Makassar, Kabar PROFESIANA,co,id:
Beberapa pekan terakhir, kondisi udara di Kota Makassar terasa kurang bersahabat. Musim kemarau berkepanjangan, ditambah kabut akibat kebakaran lahan, membuat Organisasi Masyarakat Elang Timur Indonesia (Ormas-ELIT) perlahan merasuk ke ruang ruang publik. Mereka membagi masker untuk pengendara, baik roda dua, maupun empat. Aksi Ormas bertagline ‘Solid, Tajam, Tangguh” ini berlangsung di perempatan Jalan Urif Sumoharjo – AP.Pettarani (Play Over), Rabu, 14 Oktober 2026.
Aksi sosial yang dilakukan Bidang Sosial Ormas ELIT inipun mendapat apresiasi positif berbagai kalangan, utamanya pengendara, termasuk warganet di media sosial. Pasalnya, di tengah stigma negatif yang kerap disematkan pada ormas-ormas tertentu, Elang Timur Indonesia bahkan berhasil membuktikan bahwa Ormas juga bisa berada di garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, sekaligus langsung menyentuh masyarakat luas.
“Kita ketahui bersama bahwa, selama ini, lanskap pemberitaan tentang Ormas di Indonesia sering diwarnai stigma negatif. Ada yang arogan, sektarian, atau kerap terlibat konflik horisontal. Namun, aksi Elang Timur Indonesia di Makassar menunjukkan fenomena modernisasi Ormas, atau apa yang dinamai ‘modernization of civil organizations’,” tutur Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat DPP Ormas Elang Timur Indonesia, Ahmad Rusli malam ini.
Ahmad Rusli mengakui, aksi yang dilakukan Ormas yang dipimpin Imran, SE itu merupakan contoh terbaik, sekaligus pelajaran berharga, utamanya tentang empati, dan kepedulian sosial.
Dia berpandangan, dalam situasi dan kondisi tertentu, maka konsep keamanan bisa saja bergeser dari state security (keamanan negara/militer) menuju human security (keamanan manusia). Keamanan manusia ini, misalnya, menitikberatkan pada perlindungan individu dari ancaman sehari-hari yang merusak kelangsungan hidup. Polusi udara, salah satunya.

Buktinya, demikian lelaki Bugis-Makassar kelahiran Kecamatan Kepulauan Sangkarang ini, apa yang dilakukan Elang Timur Indonesia, khususnya Bidang Sosial merupakan wujud nyata dari human security berbasis Ormas. Buktinya, ketika ada warga atau kelompok rentan yang saluran pernapasannya terancam polusi asap, tentunya Ormas yang telah mendapat pengakuan dari Kesbangpol baik Kota Makassar, maupun Provinsi Sulawesi Selatan ini hadir mengisi kekosongan peran protektif secara cepat, dan tepat sasaran.
“Jadi, di saat masyarakat membutuhkan, maka tanpa menunggu birokrasi penanggulangan bencana bergerak, kami di Elang Timur lebih awal mengintervensi ancaman secara langsung di titik-titik paling krusial, meski hanya membagikan masker. Ini adalah bentuk adaptasi kultural, di mana Ormas membuktikan relevansi di era modern, responsif terhadap isu lingkungan dan kesehatan publik,” tutur Rusli.
Sejumlah penerima masker menyampaikan terima kasih kepada jajaran Elang Timur Indonesia. “Tentunya saya dan rekan saya ini senang dapat masker gratis dari Ormas Elang timur ini. Terima kasih ibu ibu Elang Timur. Memang saya tadi mau membeli masker, tetapi sudah dikasih sama ibu ibu Elang Timur, maka saya tidak jadi beli. Sekali lagi terima kasih Ormas Elang Timur,” tutur seorang pengendara di play over Makassar, siang tadi. (din pattisahusiwa)


























