Dosen FIKK UNM Jalankan Program PKM Pelatihan dan Sertifikasi Wasit Tingkat Madya, Kolaborasi LP2M UNM Bersama Pengkot PTMSI Makassar dan Indonesia Pingpong Ligue

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Andi Akbar, S.Pd, M.Pd dan anggota tim Dr. Jamaluddin, M.Pd. serta Rahyuddin, S.Pd., M.Pd., Ph.D, sukses menjalankan Program PKM Pelatihan dan Sertifikasi Wasit Tingkat Madya.

Sebanyak 12 peserta yang belum memiliki lisensi wasit mengikuti Pelatihan Peningkatan Profesionalisme Wasit Tenis Meja melalui Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Berlisensi Tingkat Madya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh LP2M Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Pengkot PTMSI Kota Makassar dan Indonesia Pingpong Ligue (IPL) untuk mendorong lahirnya wasit tenis meja yang kompeten, profesional, dan berlisensi.

Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juni hingga 6 Juli 2026 tersebut mengusung tema “Peningkatan Profesionalisme dan Kompetensi Wasit Tenis Meja melalui Pelatihan, Praktik Perwasitan, dan Sertifikasi Berlisensi Tingkat Madya untuk Mendukung Pertandingan yang Adil, Berkualitas, dan Berintegritas.

Pengkot PTMSI Kota Makassar dilibatkan sebagai salah satu mitra strategis karena memiliki posisi penting sebagai wadah pembinaan dan koordinasi bagi insan perwasitan tenis meja di Kota Makassar. Kemitraan ini diarahkan untuk membangun sistem pengembangan kualitas wasit secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak wasit memiliki kompetensi dan lisensi resmi yang dapat menjadi standar profesional dalam memimpin pertandingan.

Ketersediaan wasit berlisensi dinilai penting untuk memberikan kepastian terhadap kualitas kepemimpinan pertandingan. Dengan pemahaman peraturan yang baik, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, serta sikap objektif dan berintegritas, wasit diharapkan mampu meminimalkan kesalahan keputusan maupun protes yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.

Baca Juga :  UNIMEN Kembali Torehkan Prestasi, Tim Voli Putra Sukses Raih Runner-up di ARBAT Cup I Pinrang 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan secara daring pada 28 Juni 2026 oleh Sandra Islama, Wakil Komite Eksekutif Indonesia Pingpong Ligue (IPL). Dalam pembukaan tersebut, Sandra Islama menekankan pentingnya peningkatan kapasitas wasit sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi tenis meja.

“Wasit merupakan bagian penting dalam sebuah pertandingan. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme wasit harus menjadi perhatian bersama. Wasit harus memahami aturan, mampu mengambil keputusan secara objektif, dan memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya,” demikian pokok pesan Sandra Islama dalam pembukaan kegiatan.

Menurut Sandra, keberadaan wasit yang memiliki kompetensi dan lisensi akan memberikan kepercayaan lebih besar kepada atlet, pelatih, klub, dan penyelenggara pertandingan. Profesionalisme wasit pada akhirnya bukan hanya menyangkut kemampuan memimpin pertandingan, tetapi juga menyangkut kepercayaan dan integritas olahraga.

Setelah pembukaan, peserta mengikuti pemberian materi perwasitan dan pre-test sebagai tahapan awal untuk mengukur pemahaman peserta terhadap peraturan serta tugas dan tanggung jawab seorang wasit tenis meja.

Selanjutnya, peserta menjalani pendalaman materi dan persiapan praktik. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik perwasitan pada PORSENIJAR Sulsel 2026 di Kabupaten Sidrap pada 2–6 Juli 2026. Praktik lapangan menjadi bagian penting karena peserta dituntut menerapkan pengetahuan perwasitan dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.

Ketua Pengabdian, Andi Akbar, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi dalam penyelenggaraan pertandingan tenis meja di Sulawesi Selatan. Salah satu persoalan pernah muncul pada PORSENI PGRI Sulsel di Soppeng tahun 2023, ketika salah seorang pelatih mempermasalahkan status wasit yang belum memiliki lisensi.

