MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Jabatan adalah amanah. Sebagai amanah, kita yang ditakdirkan menjadi pejabat struktural di suatu unit organisasi, di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), harus bekerja dengan ikhlas. Keikhlasan dalam bekerja menjadi landasan untuk melayani civitas akademika, terutama kepada mahasiswa.
Penegasan itu disampaikan Dekan FBS UNM, Prof.Dr. Anshari, M.Hum. ketika memberi sambutan dan pengarahan dalam kegiatan Workshop Penguatan Manajemen Layanan Administrasi dan Akademik di FBS UNM pada Sabtu, 22 November 2025, di Four Points by Sheraton Hotel Makassar.
Materi utama workshop adalah pembahasan dan penetapan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) wakil dekan, ketua dan sekretaris jurusan, ketua program studi, kepala laboratorium, kepala studio, dan ketua penjaminan mutu.
“Perlu saya mengingatkan kita semua bahwa jabatan itu bisa menjadi berkah dan bisa menjadi musibah. Karena itu, selaku pejabat hendaknya senantiasa mawas diri dalam menjalankan amanah. Apalagi jabatan itu bersifat sementara. Jadi, mari kita berbuat baik dan bermanfaat,” pesan Prof. Anshari.
Guru Besar di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini menekankan agar pembahasan tupoksi harus merujuk dengan bidang tugas dan mencermati adanya tumpang tindih. Tupoksi yang tekah disepakati akan menjadi panduan dalam melaksanakan tugas. Hal ini juga menghindari ada pekerjaan yang dikerjakan oleh pejabat yang tidak punya kewenangan.
Ketua penyelenggaran workshop, Wakil Dekan Bidang Keuangan Umum FBS, Prof.Dr. Sultan, S.Pd., M.Pd. melaporkan maksud dan tujuan kegiatan workshop, antara lain agar tercipta koordinasi dan kolaborasi di masing-masing tupoksi.
Turut hadir Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Iskandar, S.Pd., M.Ed., Ph.D., seluruh pimpinan jurusan dan program studi, kepala laboratorium, kepala studio, dan ketua penjaminan mutu, koordinasi tata usaha, dan tenaga kependidikan. (Ans/Why)













