MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Dalam menjalani kehidupan ini, saya selalu ingat pesan orang tua. Orang tua saya berpesan, jadilah orang bernilai bukan sukses. Orang sukses belum tentu bernilai. Tetapi, orang bernilai sudah pasti sukses.
Kutipan pesan orang tua yang mendasari filosofi hidup Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. H.A.M. Nurdin Halid disampaikan pada Acara Buka Puasa DPP IKA UNM, Jumat (6/3/2026) di Ballroom Lantai 1 Menara Pinisi Kampus Gunungsari.
Ia mencontohkan makna pesan itu, banyak orang kaya dan hebat, tetapi pelit berbagi dengan sesamanya. Banyak pengusaha sukses, tetapi kikir mengeluarkan sedekah atau bantuan kepada orang di sekitarnya. Seseorang bernilai kalau memberi manfaat kepada orang lain.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Golkar mengungkapkan pula tentang melawan takdir seperti ditulis Prof. Hamdan Juhanis. Ia sependapat, alasannya Allah Swt. memberi ruang berdoa bagi manusia. Maknanya, dapat saja takdir itu berubah sejalan doa dan ikhtiar yang dilakukan manusia.
Terkait demo mahasiswa yang kerap berujung anarkis dan rusuh, Guru Besar UNM menyarankan agar dialog digelar agar mahasiswa menyampaikan aspirasi dan diberi edukasi pemahaman bagaimana berdemokrasi yang lebih santun.
“Saya siap berdialog dengan mahasiswa UNM agar dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan mahasiswa,” ungkapnya sembari menyapa WR 3 UNM.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof.Dr. Farida Pattingi, S.H., M.Hum. dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi IKA UNM. Ia menegaskan, IKA adalah etalase penting bagi pengembangan UNM. Tanpa IKA, UNM tidak dapat bergerak dan berdampak bagi masyarakat.
“Saya sangat senang dan bangga, semua sivitas akademika menyambut kehadiran saya di UNM. Saya merasa nyaman bekerja. Meski tugas utama di Universitas Hasanuddin (UNHAS), saya tetap berkomitmen mengatur waktu agar tugas yang diamanahkan di UNM dapat berjalan dengan baik,” jelas Wakil Rektor Bidang SDM, Sistem Informasi, dan Alumni UNHAS.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. dalam tauziah Ramadan mengurai tentang esei Ramadan yang dimuat di Harian Fajar dengan judul “Bonafide”.
Sebelum mengurai singkat tentang eseinya, Prof. Hamdan Juhannis memuji sifat dan kepribadian Prof. Nurdin Halid.
“Saya dan Prof. Nurdin Halid berasal dari Bone. Saya mengenal beliau sebagai seorang dermawan. Sifat berbagi sudah melekat pada dirinya, baik di waktu luang maupun sempit. Ia diibaratkan emasnya manusia dari segi berbagi,” puji Prof. Hamdan Juhannis yang pernah diuji oleh kasus uang palsu.
Menurut Prof. Hamdan Juhannis, tidak mudah memiliki sifat kederwanan seperti yang dimiliki Prof. Nurdin Halid. Ia membungkus kedermawanan dengan harga diri. Ia tidak mengampanyekan. Ia tidak pernah menyebarluaskan.
“Hal itulah menjadi marwah esei Bonafide. Istilah ini dari bahasa Latin berarti dengan itikad baik, jujur, atau dapat dipercaya. Figur Prof. Nurdin Halid menjadi Bonafide bagi sikap dan karakternya di manapun berkontribusi,” pungkasnya.
Dalam acara ini, dirangkaikan dengan kegiatan penyerahan buku karya Prof. Dr. Drs. H.A.M. Nurdin Halid yang berjudul “Koperasi Merah Putih: Jalan Ideologi Menuju Koperasi Pilar Negera” secara simbolis ke Prof. Farida Pattingi dan Prof. Hamdan Juhannis.
IKA UNM juga berbagi kepada panti asuhan dengan menyerahkan bingkisan yang diserahkan Prof. Farida Pattingi dan Prof. Nurdin Halid.
Ruangan Ballroom Lantai 2 Pinisi dipadati tamu undangan, di antaranya hadir para wakil rektor, dekan, pengurus pusat dan komisariat, dan mahasiswa. (Ans/Why)


























