Mengawali tulisan sederhana ini penulis mengajak para pembaca yang budiman agar menelaah dengan baik bahwa di era transformasi digital yang semakin pesat, literasi digital telah menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional. Tak hanya berkaitan dengan kemampuan dasar mengoperasikan perangkat digital, literasi digital kini mencakup kecakapan berpikir kritis terhadap informasi, perlindungan data, serta penguasaan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Di berbagai sektor, AI mulai diadopsi secara luas untuk menjawab tantangan dan meningkatkan efisiensi, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan, oleh karena itu, kesehatan digital AI sebagai mitra diagnostik dan pencegahan dini dalam bidang kesehatan, AI telah digunakan untuk membantu mendiagnosis penyakit dengan akurasi tinggi.
Memprediksi potensi risiko kesehatan berdasarkan data riwayat pasien, serta mempercepat proses riset medis. Aplikasi seperti chatbot kesehatan dan sistem rekam medis cerdas juga mempermudah akses layanan bagi masyarakat di daerah terpencil.
Selain itu, tentu juga dapat mendorong kewirausahaan digital yang kompetitif dalam dunia usaha, khususnya di sektor UMKM, AI membuka peluang besar dalam hal analisis pasar, optimalisasi pemasaran digital, dan pelayanan pelanggan otomatis melalui chatbot. Dengan bantuan teknologi ini, pelaku usaha dapat menghemat waktu dan biaya, sekaligus mendapatkan wawasan yang lebih tajam tentang perilaku konsumen.
Oleh karenanya, menjawab tantangan literasi digital sebagai kunci utama meskipun potensinya besar, tantangan utama tetap pada kesiapan sumber daya manusia. Rendahnya literasi digital dapat menjadi penghambat utama dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil diperlukan untuk memastikan pendidikan literasi digital menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
AI Mengubah Wajah Pendidikan, Kesehatan, dan Usaha Mikro
Di dunia pendidikan, sistem pembelajaran adaptif berbasis AI memungkinkan pendekatan yang lebih personal terhadap siswa, membantu guru memantau perkembangan akademik secara real-time.
Sementara itu di sektor kesehatan, teknologi AI mendukung tenaga medis dalam diagnosa dini, analisis rekam medis, dan penyediaan layanan kesehatan jarak jauh, terutama di daerah yang sulit dijangkau.
Dalam dunia usaha, khususnya UMKM, AI membantu dalam membaca tren pasar, menjalankan kampanye digital secara otomatis, dan meningkatkan pelayanan pelanggan melalui chatbot serta analitik cerdas.
Oleh sebab itu, sebagai sebuah pandangan konsultan IT yang aktif dalam program transformasi digital di Indonesia Timur ingin berbagi bahwa literasi digital dan AI adalah investasi masa depan sehingga kita harus menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memperluas pemahaman dan pemanfaatan teknologi ini.
Apatah lagi literasi digital itu pondasi, sedangkan AI adalah alat percepatannya. Dalam pendidikan, AI bisa bantu guru dan siswa belajar lebih efektif. Di kesehatan, AI mendukung diagnosa yang lebih cepat dan akurat. Lalu di kewirausahaan, khususnya UMKM, AI bantu pelaku usaha ambil keputusan cerdas lewat data. Ketiganya harus bergerak bersama agar Indonesia tak hanya jadi pasar, tapi juga produsen teknologi.
Meskipun peluangnya besar, tantangan utama terletak pada kesenjangan literasi dan keterbatasan akses teknologi di sebagian wilayah. Maka dari itu, pendekatan inklusif, pelatihan berkelanjutan, dan regulasi yang mendukung inovasi sangat dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat digital yang berdaya saing.
Selanjutnya kita sangat berharap bahwa literasi digital dan pemanfaatan AI bukan sekadar tren, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Makassar dan kawasan timur Indonesia diharapkan menjadi pionir dalam percepatan adopsi teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Penulis : Ahyar Muawwal, S.IKom, M.IKom (Direktur IT, Web Disain dan Medsos)













