LUWU TIMUR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) —Program Studi (Prodi) Magister Pedagogi bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Posko IX Desa Sindu Agung Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui Seminar Pendidikan bertema “Sekolah Aman, Prestasi Gemilang: Gunakan Bahasa Positif, Stop Bullying, Kekerasan Seksual, dan Intoleransi” pada Jumat, 15 Mei 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Al-Muhajirin pada pukul 09.00 WITA hingga selesai dan dilanjutkan di Aula Kantor Desa Sindu Agung,
Kabupaten Luwu Timur pada pukul 14.00 WITA hingga selesai dengan peserta siswa-siswi SD 157 Sindu Agung.
Seminar pendidikan ini menghadirkan Harmita Sari, S.Pd., M.Pd., Ph.D selaku Ketua Prodi Magister Pedagogi dan Dr. Amriani, M.Pd.I selaku Sekretaris Prodi Magister Pedagogi UM Palopo dengan moderator Yusril Mahendra yang juga merupakan Sekretaris Koordinator Desa (Sekretaris Kordes) mahasiswa KKN-T Posko IX Desa Sindu Agung.
Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran siswa, guru, dan masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif melalui penggunaan bahasa positif serta pencegahan bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi. Seminar juga menjadi ruang edukasi karakter agar peserta didik mampu membangun sikap saling menghargai, peduli, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.
Dalam penyampaiannya, Harmita Sari, S.Pd., M.Pd., Ph.D selaku Kaprodi Magister Pedagogi menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang santun dan positif dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah. Menurutnya, bahasa memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter, hubungan sosial, dan suasana belajar peserta didik.
“Bahasa yang baik bukan sekadar cara berbicara, tetapi juga cerminan sikap dan penghargaan kepada orang lain. Kata-kata yang positif mampu menumbuhkan semangat, rasa percaya diri, dan kenyamanan dalam belajar. Karena itu, mari membiasakan diri menggunakan bahasa yang santun agar sekolah menjadi tempat yang aman, damai, dan menyenangkan bagi semua,” tuturnya.
Sementara itu, Dr. Amriani, M.Pd.I selaku Sekretaris Prodi Magister Pedagogi menyoroti pentingnya pendidikan karakter dalam mencegah bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan pendidikan.
“Karakter peduli sosial harus dibangun sejak dini melalui kebiasaan saling menghargai, saling menjaga, dan memiliki empati terhadap sesama. Ketika siswa memiliki karakter yang baik, maka mereka tidak akan mudah melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Sekolah yang aman akan melahirkan generasi yang berprestasi dan berakhlak,” jelasnya.
Moderator kegiatan, Yusril Mahendra selaku Sekretaris Kordes mahasiswa KKN-T Posko IX Desa Sindu Agung, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga tutur kata, menghormati sesama, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif siswa, guru, dan masyarakat selama seminar berlangsung. Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai cara menghadapi bullying, pentingnya komunikasi yang sehat, serta upaya membangun toleransi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Melalui kegiatan PKM ini, Prodi Magister Pedagogi dan mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Palopo berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di Kabupaten Luwu Timur. (Rls/Ans/Why)


























