MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Unit Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi membuka BIPA Sessions 2026. Program tersebut diikuti sembilan pebelajar internasional yang berasal dari Thailand, Taiwan, Uzbekistan, dan Kanada.
Sembilan pebelajar tersebut terbagi dalam dua tingkatan pembelajaran, yakni empat orang pada tingkat menengah dan lima orang pada tingkat pemula. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya BIPA FBS UNM memperluas pengenalan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh pebelajar sekaligus menegaskan bahwa BIPA merupakan salah satu wujud komitmen fakultas dalam memperkenalkan dan menyebarluaskan bahasa serta budaya Indonesia ke tingkat global.
“Program BIPA atau Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing merupakan salah satu wujud nyata komitmen Fakultas Bahasa dan Sastra UNM dalam memperkenalkan dan menyebarluaskan bahasa serta budaya Indonesia kepada masyarakat internasional,” ungkap Prof. Anshari.
Menurutnya, kehadiran pebelajar dengan latar belakang bahasa dan budaya yang beragam menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia semakin mendapat perhatian dan diminati masyarakat internasional.
Prof. Anshari memberikan apresiasi kepada para pebelajar tingkat menengah yang telah melanjutkan pembelajaran Bahasa Indonesia ke jenjang lebih tinggi. Mereka diharapkan terus mengasah kemampuan berbicara, menulis, serta memahami konteks budaya yang menyertai penggunaan Bahasa Indonesia.
Sementara kepada lima pebelajar tingkat pemula, Prof. Anshari meminta mereka tidak khawatir menghadapi tantangan pada tahap awal pembelajaran. Ia menegaskan bahwa dosen dan tutor BIPA FBS UNM siap mendampingi para pebelajar selama mengikuti program.
Prof. Anshari juga mendorong seluruh peserta menjadikan proses mempelajari Bahasa Indonesia sebagai pengalaman yang menyenangkan.
“Jangan ragu untuk berlatih, bertanya, dan bahkan membuat kesalahan, karena dari kesalahan itulah kita belajar,” pesannya.
Selain mengikuti pembelajaran di kelas, para pebelajar diharapkan memanfaatkan kesempatan selama berada di Makassar untuk berinteraksi dengan pengajar, mengenal budaya lokal, menikmati kuliner khas Makassar, serta membangun jejaring pertemanan lintas budaya.
Sementara itu, Kepala Unit Pembelajaran BIPA FBS UNM, Dr. Nurhusna, S.Pd., M.Pd., mengatakan keberagaman negara asal peserta menjadi kekayaan tersendiri dalam pelaksanaan BIPA Sessions 2026.
“Tahun ini kita menyambut 9 pebelajar yang datang dari berbagai negara sahabat, yaitu Thailand, Taiwan, Uzbekistan dan Kanada, dengan empat orang di antaranya berada pada tingkat menengah dan 5 orang lainnya memulai perjalanan mereka dari tingkat pemula,” ujar Nurhusna.
Menurut Nurhusna, keberagaman latar belakang para peserta menjadikan proses pembelajaran bahasa semakin bermakna karena sekaligus membuka ruang pertukaran budaya.
Unit Pembelajaran BIPA FBS UNM, kata dia, telah menyiapkan kurikulum, tenaga pengajar, serta lingkungan belajar agar para peserta tidak hanya mahir menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi juga memahami budaya, kebiasaan, dan kearifan lokal masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.
“Kami percaya bahasa adalah jembatan, dan melalui program ini kita membangun jembatan itu bersama-sama,” katanya.
Nurhusna juga meminta para pebelajar tidak ragu untuk bertanya, berlatih, dan berinteraksi dengan tutor maupun mahasiswa. Menurutnya, tantangan dalam mempelajari bahasa baru merupakan bagian dari proses yang dapat dilalui melalui praktik dan interaksi secara berkelanjutan.
Melalui BIPA Sessions 2026, FBS UNM berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing yang unggul, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional dan internasional.
Program tersebut juga diharapkan menjadi ruang yang semakin mempererat hubungan persahabatan antarbangsa melalui Bahasa Indonesia dan kebudayaan Indonesia. Pembukaan BIPA Sessions 2026 kemudian ditandai dengan pernyataan resmi pembukaan oleh Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi menyatakan Program BIPA Sessions 2026 Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar dibuka,” tutup Prof. Anshari. (Den/Ans/Why)


























