MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah ruang membentuk jati diri menjadi guru profesional. Guru adalah profesi. Karena itu, guru harus mengajar secara profesional. Sebagai profesi mukia, guru terpanggil melayani bukan dilayani.
Hal itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh.) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. Parida Pattinggi, S.H., M.Hum. di depan peserta Orientasi Akademik Mahasiswa Baru (Maba) Calon Guru Gelombang I Tahun Akademik 2025-2026, pada Kamis (29/1/2026) di Ballroom Teater Lantai 2 Menara Pinisi.
“Karakter utama guru adalah berintegritas, yaitu jujur, konsisten, dan satu kata dengan perbuatan. Guru tidak bisa mengajari anak didik disiplin, kalau gurunya tidak disiplin. Guru harus tampil sebagai anutan, harus dicontoh sehingga akan berdampak,” tegss Wakil Rektor III Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Prof. Parida lanjut menjelaskan, sebagaimana pesan Mendiktisaintek, Prof. Brian Yulianto bahwa pimpinan harus jadi contoh. Pimpinan harus jadi pelayan bukan dilayani. Pemimpin di sekolah dan perguruan tinggi harus berpikir menghadirkan lingkungan pembelajaran yang baik, ruang pembelajaran yang representatif.
“Kita, guru dan dosen, harus menghargai demokrasi, perbedaan pendapat, dan siap menampung aspirasi peserta didik. Kita harus jadi pribadi yang empati, peduli pada anak didik. Kalau tidak, bisa berbahaya. Guru dan dosen adalah tugas mulia, amal jariyah yang mengalir terus. Ciptakan komunikasi yang baik. Gunakan bahasa santun. Kita bukan sekadar mengajar, melainkan juga mendidik,” pesan Guru Besar Ilmu Hukum kepakaraan Perdata dan Agraria.
Ia menegaskan pula, melalui PPG, calon guru akan dibentuk dan dikuatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Guru profesional harus menyajikan pembelajaran menarik dan menyenangkan. Bahkan, guru peletak pondasi sumber daya manusia (SDM). Salah satu Asta Cita Presiden Probowo adalah pengembangan SDM. Sekaitan itu, guru berperan strategis menyiapkan SDM berkualitas.
“Guru harus terdidik dan memiliki kompetensi. Tugas dan tanggung jawab guru sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan kepribadian anak didik. Tidak semua orang dapat jadi guru. Sebab, guru adalah salah panggilan pengabdian. Guru mesti siap mengabdi di mana saja. Guru harus memberi layanan terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PPG UNM, Dr. Tangsi, M.Sn. melaporkan bahwa mahasiswa baru PPG Calon Guru Gelombang I di seluruh Indonesia berjumlah 18.935 orang yang tersebar di 129 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Negeri dan Swasta. Dari jumlah itu, sebanyak 659 orang diplot ke PPG UNM dengan 13 Bidang Studi dari peserta berasal 15 provinsi. PPG UNM diberi kouta terbanyak urutan pertama.
“Dalam orientasi akademik bagi PPG Calon Guru yang dilaksanakan secara luring, peserta dibekali materi terkait wawasan institusi PPG UNM, kebijakan umum pelaksanaan PPG Calon Guru, kurikulum, sistem perkuliahan, dan uji kompetensi PPG,” ungkap Dosen FSD UNM.
Lanjut Tangsi melaporkan, PPG terdiri dari PPG Calon Guru yang diseleksi dari lulusan S-1/D-4 dan PPG Guru Tertentu yang belum tersertifikasi. PPG Calon Guru dilaksanakan secara luring, ditempuh 2 semester dan 38 SKS. PPG Guru Tertentu dilaksanakan secara daring, ditempuh 2 bulan dan 36 SKS.
“Khusus PPG Calon Guru dibekali pula pengetahuan dan keterampilan di luar jam perkuliahan, seperti pelatihan bela negara, pelatihan pramuka, dan pelatihan penulisan dan publikasi karya ilmiah,” tutupnya.
Acara orientasi akademik dihadiri Ketua Senat Akademik, para wakil rektor, para dekan dan direktur, para ketua lembaga, para kepala biro, Ketua SPI, dan dosen pengajar PPG UNM. Rektor menyematkan jas almamater sebagai tanda penerimaan sebagai mahasiswa UNM. (Ans/Why)













