Seminar Membangun Budaya Literasi Ilmiah di Era Digital dan Strategi Menyusun KTI yang Berkualitas, Berikut Paparan Materi Andi Hasrianti

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarPROFESIANA.co.id-Makassar. Paling tidak, ada empat pemahaman tentang karya tulis ilmiah (KTI), yaitu tulisan untuk memaparkan masalah, hasil penelitian yang memenuhi kaidah kebahasaan, tulisan disusun sistematis dan objektif, dan memuat ide dan solusi yang dapat diverifikasi kebenarannya.

Hal itu dipaparkan Andi Hasrianti, S.S., M.Pd. ketika menyampaikan materi pada Seminar KTI Dasar dengan tema: “Membangun Budaya Literasi Ilmiah di Era Digital serta Strategi Menyusun KTI yang berkualitas” pada Jumat (16/5/2025) di LT Barat FTK UINAM Kampus Samata Kabupaten Gowa.

Andi Hasrianti lanjut memaparkan, KTI di perguruan tinggi adalah kontribusi akademik penting yang mengukur kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi dan menyusun temuan riset secara sistematis.

Baca Juga :  Gelar Pengabdian Internasional, Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Ternate Laksanakan Pelatihan STEAM Bagi Guru di Kota Ternate

“Peran KTI sangat strategis karena meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan argumentatif. Namun, mahasiswa sering menghadapi tantangan, terutama dalam memahami sistematika penulisan dan menyusun kesimpulan yang baik. Penelitian menunjukkan, banyak mahasiswa kurang memahami konsep kunci dalam penulisan sehingga menghambat kemampuan mereka dalam menyusun bagian kesimpulan dengan efektif,” urai Andi Hasrianti.

Andi Hasrianti yang kini tercatat sebagai mahasiswa Program S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar menegaskan, untuk menghasilkan KTI berkualitas, mahasiswa harus menguasai dasar-dasar penulisan, seperti karakteristik KTI, struktur KTI, kaidah kebahasaan, dan teknik pengutipan.

Baca Juga :  Program Hibah Riset Wikidata 2025, Pendanaan Rp 25 Juta/Proposal

Andi Hasrianti menyimpulkan, dengan pemahaman dan penerapan yang tepat, KTI dapat menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta emmbangun reputasi akademik yang baik bagi masa depannya.

Seminar ini dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar yang dihadiri sekitar 125 orang dari Jurusan Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Biologi, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Fisika. (Ans-Why)

Berita Terkait

Plt. Rektor UNM Sampaikan Laporan Singkat Beberapa Langkah Strategis di Wisuda Lulusan UNM Februari 2026
FBS UNM Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri, Buka Akses Lowongan Kerja bagi Alumni
FBS UNM Gelar Ramah Tamah, Dekan Prof Anshari Tekankan Pelayanan Akademik sebagai Amanah
WR I UNM Puji Pelayanan Akademik FBS, Dorong Mahasiswa Lanjut Studi
Mahasiswa Magister Resmi Bergabung, Dekan FIKK UNM Tekankan Sejumlah Hal Substansial
Raker STMIK KHARISMA Makassar Dorong Daya Saing Perguruan Tinggi
Menggali Potensi Ecoprint Berbasis Ethnoeconomics: Upaya Menumbuhkan Jiwa Islamic Entrepreneurship di SD Berb Muhammadiyah II Berua Makassar
UNM Sambut 659 Maba PPG Calon Guru Gelombang I Tahun Akademik 2025-2026, Plh. Rektor Tekankan Karakter Utama Guru Berintegritas 

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:46 WIB

Plt. Rektor UNM Sampaikan Laporan Singkat Beberapa Langkah Strategis di Wisuda Lulusan UNM Februari 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:44 WIB

FBS UNM Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri, Buka Akses Lowongan Kerja bagi Alumni

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:26 WIB

FBS UNM Gelar Ramah Tamah, Dekan Prof Anshari Tekankan Pelayanan Akademik sebagai Amanah

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:14 WIB

WR I UNM Puji Pelayanan Akademik FBS, Dorong Mahasiswa Lanjut Studi

Senin, 2 Februari 2026 - 13:39 WIB

Mahasiswa Magister Resmi Bergabung, Dekan FIKK UNM Tekankan Sejumlah Hal Substansial

Berita Terbaru