JAKARTA, (KabarPROFESIANA.co.id)– Pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata dinilai menjadi faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Hal ini disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Achmad Daeng Sere, dalam rapat kerja bersama Menteri Pariwisata, Selasa (1/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Pak Daeng menekankan pentingnya aksesibilitas sebagai penentu utama daya tarik destinasi wisata, khususnya di kawasan Malino, Sulawesi Selatan. Menurutnya, potensi wisata alam Malino yang besar belum sepenuhnya optimal akibat keterbatasan infrastruktur jalan yang memadai.
“Malino memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi panorama alam maupun kesejukan iklimnya. Namun, akses jalan yang belum optimal menjadi kendala utama bagi wisatawan untuk berkunjung,” ujar Achmad Daeng Sere.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang sempit, berkelok, dan di beberapa titik mengalami kerusakan, membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dan menurunkan kenyamanan wisatawan. Padahal, Malino selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Selatan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lebih lanjut, pak Daeng menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Dengan akses yang lebih baik, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar, serta membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
“Ketika akses jalan diperbaiki, maka efek berantainya sangat besar. Mulai dari peningkatan kunjungan, tumbuhnya usaha masyarakat, hingga peningkatan pendapatan daerah,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Komisi VII DPR RI juga mendorong Kementerian Pariwisata untuk memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum guna memastikan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Daeng Sere menambahkan, pengembangan destinasi wisata tidak bisa hanya bertumpu pada promosi semata, tetapi harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. Tanpa dukungan aksesibilitas yang baik, potensi wisata yang besar tidak akan mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.
“Promosi tanpa didukung infrastruktur yang baik akan sia-sia. Wisatawan butuh kenyamanan dan kemudahan akses. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Sebagai informasi, kawasan wisata Malino dikenal dengan berbagai destinasi unggulan seperti hutan pinus, air terjun, serta perkebunan teh yang menjadi daya tarik utama wisata alam di Sulawesi Selatan. Dengan peningkatan infrastruktur yang memadai, diharapkan Malino dapat semakin kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
Rapat kerja ini menjadi bagian dari upaya DPR RI dalam memastikan pembangunan sektor pariwisata berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi wisata besar namun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. (Rls/Why/Ans)













