buka Dua Prodi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Keperawatan Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi. Kehadiran dua program studi itu memperluas jalur pendidikan tenaga kesehatan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar.

Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 853/B/O/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 4 Agustus 2026. Keputusan itu memberikan izin kepada Unismuh Makassar untuk menyelenggarakan Program Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners.

Dalam keputusan tersebut, kedua program studi juga dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi. Unismuh diwajibkan memenuhi standar nasional pendidikan tinggi dan melaporkan hasil penyelenggaraan program studi kepada kementerian paling lambat satu bulan setelah berakhirnya setiap semester.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, mengatakan, terbitnya izin tersebut merupakan hasil dari proses persiapan yang panjang. Pengajuan pembukaan program studi telah dilakukan sejak 2023 dan dilanjutkan dengan pemenuhan berbagai persyaratan akademik maupun kelembagaan.

“Terbitnya izin ini merupakan amanah sekaligus kepercayaan pemerintah kepada Unismuh Makassar. Kami tidak hanya berkewajiban membuka penerimaan mahasiswa, tetapi juga harus memastikan proses pendidikan berlangsung dengan standar mutu yang tinggi,” kata Rakhim, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut dia, pembukaan dua program studi tersebut menjadi bagian dari upaya Unismuh memperkuat kontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan. Lulusan yang dihasilkan diharapkan memiliki kemampuan akademik dan klinis sekaligus menjunjung nilai kemanusiaan, profesionalisme, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Rakhim menambahkan, Unismuh akan mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan secara bertahap dan terukur. Kesiapan dosen, kurikulum, laboratorium, rumah sakit pendidikan, wahana praktik, serta sistem penjaminan mutu menjadi unsur yang harus terus dijaga.

Baca Juga :  Makassar Gegap Gempita, KRI Bima Suci Sandar Megah di Kota Makassar Bawa Taruna AAL Angkatan 72 Guncang Dermaga Hatta

“Program studi ini tidak boleh hanya menambah jumlah pilihan pendidikan. Kehadirannya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di Indonesia bagian timur,” ujarnya.

*Menjawab kebutuhan tenaga kesehatan*

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unismuh Makassar, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, MHum, menilai pembukaan Program Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners merupakan langkah strategis dalam pengembangan bidang kesehatan di Unismuh.

Menurut Prof Andis, sapaan Warek I Unismuh Makassar itu, penyelenggaraan pendidikan keperawatan akan diarahkan pada pembelajaran berbasis kompetensi. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman klinis dan pembelajaran di tengah masyarakat.

“Kurikulum harus mampu mempertemukan penguasaan ilmu, keterampilan klinis, kemampuan berkomunikasi, pemanfaatan teknologi, dan kepekaan sosial. Perawat bekerja sangat dekat dengan pasien sehingga aspek etik dan kemanusiaan harus menjadi bagian utama pendidikan,” kata Prof Andis.

Ia mengatakan, pembukaan program studi baru juga harus diikuti dengan penguatan kerja sama. Unismuh akan memperluas kemitraan dengan rumah sakit, puskesmas, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Kerja sama tersebut diperlukan untuk menjamin tersedianya wahana pembelajaran klinis sekaligus membuka ruang riset dan pengabdian kepada masyarakat.

*Integrasi pendidikan kesehatan*

Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof Dr dr Suryani As’ad, MSc, SpGK(K), mengatakan, Program Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners akan menjadi bagian dari pengembangan pendidikan kesehatan yang terintegrasi di lingkungan FKIK.

Kehadiran program tersebut memungkinkan mahasiswa dari berbagai disiplin kesehatan belajar bekerja sama sejak masa pendidikan. Pola itu diperlukan karena pelayanan kepada pasien pada dasarnya melibatkan tenaga kesehatan dengan latar belakang profesi yang berbeda.

“Pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan secara sendiri-sendiri. Dokter, perawat, apoteker, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya harus mampu berkomunikasi dan bekerja sebagai satu tim. Karena itu, pendidikan kolaboratif antarprofesi akan menjadi salah satu perhatian kami,” kata Suryani.

