KabarPROFESIANA.co.id – Makassar. Setiap kerja sama yang dijalin dengan unit atau lembaga harus berorientasi produk. Jadi, dalam bidang apa pun kerja sama itu akan berujung pada hilirisasi sehingga memberikan dampak bagi kedua belah pihak.
Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn. pada kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) dan Perjanjian Kerja Sama antara UNM dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) dan Mafindo, Rabu (21/5/2025) di Ruang Rapat Rektorat Lantai 6 Menara Pinisi.
“Kami juga sangat senang karena akan bermitra dan berkolaborasi dengan Mafindo yang memiliki keahlian digital dan Artifisial Intelegences (AI). Berbagai modus penipuan sudah marak di media sosial. Dengan memahami digital dan AI, kita dapat terhindar dari penipuan,” harap Prof. Karta Jayadi.
Sementara itu, Dr. Wahyudi selaku Direktur of SEAMOLEC Indonesia yang didampingi bagian kerja sama, Ali Imran, menyatakan senang menjalin kerja sama dengan UNM. Menurut dia, banyak kerja sama yang tidur. Berbeda dengan UNM, jalinan kerja sama selama ini aktif dan proaktif dengan berbagai program yang digagas bersama.
Septiaji Eko N S.T., M.Sc. selaku Chairman of Mafindo Presidium Supervisor AI Goes to Schools yang baru perdana menjalin kerja sama dengan UNM mengharapkan kemitraan untuk mengadakan pelatihan digital, terutama penguasaan AI.
“Perkembangan teknologi dengan masifnya penggunaan AI di berbagai bidang menuntut kecerdasan dan kecermatan. Sebab, modus penipuan telah merambah pada pemanfaatan AI yang berkembang pesat,” imbuh Septiaji mengingatkan akan penyalahgunaan teknologi AI.
Seusai penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan Rektor UNM dilanjutkan oleh para dekan dan direktur sebagai Implementation of Agreement (persetujuan pelaksanaan) di tingkat unit fakultas dan program pascasarjana. (Ans-Why)













