MAKASSSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Wakil Rektor I Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., menegaskan pentingnya keberlanjutan pendidikan dan kualitas layanan akademik dalam kegiatan ramah tamah Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM yang digelar pada Selasa, 3 Februari 2026, di Hotel Four Points by Sheraton Makassar.
Dalam sambutannya, Prof. Andi Aslinda menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan sivitas akademika FBS UNM atas konsistensi dalam memberikan layanan akademik yang optimal, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan dengan capaian akademik yang membanggakan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari peran institusi dalam menciptakan sistem pelayanan akademik yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.
“Terima kasih kepada pimpinan Fakultas Bahasa dan Sastra yang tidak ada hentinya memberikan layanan akademik. Dengan layanan yang baik, anak-anak kita dapat menyelesaikan proses akademiknya tepat waktu dan dengan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Andi Aslinda memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tidak berhenti pada jenjang sarjana. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang nilainya tidak akan pernah habis, berbeda dengan materi yang bersifat sementara.
“Jangan berhenti sekolah. Pendidikan adalah derajat yang tinggi. Kalau uang suatu saat bisa habis, tetapi derajat keilmuan tidak akan pernah habis,” tegasnya.
Ia juga menyinggung latar belakang sosial yang kerap menjadi alasan mahasiswa untuk berhenti melanjutkan pendidikan. Prof. Andi Aslinda menegaskan bahwa asal-usul bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
“Kita sama-sama berasal dari kampung. Itu bukan alasan untuk berhenti. Justru pendidikan harus menjadi jalan untuk mengubah masa depan,” tambahnya.
Selain itu, Prof. Andi Aslinda mendorong pemanfaatan peluang pendidikan yang tersedia di lingkungan FBS UNM, termasuk keberadaan program pascasarjana. Ia juga menegaskan pentingnya akses pendidikan bagi perempuan di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis.
“Perempuan juga harus terus sekolah. Dunia berubah dengan cepat, dan pendidikan adalah kunci agar kita mampu beradaptasi dan berdaya saing,”katanya.( Ans/Why)