Baca Juga :  Setengah Abad LPM Profesi UNM, Buku “Kita Pernah Tinggal di Dalam Berita” Diluncurkan sebagai Arsip Romantisme Alumni

Menurut dia, FKIK akan memastikan ketersediaan dosen, sarana laboratorium, fasilitas pembelajaran, dan jejaring tempat praktik. Pengembangan program juga akan diselaraskan dengan keunggulan FKIK dalam bidang penanganan kegawatdaruratan.

“Perawat sering berada pada garis terdepan pelayanan. Mereka harus mampu mengenali kondisi pasien, mengambil tindakan awal secara tepat, dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lainnya. Kompetensi kegawatdaruratan menjadi salah satu aspek yang akan diperkuat,” ujarnya.

*Penerimaan mahasiswa disiapkan*

Ketua Program Studi Keperawatan FKIK Unismuh Makassar, Dr Sitti Zakiyyah Putri, SST, SKep, Ns, MKes, mengatakan, tim program studi mulai mempersiapkan tahapan operasional setelah izin pembukaan diterbitkan. Persiapan tersebut mencakup penyempurnaan kurikulum, distribusi mata kuliah, penetapan dosen pengampu, penggunaan laboratorium, serta pemetaan wahana praktik.

“Keputusan menteri ini menjadi dasar bagi kami untuk memasuki tahap penyelenggaraan. Semua perangkat akademik harus dipastikan siap sebelum mahasiswa mengikuti perkuliahan,” kata Sitti Zakiyyah.

Ia mengatakan, pendidikan akan dirancang secara berkelanjutan dari tahap sarjana hingga profesi. Setelah menyelesaikan pendidikan akademik, mahasiswa dapat melanjutkan ke tahap profesi untuk memperoleh pengalaman klinis dan memenuhi kompetensi sebagai ners.

“Kami ingin menghasilkan perawat yang terampil, memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu menggunakan teknologi kesehatan, serta memberikan pelayanan secara holistik kepada pasien, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Program studi ini juga akan memberikan perhatian pada pendidikan keperawatan komunitas, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, keperawatan keluarga, serta penanganan kondisi gawat darurat. Dengan pendekatan itu, lulusan diharapkan dapat bekerja di rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan primer, komunitas, lembaga pendidikan, maupun bidang pelayanan kesehatan lainnya. (Rls/Ans/Why)

Berita Terkait

Melintasi Lautan demi Rupiah Berdaulat, Kodaeral VI dan BI Distribusikan 25 M Rupiah Ke Wilayah 3T Sulawesi Selatan
Komandan BAZNAS Tanggap Bencana Makassar Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran
Jadwal Pelantikan PWI Sulsel 2026–2031 di Hotel Claro Makassar + Daftar Lengkap Pengurus Baru
Serahkan Rp101 Juta, Usman Sofian Sebut, BAZNAS Alirkan Zakat Tepat Sasaran
Sambut Gagasan Walikota Makassar, BAZNAS, Bappeda dan Tim Ahli Pemkot Makassar Rakor
Tim Ahli Walikota Minta BAZNAS Makassar Jaga ‘Trust’
Murid SD Muhammadiyah Terima Bantuan Pendidikan BAZNAS, Satunya Anak Tukang Gojek
23 Sekolah Adu Ketangkasan PBB di Kodaeral VI Memperebutkan Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Melintasi Lautan demi Rupiah Berdaulat, Kodaeral VI dan BI Distribusikan 25 M Rupiah Ke Wilayah 3T Sulawesi Selatan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Jadwal Pelantikan PWI Sulsel 2026–2031 di Hotel Claro Makassar + Daftar Lengkap Pengurus Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Serahkan Rp101 Juta, Usman Sofian Sebut, BAZNAS Alirkan Zakat Tepat Sasaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Sambut Gagasan Walikota Makassar, BAZNAS, Bappeda dan Tim Ahli Pemkot Makassar Rakor

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Tim Ahli Walikota Minta BAZNAS Makassar Jaga ‘Trust’

Berita Terbaru