MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA co.id) — Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Webinar Internasional pada Rabu (13/5/2026) yang berlangsung secara blended, luring dan daring. Dihadiri sekira 250 orsng peserta dosen, mahasiswa, guru, dan peserta masyarakat umum.
Dekan FBS UNM, Prof.Dr. Anshari, M.Hum. dalam sambutannya mengemukakan beberapa point pentingnya bahasa Arab di era global. Setidaknya, ada enam alasan mengapa bahasa Arab penting dipelajari. Pertama, siginifikansi global: bahasa Arab adalah dalah satu bahasa resmi PBB. Kedua, peluang karier dan bisnis: penguasaan bahasa Arab membuka pintu perdagangsn dan diplomasi internasional.
“Ketiga, fungsi ganda: selain untuj memahami ajaran Islam, bahasa Arab sangat fungsional di sektor ekonomi dan sastra. Keempat, adaptasi teknologi: pembelajaran bahasa Arab kini terintegrasi teknologi digital untuk efektivitas di era modern,” kata Prof. Anshari.
Prof. Anshari menambahkan kelima, pentingnya pendekatan komunikatif: pembelajaran lebih fokus pada komunikasi praktis, bukan hanya teoretis. Keenam, tantangan dan peluang: menghadapi tantangan arus globalisasi namun tetap relevan, bahkan berkembang pesat sebagai peradaban.
Tema yang diusung adalah “Inovasi Digital dan Metodologis dalam Pembelajaran Bahasa Arab bagi Penutur Asing” menghadirkan narasumber, yaitu Ruhul Kudus, Lc., M.Pd.I. (Dosen PBA FBS UNM), Dr. Abdul Azis Muhammad Umar Idris Assudany (Pengajar Bahasa Arab di Ma’had Andalus Al-Islami Al-Alami Bogor, Jawa Barat), dan Dr. Mustafa bin Hamad Saud Ambusaidi (Pengajar di Institut Sultan Qaboos untuk Pengajaran Bahasa Arab bagi Penutur Asing, Kesultanan Oman. Bertindak selaku moderator Dr. Fathul Ulum, Lc., M.A. (Koordinator Prodi PBA FBS UNM).
Pemateri pertama, Ruhul Kudus membahas materi problematika pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. Dalam paparannya, ia menilai rendahnya kemampuan dasar peserta didik dalam memahami kaidah bahasa Arab, kurangnya lingkungan berbahasa yang mendukung, keterbatasan metode pengajaran yang masih bersifat tradisional, serta minimnya penggunaan media dan teknologi pembelajaran modern.
“Selain itu, faktor motivasi belajar peserta didik dan kompetensi pengajar yang berpengaruh terhadap efektivitas proses pembelajaran diharapkan muncul solusi strategis berupa pengembangan metode komunikatif, pemanfaatan teknologi digital serta kualitas pengajar guna meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, khususnya di perguruan tinggi,” ungkapnya.
Pemateri kedua, Dr. Abdul Azis Muhammad Umar Idris Assudany mengupas materi pemilihan metode yang tepat dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia berdasarkan pengalaman guru dan karakteristik peserta didik. Berdasarkan pengalamannya sebagai native speaker pengajar bahasa Arab di ma’had atau pesantren, ia menjelaskan perbedaan kemampuan, latar belakang pendidikan, dan kebutuhan belajar siswa menuntut penggunaan metode pembelajaran yang beragam dan fleksibel.
“Guru yang berpengalaman dinilai mampu menentukan metode yang paling efektif, seperti metode komunikatif, audio-lingual, atau tatabahasa dan terjemahan sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan mampu meningkatkan kemampuan serta motivasi siswa dalam belajar bahasa Arab,” tegasnya.
Pemateri ketiga, Dr. Mustafa bin Hamad Saud Ambusaidi mengulas materi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab. Dalam ulasannya, ia menekankan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas belajar.
“Teknologi berbasis AI (Artificial Intelligence) dapat membantu proses pembelajaran melalui penerjemahan otomatis, latihan percakapan interaktif, koreksi tatabahasa, serta penyediaan materi yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik,” katanya.
Dr. Mustafa menambahkan, selain mempermudah guru dalam mengajar, penggunaan AI juga membuat pembelajaran lebih menarik, flrksibel, dan mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Arab secara lebih cepat dan modern.
FBS UNM selain membina Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), juga telah membuka Prodi Sastra Arab (SA). Kehadiran kedua prodi tersebut, diharapkan dapat menampung minat dan animo lulusan madrasah dan pesantren untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan berbahasa Arab. (Ans/Why).


























