MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mandiri yang diintegrasikan dengan Mata Kuliah Administrasi dan Manajemen Sekolah Pada Senin, 13 Oktober 2025. Kegiatan bertema “Digital Smart School: Administrasi dan Manajemen Sekolah Adaptif dengan Deep Learning” ini berlangsung di SDN 33 Rawang-Rawang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SDN 33 Rawang-Rawang, Ibnu Syahir, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. “Program seperti ini sangat membantu kami dalam memperbarui wawasan dan sistem administrasi sekolah. Mahasiswa PGSD datang bukan hanya membawa teori, tetapi juga ide-ide segar berbasis digital yang relevan untuk diterapkan di sekolah dasar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Sulawesi Barat, Muh. Inayah, A.M., S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa PkM Mandiri ini dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa mengelola administrasi sekolah sekaligus menumbuhkan sikap adaptif terhadap teknologi pendidikan. “Kegiatan ini bukan sekadar praktik, tetapi latihan nyata menjadi guru profesional yang siap menghadapi tantangan manajemen pendidikan di era digital,” tuturnya.
Sebagai penanggung jawab mata kuliah Administrasi dan Manajemen Sekolah, Dr. Evy Segarawati Ampry, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa integrasi antara pembelajaran kelas dan kegiatan lapangan adalah strategi efektif untuk membangun pemahaman mendalam (deep learning). “Melalui PKM Mandiri, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung dinamika administrasi sekolah. Pendekatan deep learning ini mendorong mereka berpikir kritis, reflektif, dan kolaboratif dalam menciptakan solusi nyata bagi sekolah mitra,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PGSD angkatan 2023 A melalui berbagai aktivitas seperti praktik administrasi sekolah, observasi, diskusi refleksi, dan penerapan konsep deep learning.
Salah satu peserta mahasiswa, mengungkapkan pengalaman berkesannya selama mengikuti kegiatan ini. “Kami belajar langsung bagaimana administrasi sekolah dijalankan dan bagaimana teknologi bisa membantu efisiensi kerja guru. Rasanya menyenangkan bisa berkontribusi sekaligus belajar dari guru-guru di sekolah mitra,” ujarnya.
Salah seorang guru SDN 33 Rawang-Rawang juga memberikan tanggapan positif atas kegiatan tersebut. “Kegiatan ini membuka ruang dialog antara guru dan mahasiswa tentang cara baru mengelola sekolah secara digital. Kami merasa terbantu dan termotivasi untuk menerapkan inovasi sederhana yang kami pelajari hari ini,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah mitra, kegiatan PkM Mandiri PGSD FKIP UNSULBAR menjadi langkah konkret dalam menyiapkan calon guru profesional yang adaptif, inovatif, dan berkarakter di tengah perkembangan dunia pendidikan abad ke-21. (Rls/Ans/Why)













