Kabar PROFESIANA.co.id – Hanoi, Vietnam — Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang Innovation Product Competition yang diselenggarakan oleh SAFE Network dalam rangkaian SAFE International Conference 2025 di National Economic University, Hanoi, Vietnam pada tanggal 27–28 Juni 2025, delegasi UNKHAIR berhasil memboyong lima medali, terdiri dari tiga medali emas dan dua medali perak.
Kompetisi internasional yang diikuti oleh 57 peserta dari berbagai negara ini menekankan pada inovasi produk yang memiliki potensi komersialisasi dan relevan untuk pasar nasional maupun global. Produk yang ditampilkan berasal dari hasil riset kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. Dewan juri yang hadir berasal dari delapan negara, yakni Belanda, Thailand, India, Sri Lanka, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Indonesia, dengan penilaian yang mengedepankan objektivitas dan standar internasional.
Delegasi Unkhair mengirimkan lima tim dengan rincian perolehan medali emas diraih oleh Winarsih Ransingin dan Abdul Kadir Kamaluddin melalui inovasi bertajuk CANNROA (Canning of Hemiramphus sp/Roa), yang menyoroti pengalengan ikan roa sebagai langkah strategis dalam pelestarian serta peningkatan nilai tambah produk perikanan lokal. Sementara itu, Higaya Arsy bersama Dr. Hamidin Rasulu, STP., MP, juga menyumbangkan prestasi emas lewat karya CANSELL (Canning of Saccharum edule), yang menghadirkan teknik pengalengan inovatif terhadap tanaman tebu telor, salah satu sayuran lokal bernilai gizi tinggi. Tak kalah mengesankan, Dwi Anjelita dan Mila Fatmawati, SPd., SE., MSA, turut meraih medali emas dengan karya Eco-Wrap Eco- Friendly Plastic from Cassava Waste, sebuah solusi ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah singkong sebagai bahan dasar pembuatan plastik biodegradable.
Sementara itu, medali perak berhasil diraih oleh tim yang terdiri atas M. Fajrin Indra Mile, M. Abdul Aziz, dan Nurjana Sialan, dengan pendampingan dari Dr. Erna Rusliana, melalui karya berjudul Effervescent Tablets From Nutmeg Fruit, yang mengolah buah pala menjadi tablet effervescent dengan khasiat kesehatan yang tinggi serta bentuk konsumsi yang praktis. Adapun karya bertajuk Biodegradable Packaging A Packaging Using Chitosan Nanoparticles with Beads-Milling Method and Palm Starch Addition, yang digagas oleh Dr. Hamidin Rasulu, Dr. Ramisah dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT), serta Abdul Kadir Kamaluddin, SP., MSi, juga dianugerahi medali perak berkat inovasi kemasan ramah lingkungan berbasis nanopartikel kitosan dan pati sawit, sebagai alternatif terhadap penggunaan plastik konvensional.
Presiden SAFE Network dalam sambutannya menyampaikan bahwa kompetisi ini dirancang untuk mendorong pengembangan produk inovatif yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga layak dikomersialisasikan dan berdampak bagi masyarakat luas.
Lebih lanjut Presiden SAFE memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas kontribusi dan antusiasmenya dalam menghadirkan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan aplikatif.
“Terima kasih atas partisipasi keikutsertaan para peserta di ajang International Innovation Product Competition”. Tutupnya
Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum menyambut baik prestasi yang di torehkan oleh delegasi unkhair teresebut dan akan terus mendukung pengembangan karya inovasi dosen dan mahasiswa.
“Prestasi ini membuktikan bahwa kualitas riset dan inovasi dari Unkhair mampu bersaing di tingkat internasional. Kami akan terus mendukung kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang berdampak,” ujar Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Unkhair, Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M.Si menyatakan rasa kebanggannya atas prestasi yang ditorehkan delegasi unkhair.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada inovasi mampu menjadi ajang pencapaian prestasi global. Kami sangat bangga atas kerja keras dan dedikasi para peserta,” ujar Abdul Kadir Kamaluddin, SP, M.Si
Dengan capaian ini, Unkhair kembali mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara lokal, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional. (Rus/Ans/Why)













