TAKALAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Dosen Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Kesehatan Lansia Melalui Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Desa di Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.”
Kegiatan ini merupakan program pengabdian yang berada di bawah koordinasi LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Negeri Makassar serta didukung pendanaan PNBP UNM.
Tim pengabdi terdiri atas Nurfaidah, Ishak Bachtiar, Guruh Amir Putra, Arinie Tri Nurrahmi, yang seluruhnya berasal dari Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar.
Kegiatan dilaksanakan pada 21 April 2026 di Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar. Sasaran kegiatan adalah 30 orang lansia dan pra lansia yang berasal dari wilayah Kampung Beru dan mengikuti seluruh rangkaian edukasi secara aktif. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan kader kesehatan setempat untuk menentukan sasaran, waktu, dan lokasi kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdi memberikan edukasi mengenai konsep gizi seimbang, kebutuhan energi dan protein pada lansia, pentingnya konsumsi sayur dan buah, kecukupan cairan, serta pembatasan gula, garam, dan lemak. Edukasi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok dengan dukungan media presentasi dan modul edukasi yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.
Ketua tim pengabdi, Nurfaidah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang pola makan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular dan peningkatan kualitas hidup di usia lanjut. Pendekatan berbasis desa dipilih agar edukasi lebih kontekstual dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta memberikan respon yang sangat positif terhadap kegiatan ini. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Beberapa peserta menyampaikan bahwa materi yang diberikan mudah dipahami dan bermanfaat untuk diterapkan di rumah.
Hasil kegiatan juga menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai pentingnya mengatur konsumsi gula, garam, dan lemak serta menerapkan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami jadi lebih paham makanan apa yang baik untuk kesehatan di usia lanjut dan bagaimana mengatur makan agar tetap sehat,” ungkap salah seorang peserta kegiatan.
Suasana kegiatan berlangsung kondusif dan penuh antusiasme. Kehadiran peserta yang konsisten serta keaktifan dalam setiap sesi menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap edukasi kesehatan lansia. Tim pengabdi berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis komunitas desa merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan kesadaran kesehatan lansia. Tim pengabdi berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat dan produktif. (Why/Ans)


