Baca Juga :  Kodaeral VI Gemakan Semangat Armada RI 2025 Melalui Olahraga Bersama 

Persoalan serupa juga ditemukan dalam pelaksanaan Indonesia Pingpong Ligue Zone Sulawesi. Berdasarkan survei yang dilakukan dalam kegiatan tersebut, masih terdapat banyak wasit yang belum memiliki lisensi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan protes dari peserta maupun pelatih sehingga dapat mengganggu kelancaran pertandingan.

“Kegiatan ini merupakan jawaban terhadap permasalahan nyata yang dihadapi wasit tenis meja di Sulawesi Selatan. Ketika wasit belum memiliki kompetensi dan lisensi yang memadai, potensi terjadinya protes dan gangguan terhadap pertandingan akan semakin besar,”tegas Andi Akbar.

Ia menambahkan, wasit tidak boleh dipandang hanya sebagai pihak yang mengawasi jalannya pertandingan. Wasit merupakan penjaga aturan, keadilan, dan integritas pertandingan. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi kebutuhan penting dalam membangun ekosistem tenis meja yang profesional.

Dalam kegiatan tersebut, Andi Akbar didampingi anggota tim pengabdian, yakni Dr. Jamaluddin, M.Pd. dan Rahyuddin, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Para peserta mendapatkan pembekalan teori, pendalaman materi, praktik perwasitan, evaluasi kompetensi, serta ujian sertifikasi.

Melalui kegiatan ini, LP2M UNM bersama Pengkot PTMSI Kota Makassar dan IPL diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang perwasitan tenis meja. Semakin banyak wasit yang kompeten dan berlisensi, semakin kuat pula fondasi pertandingan tenis meja yang adil, berkualitas, dan berintegritas. (Why/Ans)

Berita Terkait

PGI Sulawesi Selatan Bersiap Menyambut PraPON, 2 Ahli Fisik dan Psikologi FIKK UNM Didaulat untuk Memperkuat Tim Kepelatihan PGI
SPARTA FIKK UNM Raih Emas dan Perak pada UNHAS CUP 2026
BKMF Pencak Silat FIKK UNM Raih 7 Medali di Arung Palakka Championship Piala Bupati Bone
Dua Mahasiswa FIKK UNM Sumbang Medali Perunggu di Asean Games Cabang Olahraga Sepak Takraw Tim Beregu
Dosen dan Mahasiswa FIKK UNM Berkontribusi Besar Sukseskan PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026 di Sidrap Cabor Tenis Meja
Tak Terbendung, Dosen FIKK-FIP UNM Sabet Juara 1 Piala Walikota Cup 2026 Tennis Lapangan Kategori Intermediate
Semangat Kebersamaan Usia 40+, Turnamen Sepakbola Mini Semarakkan Dies Natalis ke-70 Unhas Rampung Digelar
Fun Football Minisoccer Bersama Jurnalis dan Alumni, Prof Farida: Satu Hati untuk UNM Semakin Melaju

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:29 WIB

PGI Sulawesi Selatan Bersiap Menyambut PraPON, 2 Ahli Fisik dan Psikologi FIKK UNM Didaulat untuk Memperkuat Tim Kepelatihan PGI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:50 WIB

SPARTA FIKK UNM Raih Emas dan Perak pada UNHAS CUP 2026

Senin, 28 September 2026 - 10:47 WIB

BKMF Pencak Silat FIKK UNM Raih 7 Medali di Arung Palakka Championship Piala Bupati Bone

Sabtu, 26 September 2026 - 11:01 WIB

Dua Mahasiswa FIKK UNM Sumbang Medali Perunggu di Asean Games Cabang Olahraga Sepak Takraw Tim Beregu

Rabu, 9 September 2026 - 15:17 WIB

Dosen dan Mahasiswa FIKK UNM Berkontribusi Besar Sukseskan PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026 di Sidrap Cabor Tenis Meja

Berita Terbaru