JAKARTA (Kabar PROFESIANA.co.id) — Sebanyak 1.100 orang dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta diundang untuk menghadiri dan mengikuti acara “Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta” pada Kamis, 15 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, di Halaman Tengah Istana Merdeka Jakarta.
Para peserta taklimat, yaitu Para Rektor dan Direktur Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Para Dekan, Para Wakil Dekan dan Wakil Direktur, dan para guru besar/profesor se-Indonesia.
Pelaksana Harian (Plh) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. didampingi Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Prof. Dr. Anshari, M.Hum., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Dr. Supriadi Torro, M.Si., dan Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD), Dr. Andi Ihsan, M.Sn. memenuhi undangan Taklimat Presiden Republik Indonesia (RI).
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan penjelasan dan pemaparan (taklimat) terkait program kerja Asta Cita dan capaian prestasi selama kepemimpinannya.
“Taklimat sama dengan briefing. Para guru besar, cendekiawan, intelektual, ilmuwan, dan teknorat adalah orang yang terpintar dalam suatu bangsa. Gelar yang disandang melalui tahapan seleksi yang ketat. Seleksi akademik yang ketat. Karena itu, secara sederhana, dapat dikatakan para guru besar, dosen, rektor, dan dekan adalah the best brain of country,” jelas Pendiri Partai Gerindra.
Inti taklimat yang diberi judul Paradoks Indonesia: Negara Kaya, Rakyat Miskin. Prabowo memaparkan bagaimana kondisi perekonomian Indonesia di kancah internasional dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.
Prabowo Subianto memaparkan data BPS tentang klasifikasi keadaan ekonomi bangsa Indonesia. Terdapat 2,38 juta penduduk sangat miskin, 21,47 juta miskin, 67,93 rawan miskin, 141, 93 juta menuju kelas menengah, dan 47, 89 kelas menengah dan mapan.
Ia menjelaskan, penduduk miskin tahun 2017 sebanyak 46,1 juta dan tahun 2025 sebanyak 49,5 juta. Mengalami kenaikan 3,4%, yaitu 9,6 juta. Sementara penduduk kelas menengah tahun 2017 sebanyak 22,1 juta dan tahun 2025 sebanyak 17,4 juta. Mengalami penurunan 4,7%, yaitu 4,7 juta.
Berbagai permasalahan tengah dihadapi bangsa Indonesia, di antaranya terdapat banyak kebocoran dari segi pendapatan negara, menurut data PBB, Indonesia mengalami kerugian sebesar USD 1,2 Triliun.
“Selain itu, kekayaan Indonesia banyak disimpan di luar negeri. Berbagai penyelewengan dan korupsi di sejumlah sektor menjadi tantangan, terutama bagaimana menutupi kebocoran anggaran.
“Saya sebagai Presiden RI telah melangkah langkah strategis dengan berbagai program agar kebocoran itu dapat ditutupi. Termasuk sanksi denda dari beberapa perusahaan besar yang mengelola sawit. Semua sitaan yang diserahkan kejaksaan akan digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Prabowo.
Terkait ketimpangan pemberian kredit terhadap korporasi, Prabowo melalui pembentukan Danantara, akan mengevakuasi sektor pemberian kredit dari Bank Himbara.
“Saya sangat prihatin karena dari alokasi kredit, tidak ada satu pun diberikan kepada koperasi atau UMKM. Berarti ada sesuatu yang perlu dievaluasi,” kritiknya.
Hal menggembirakan bagi dunia perguruan tinggi, yaitu penambahan dana riset yang selama ini dianggarkan sebesar 8 Triliun. Di depan peserta, langsung Prabowo mengeksekusi untuk menaikkan 50%. Spontan suasana ruangan riuh dengan tepuk tangan meriah.
Selama tiga jam lebih, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian kinerja dan prestasinya. Program MBG dan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat berjalan dengan baik yang pada akhirnya dapat meningkatkan dan mendorong perekonomian bangsa. (Ans/Why)













