MAROS, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pelatihan Pembuatan Pelet dari Limbah Rajungan di Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti Kelompok Sipareso tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan limbah rajungan menjadi produk bernilai guna sekaligus mendorong pengembangan potensi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya lokal.
Pelatihan menghadirkan Faizal Juanda, S.Si., M.Pd. sebagai narasumber yang memberikan materi dan pendampingan kepada peserta mengenai proses pengolahan limbah rajungan menjadi bahan pembuatan pelet.
Tidak hanya memperoleh materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pengolahan limbah rajungan hingga proses pencetakan pelet. Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM FMIPA UNM, Muh. Asrul, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan Kelompok Sipareso dalam mengolah limbah rajungan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, Kelompok Sipareso tidak hanya memahami proses pembuatan pelet, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri sehingga potensi limbah rajungan dapat dimanfaatkan secara lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Asrul.
Menurutnya, pemanfaatan limbah rajungan merupakan salah satu bentuk inovasi yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di Desa Nisombalia.
Selain membantu mengurangi limbah, pengolahan rajungan menjadi pelet juga diharapkan dapat menghadirkan alternatif produk yang memiliki nilai guna serta berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PPK Ormawa BEM FMIPA UNM terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dapat mendorong Kelompok Sipareso untuk mengembangkan keterampilan yang diperoleh secara berkelanjutan.
Pemanfaatan limbah rajungan menjadi pelet juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah yang produktif sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi kelompok masyarakat di Desa Nisombalia, Kabupaten Maros. (Den/Ans/Why)


























