JENEPONTO, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Implementasi kerja sama antara Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto ditandai dengan penyerahan Dokumen Revisi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPARKAB) Jeneponto Tahun 2018–2033. Penyerahan berlangsung di Mari Resto, Jalan Pelita, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Jumat, 19 Desember 2025.
Dokumen revisi tersebut diserahkan oleh Tim Penyusun Poltekpar Makassar yang diketuai Buntu Marannu Eppang, A.Md., SS., MODT., Ph.D, kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto, Rusman M. Rukka, SS., MM. Penyerahan ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi vokasi dalam mendukung perencanaan pembangunan pariwisata daerah berbasis riset dan kebutuhan lapangan.
RIPARKAB Jeneponto merupakan dokumen perencanaan jangka panjang yang menjadi rujukan utama pembangunan kepariwisataan daerah. Revisi dilakukan untuk memastikan arah pembangunan pariwisata tetap relevan dengan dinamika sosial-ekonomi masyarakat, tantangan industri pariwisata, serta potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Jeneponto.
Revisi RIPARKAB difokuskan pada penguatan pembangunan pariwisata sebagai ekosistem terintegrasi, dengan menempatkan pengembangan destinasi, industri, pemasaran, dan kelembagaan pariwisata dalam satu kesatuan yang saling memperkuat. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing pariwisata daerah dengan tetap menjadikan budaya dan kearifan lokal Jeneponto sebagai fondasi utama.
Ketua Tim Kajian Poltekpar Makassar, Buntu Marannu Eppang, menjelaskan bahwa penyusunan revisi RIPARKAB dilakukan melalui metode yang sistematis dan partisipatif. Proses kerja dilaksanakan dalam dua tahapan utama, yakni tahap observasi dan survei lapangan untuk menghimpun data empiris dan memetakan kondisi riil kepariwisataan Jeneponto, serta tahap perumusan dan penyempurnaan dokumen yang diakhiri dengan seminar dan diskusi pemangku kepentingan.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini kami laksanakan pada periode Oktober hingga Desember, dengan melibatkan perangkat daerah, pelaku pariwisata, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Buntu, pendekatan vokasional yang diterapkan Poltekpar Makassar memungkinkan integrasi antara analisis akademik dan praktik pembangunan di lapangan. “Kami memastikan dokumen RIPARKAB ini tidak berhenti sebagai naskah perencanaan, tetapi dapat menjadi panduan kerja yang operasional dan aplikatif bagi pemerintah daerah,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto, Rusman M. Rukka, menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan Poltekpar Makassar terus berlanjut. “Kami berharap Poltekpar Makassar dapat hadir menjadikan Jeneponto sebagai laboratorium pengembangan pariwisata, sekaligus menjadi kompas bagi kami dalam mewujudkan tata kelola pariwisata yang terarah, berdaya saing, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Politeknik Pariwisata Makassar sebagai perguruan tinggi vokasi di bidang kepariwisataan memiliki peran strategis dalam menjembatani dunia akademik dan praktik pembangunan daerah. Keterlibatan aktif Poltekpar Makassar dalam revisi RIPARKAB Jeneponto menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan pariwisata yang berbasis riset. (Rls/Ans/Why)













