JAKARTA, DKI JAKARTA (KabarPROFESIANA.co.id)–Narasumber di Webinar yang digelar Maarif Institute Jakarta Kerjasama Maarif Network, pegiat dan peneliti lingkungan, Anis Kurniawan serukan pentingnya keteladanan dalam mendorong aksi-aksi pemulihan lingkungan.
Hal itu dikatakan Anis Kurniawan dalam Webinar bertajuk “Keadilan Lingkungan dan Etika Islam” yang dihelat Sabtu (6/9/2025).
Diskusi kritis tersebut merupakan bagian dari “Bincang Buya Edisi III” yang digelar berseri dalam rangka mengenang tokoh bangsa Ahmad Syafii Maarif.
Tiga Narasumber menjadi pemantik diskusi antara lain Direktur Maarif Institute, Andar Wibowo, P.hD., akademisi Dr Izhari Mawardi dan aktivis lingkungan Anis Kurniawan.
Dalam paparannya, Anis Kurniawan menyoal perihal rapuhnya etika lingkungan di semua level masyarakat. Kerapuhan etik tersebut, kata Anis, menambah luas kasus-kasus pengrusakan lingkungan baik yang skala kecil hingga yang skala besar.
“Etika lingkungan berkaitkan dengan cara pandang kita melihat bumi sebagai episentrum kehidupan. Sejak lama, manusia modern hanya melihat bumi dalam kacamata yang sangat antroposentris. Bumi adalah sesuatu yang bisa dieksploitasi semaunya dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia,” kata Anis.
Pandangan antroposentris inilah yang menurutnya menjadi akar terjadinya kerusakan lingkungan. Dalam praktik yang kecil, tindakan keseharian manusia acapkali tak peduli lingkungan, tambah Anis.
“Katakanlah buang sampah sembarangan. Lalu, dalam praktik yang lebih besar adalah pencemaran dan eksploitasi berlebihan yang melebihi daya dukung lingkungan semisal di sektor pertambangan,” jelas Kandidat Doktor Ilmu Lingkungan ini.
Dalam upaya mendorong pemulihan lingkungan, Anis menyarankan pentingnya keteladanan. Semua pihak harus memulai kesadaran ekologis bahwa apapun yang diperbuat memiliki konsekuensi penting terhadap keseimbangan ekologis. Dengan begitu, perlu ada tanggungjawab moral yang dilakukan demi menjaga harmoni dengan alam.
“Keteladanan dimulai dari perubahan cara berpikir dari egosentris menuju ekosentris. Kita tidak mungkin bisa hidup bahagia jika kualitas lingkungan buruk. Kita perlu udara bersih dan sehat. Kita perlu tanah subur dan sumber air melimpah. Semua itu hanya mungkin didapat jika lingkungan kita terjaga. Karenanya keteladanan adalah kunci. Keteladanan secara individu dan keteladanan sebagai pemimpin di komunitas kita,” pungkasnya.
Dipandu oleh Iqbal Musa (Alumni SKK Maarif IV), Webinar ini juga dihadiri puluhan akademisi dan anak-anak muda dari seluruh Indonesia. (Rls/Why/Ans)













