Akademisi FIKK UNM Tampil sebagai Invited Speaker di The 12th SEA-DR International Conference 2026 UNJ

- Penulis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Indonesia (KabarPROFESIANA.co.id)– Patut diapresiasi, salah satu akademisi dari Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Bustang, Ph.D, yang sukses mencuri perhatian publik akademis sebagai salah satu invited speaker dalam perhelatan The 12th Southeast Asia Design Research (SEA-DR) International Conference 2026 yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Konferensi internasional bergengsi skala regional ini mengusung tema “Design-Based Research for Transforming Sustainable STEM Education in the Era of Artificial Intelligence.” Kehadiran akademisi UNM ini menjadi representasi krusial dalam menyoroti tantangan nyata interdisipliner antara matematika, pendidikan STEM, dan sektor pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Bustang membawakan materi bertajuk “Mathematics in Healthcare: Health Numeracy, Graph Literacy and Metacognition Among Indonesian Health Science Students”. Ia menegaskan bahwa numerasi kesehatan dan literasi grafik merupakan fondasi matematika terapan yang berpengaruh langsung terhadap keselamatan klinis pasien.

Baca Juga :  Beasiswa Pelatihan Pra-Doktoral PDCP Kemdiktisaintek untuk Dosen Tahun 2025, Dibuka Mulai 20 Juli s.d. 15 Agustus 2025

Mulai dari kalkulasi presisi dosis obat hingga penafsiran kurva pertumbuhan, pemahaman kuantitatif tenaga kesehatan tidak dapat dilepaskan dari sejauh mana mereka mampu mengevaluasi tingkat akurasi pemikiran mereka sendiri melalui kemampuan metakognisi.

Untuk membuktikan hal tersebut, Bustang memaparkan hasil penelitian mendalam terhadap para calon tenaga kesehatan di Indonesia. Pada kajian awal mengenai pemahaman berhitung kesehatan, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa sudah terampil dalam perhitungan matematika dasar.

Namun, mereka masih sering mengalami kendala saat dihadapkan pada soal-soal hitungan yang lebih rumit dan bertingkat, seperti menentukan penyesuaian dosis obat, membaca skala ukur, serta menghitung peluang.

Hal yang cukup mengejutkan dan menjadi perhatian peserta konferensi adalah sikap rasa percaya diri mahasiswa yang tergolong sangat tinggi. Meskipun menghadapi soal-soal matematika klinis dengan tingkat kesulitan yang tinggi, banyak mahasiswa yang merasa sangat yakin bahwa jawaban mereka sudah benar.

Fenomena ini memperlihatkan adanya kecenderungan rasa percaya diri yang berlebihan, di mana kemampuan sebenarnya belum sejalan dengan tingkat keyakinan yang dirasakan.

Baca Juga :  UNM dan UMI Teken MoU serta FT UNM dan PPS UMI Teken MoA, Sepakat Kerja Sama Saling Menguatkan di Bidang Tridharma Perguruan Tinggi

Sementara itu pada kajian mengenai kemampuan membaca dan menafsirkan data berbentuk grafik, hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa Indonesia masih perlu ditingkatkan agar setara dengan standar internasional.

Mahasiswa terbukti masih menghadapi kesulitan mendasar ketika harus membaca, membandingkan, serta mengambil kesimpulan dari grafik kesehatan yang informasinya tidak lengkap atau membingungkan.

Bustang menekankan bahwa kemampuan matematika terapan di bidang kesehatan tidak boleh dianggap akan berkembang begitu saja tanpa intervensi terstruktur. Ia merekomendasikan agar kurikulum pendidikan matematika pada jenjang sarjana ilmu kesehatan tidak hanya mengajarkan kalkulasi teknis, melainkan juga mengintegrasikan pelatihan pemantauan metakognitif secara eksplisit.

“Langkah transformatif ini diharapkan mampu membentuk calon tenaga medis yang akurat, rasional, dan sigap dalam mengambil keputusan klinis di era pesatnya perkembangan kecerdasan buatan,”pungkasnya. (Rls/WhyAns)

 

 

 

Berita Terkait

Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIKK Menjadi Narasumber Pada Penataran Pelatih Daerah dan Nasional
Dosen PJKR FIKK UNM Dr. Fatoni Raih Predikat Peserta Terbaik Publication in Camp Kemdiktisaintek 2026
Sutanti Idris dari UI Bersama Tim Internasional Publikasikan Riset Akuntansi Ekologi Syariah di Jurnal Scopus Q1
Empat Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UIN Alauddin Praktek Profesi di BAZNAS
FK Unsulbar Ajak Kader Posyandu dan Ibu Balita di Bonde Utara Cegah Stunting Lewat Edukasi MP-ASI “Emo Demo”
Dukung Tumbuh Kembang Bayi, Dosen Fisioterapi Edukasi Kader dan Orang Tua tentang Senam Bayi
Berlangsung Demokratis, Baharman Jabat Lagi Sekretaris JBSI dan Faisal Terpilih Koorprodi BSI yang Baru Periode 2026-2030
Pemkot Makassar Gandeng UIM Wujudkan Urban Farming Produktif Berbasis Warga

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Akademisi FIKK UNM Tampil sebagai Invited Speaker di The 12th SEA-DR International Conference 2026 UNJ

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIKK Menjadi Narasumber Pada Penataran Pelatih Daerah dan Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Dosen PJKR FIKK UNM Dr. Fatoni Raih Predikat Peserta Terbaik Publication in Camp Kemdiktisaintek 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Sutanti Idris dari UI Bersama Tim Internasional Publikasikan Riset Akuntansi Ekologi Syariah di Jurnal Scopus Q1

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Empat Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UIN Alauddin Praktek Profesi di BAZNAS

Berita Terbaru

Daerah

13 Oktober, Mubesda IWO se- Sulsel di Wajo

Minggu, 4 Okt 2026 - 16:35 WIB