Bidang Keagamaan Ormas Elang Timur Peringati Isra Miraj

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, KabarPROFESIONA,co,id:

Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu momen paling monumental dalam sejarah peradaban Islam. Bagi umat Islam, peristiwa ini bukan sekadar cerita sejarah biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menembus batas logika manusia dan ruang waktu.
Organisasi Massa (Ormas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Elang Timur Indonesia, khususnya Bidang Keagamaan dan Kerohanian pun memperingati momen monumental dalam sejarah peradaban Islam itu, di Sekretariat, Jalan Andi Djemma Lorong 9 No 52 Banta Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Ahad, 18 Januari sore ini.
Isra Mi’raj bagi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Elang Timur Indonesia Imran,SE, bukan sekadar memperingati perjalanan Nabi Besar Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratulmuntaha, melainkan simbol perjalanan rohani manusia yang mampu menembus dimensi keterbatasan—seperti elang yang menari di angkasa.
“Isra Mi’raj adalah undangan untuk ‘terbang’, namun dengan akar yang tetap menancap di bumi,” jelas Imran.
Sarjana Ekonomi UVRI ini mengharapkan, seluruh jajaran Ormas Elang Timur Indonesia, dapat menggali dan menelaah bagaimana peristiwa Isra Mi’raj terjadi di masa kenabian Muhammad SAW.
Meski begitu, saat ini, peristiwa Isra Mi’raj, dapat diartikan untuk menekankan aspek keadilan sosial.

Baca Juga :  Dankodaeral VI Menghadiri Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa TNI AL 2026

Di bagian lain Imran melihat, Elang Timur Indonesia—sebuah Ormas spiritual yang tumbuh dari akar budaya khas Bugias-Makassar, bukan semata menggabungkan kearifan lokal, dan semangat menjaga keutuhan, melainkan didalamnya juga ada nilai-nilai ruhaniah.
Makanya, ia mengharapkan seluruh jajaran Elang Timur Indonesia menjadikan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, agar dapat meng-Elang-kan—naik seperti elang—dari kehidupan duniawi yang penuh hiruk-pikuk, menuju kedalaman makna, dan ketenangan dalam melihat perkembangan demi memanusiakan manusia dari berbagai tindakan pelanggaran.
Pria kelahiran 1985  itu lantas mengakui, setidaknya di kepala setiap insan Elang Timur harus melihat, jika saja ada ketidakadilan kepada masyarakat, misalnya perampasan hak hak tanah masyarakat, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, hingga UMKM, maka disitulah Ormas ini berperan aktif mencari jalan keluarnya.
“Saya tegaskan, seluruh jajaran Ormas Elang Timur Indonesia di manapun berada, harus mengangkat kepala untuk melihat dan memandang bahwa, Isra Mi’raj sebagai metafora pencerahan dan tanggung jawab.
Alasannya jelas, Elang itu selalu berada di ketinggian untuk memantau apa gerangan yang bakal dilakukan. Elang, dalam simbolisme Ormas ini, mampu melihat dari ketinggian, tapi tetap menghormati tanah, serta penjaga keseimbangan. Maka, Isra Mi’raj mengilhami Elang Timur untuk menjadi penjaga keadilan, penjaga hati manusia dari kegelapan.
Sementara itu, Dr. H. Muhammad Rusli Tompo, SHI., MH dalam hikmah Isra Mi’raj mengurai kisah perjalanan Nabi Muhammad. Dia menyebut, Isra Mi’raj adalah pelajaran strategis yang sangat manusiawi, ketika beban terasa mematahkan pundak, Allah membuka pintu bagi kekuatan baru.
Nabi tidak hanya bertemu malaikat dan nabi-nabi, Ia juga melihat penderitaan manusia. Dalam pandangannya, Isra Mi’raj adalah penglihatan suci terhadap kondisi dunia. Dan dari ketinggian itu, diturunkan perintah shalat sebagai benteng moral—agar manusia tidak jatuh dalam jurang keserakahan.”
Dari perjalanan Nabi Muhammad SAW itu beliau tidak membawa ‘mahkota’, tidak membawa takhta, hingga tidak membawa apa apa tentang legitimasi kekuasaan dunia. Melainkan sebuah sistem energi rohani yang paling rapi untuk membangkitkan potensi manusia di muka bumi.
Yang dibawa hanyalah perintah menjalankan shalat. Karena dari shalat itulah, yang tidak hanya menghubungkan manusia dengan Allah, tetapi melalui gerakan dan ruku’ yang seragam.
“Di sinilah Isra’ Mi’raj menjelma menjadi undangan besar, membangun potensi manusia dan potensi umat secara kolektif,” tutupnya. (din pattisahusiwa)

Baca Juga :  Pelindo Regional 4 Makassar Dukung Peringatan Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026

Berita Terkait

Jadwal Pelantikan PWI Sulsel 2026–2031 di Hotel Claro Makassar + Daftar Lengkap Pengurus Baru
Serahkan Rp101 Juta, Usman Sofian Sebut, BAZNAS Alirkan Zakat Tepat Sasaran
Sambut Gagasan Walikota Makassar, BAZNAS, Bappeda dan Tim Ahli Pemkot Makassar Rakor
Tim Ahli Walikota Minta BAZNAS Makassar Jaga ‘Trust’
Murid SD Muhammadiyah Terima Bantuan Pendidikan BAZNAS, Satunya Anak Tukang Gojek
23 Sekolah Adu Ketangkasan PBB di Kodaeral VI Memperebutkan Piala Panglima TNI
Wakil Ketua IV BAZNAS Konsolidasi Internal dengan Staf
November, DPP Elang Timur Indonesia Dilantik, Tim Konsolidasi

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Jadwal Pelantikan PWI Sulsel 2026–2031 di Hotel Claro Makassar + Daftar Lengkap Pengurus Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Serahkan Rp101 Juta, Usman Sofian Sebut, BAZNAS Alirkan Zakat Tepat Sasaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Sambut Gagasan Walikota Makassar, BAZNAS, Bappeda dan Tim Ahli Pemkot Makassar Rakor

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Tim Ahli Walikota Minta BAZNAS Makassar Jaga ‘Trust’

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Murid SD Muhammadiyah Terima Bantuan Pendidikan BAZNAS, Satunya Anak Tukang Gojek

Berita Terbaru