Kabar PROFESIANA,co,id;
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026, UMI melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Desa Binaan Sentra Edukasi Gizi Digital dan Diversifikasi Produk Olahan Beras untuk Penanggulangan Stunting di Desa A’bulosibatang Kabupaten Maros.”
Kegiatan ini mengintegrasikan tiga pendekatan utama, yakni penguatan produktivitas pertanian, edukasi gizi berbasis digital, dan diversifikasi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pencegahan stunting. Kegiatan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, kader kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat Desa A’bulosibatang.
Program tersebut diketuai Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes, dengan anggota tim Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah, MP, Andi Widya Mufilah Gaffar, ST., M.Kom., MTA, dan Asriany Tunru, SKM., M.Kes.
Rangkaian kegiatan diawali dengan materi “Peningkatan Produksi Padi melalui Mekanisasi Pertanian dan Pengendalian Hama Terpadu” yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah, MP. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas padi, sekaligus pengendalian hama terpadu untuk mengurangi risiko kerugian akibat serangan organisme pengganggu tanaman.
Penguatan dari aspek kesehatan dilakukan melalui materi “Edukasi Gizi Digital dan Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Pencegahan Stunting” yang disampaikan Andi Widya Mufilah Gaffar, ST., M.Kom., MTA. Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai media penyebaran informasi kesehatan dan gizi serta pentingnya komunikasi perubahan perilaku dalam membangun kebiasaan hidup sehat.
Selanjutnya, Asriany Tunru, SKM., M.Kes memberikan materi “Diversifikasi Produk Olahan Beras dan Gizi Keluarga dalam Pencegahan Stunting.” Peserta mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar beras, antara lain bubur beras ayam lokal, bubur teri nasi, dan bebatel.

Kader Posyandu dan kader kesehatan aktif mengikuti proses pengolahan sekaligus berdiskusi mengenai kandungan gizi, teknik penyajian, serta pemanfaatan produk sebagai menu PMT maupun konsumsi keluarga. Pendekatan ini menempatkan beras bukan hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai gizi dan ekonomi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PDB UMI juga melakukan penyerahan inovasi teknologi kepada masyarakat Desa A’bulosibatang. Teknologi yang diserahkan meliputi alat penggiling padi, alat penyemprot hama, media edukasi digital, serta teknologi pendukung diversifikasi produk olahan beras. Penyerahan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melanjutkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat edukasi kesehatan.
Ketua Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan UMI, Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Sinergi antara inovasi pertanian, edukasi kesehatan, dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sehat,” ujar Yusriani.
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan keberdayaan mitra, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, produksi, manajemen maupun aspek sosial kemasyarakatan. Hal tersebut sejalan dengan indikator validasi luaran pengabdian tahun 2026 yang menekankan bukti perubahan kondisi mitra sebelum dan sesudah pelaksanaan program.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, kader Posyandu, kader kesehatan, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026 didukung pendanaan DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (DPPM)/ DIREKTORAT JENDERAL RISET DAN PENGEMBANGAN (DIRJEN RISBANG), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI). Pelaksanaan program berdasarkan Kontrak Induk Nomor 212/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026, dengan kontrak turunan Nomor 521/LL9/PPIP.PPM/2026 tanggal 22 April 2026 dan Nomor 1353/C.06/UMI/IV/2026 tanggal 29 April 2026. Program merupakan periode tahun pertama dari rencana pelaksanaan tiga tahun.
Tim UMI menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemdiktisaintek melalui DPPM Dirjen Risbang atas dukungan pendanaan, serta kepada pemerintah dan masyarakat Desa A’bulosibatang yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program. (*).


























