Melalui Rumah Inovasi Indonesia, BRIN Ajak UNM Ubah Riset Menjadi Solusi Bangsa

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Kuliah Kebangsaan dan Diskusi Publik bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia di Ballroom Theater Menara Pinisi, Senin, 8 Juni 2026 lalu. Kegiatan ini menempatkan program unggulan Rumah Inovasi Indonesia (RII) sebagai isu utama dalam memperkuat hubungan antara kampus, riset, industri, pemerintah, UMKM, startup, dan masyarakat.

Narasumber utama kegiatan ini adalah Kepala BRIN Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Arif Satria, S.P., M.Si. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi pusat pengajaran, tetapi harus bergerak menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu menjawab persoalan nasional. Melalui konsep Teaching University, Research University, dan Innovation University, kampus didorong untuk membangun ekosistem akademik yang tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi berlanjut pada laboratorium, kolaborasi industri, pengembangan teknologi, dan penciptaan solusi nyata bagi masyarakat.

Program Rumah Inovasi Indonesia yang diperkenalkan BRIN menjadi salah satu jembatan penting untuk mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan publik dan dunia usaha. Program ini dirancang sebagai etalase inovasi nasional, pusat jejaring dan kolaborasi, sekaligus layanan terpadu untuk menghubungkan peneliti, investor, industri, pemerintah daerah, UMKM, startup, dan masyarakat. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya tersimpan sebagai dokumen akademik, tetapi dapat bergerak menjadi produk, kebijakan, teknologi, dan layanan yang memiliki dampak langsung.

Baca Juga :  Guru Besar FBS UNM Prof. Kembong Daeng Raih Anugerah Tokoh Literasi Keagamaan 2025 Kategori Pelestari dan Pengembang Literasi Keagamaan Berbasis Kearifan Lokal

Prof. Dr. Ir. Arif Satria, S.P., M.Si. menyampaikan bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, ancaman ketahanan pangan, percepatan teknologi eksponensial, hingga ketimpangan antara dunia riset dan dunia industri.

“Tidak ada bangsa dan tidak ada perusahaan yang bisa bertahan tanpa inovasi. Karena itu, riset harus memiliki arah, terhubung dengan kebutuhan industri, dan mampu menjawab persoalan masyarakat. Rumah Inovasi Indonesia hadir untuk memperkuat jembatan antara pengetahuan, teknologi, dan kebermanfaatan publik,” ujar Prof. Arif Satria.

Prof. Arif Satria juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar berupa sumber daya manusia, bonus demografi, keragaman hayati, serta potensi teknologi yang dapat dikembangkan untuk kemandirian bangsa. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menghasilkan riset, tetapi memastikan riset tersebut memiliki nilai guna, nilai ekonomi, dan nilai strategis bagi pembangunan nasional.

Sementara itu, Plt. Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNM untuk mempercepat penguatan budaya riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya insentif publikasi pada jurnal bereputasi, penguatan ekosistem riset, kolaborasi internasional, regenerasi peneliti, serta alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung kinerja dosen dan peneliti.

Baca Juga :  Unkhair Ternate Sukses Menggelar Musyawarah Konsorsium PTN Kawasan Timur Indonesia 2025, Rektor: Temu Pemimpin PT dan Temu Gagasan Kemajuan Indonesia Timur

“UNM terus mendorong dosen untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas riset, termasuk melalui publikasi pada jurnal bereputasi, kolaborasi internasional, mentoring, monitoring, dan penguatan ekosistem riset. Riset kampus harus mendukung arah kebijakan nasional dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkap Prof. Farida Patittingi.

Dalam konteks perguruan tinggi LPTK, UNM juga melihat peluang besar untuk memperkuat riset pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi pembelajaran. Perguruan tinggi kependidikan dinilai tidak hanya bertugas mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menghasilkan gagasan, model, teknologi, dan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

BRIN dan UNM menegaskan pentingnya transformasi kampus dari pusat pembelajaran menuju pusat produksi pengetahuan dan inovasi. Gagasan Teaching University diarahkan pada penguatan kurikulum, dosen, fasilitas belajar, serta kompetensi lulusan. Research University menekankan penguatan ekosistem riset, laboratorium modern, kualitas periset, peta jalan riset, dan dukungan dana. Adapun Innovation University mendorong lahirnya technopreneurship, sociopreneurship, science techno park, laboratorium lanjutan, applied research, dan keterlibatan industri. (Den/Ans/Why)

Berita Terkait

FBS UNM Kembali Lahirkan Doktor Baru, Nur Apriany Nukuhaly Gagas Model Pembelajaran Menulis Esai Berbasis Heutagogi
Dosen FBS UNM Akhmad Affandi Raih Beasiswa S3 Luar Negeri BKI 2026 untuk Studi di TU Dresden Jerman
Melalui IC-ST, Mahasiswa Poltekpar Makassar Berjejaring Nasional hingga Internasional
Prestasi Gemilang! Prodi S3 Pendidikan Ekonomi Program Pascasarjana UNM Raih Akreditasi Unggul, Bukti Mutu Tak Diragukan
Mentan Amran Dorong UNM Hadir dalam Swasembada dan Hilirisasi Pangan Nasional
FBS, FMIPA, dan FSD UNM Gelar Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Ulil Albab Kampus Parangtambung
Guru Besar FIP UNM Jadi Khatib Salat Iduladha 2026 di Pelataran Menara Pinisi, Jadikan Nilai-nilai Qurban sebagai Inspirasi Pengembangan Pendidikan
Empat Tim Ormawa UNM Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Tegaskan Komitmen Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:53 WIB

FBS UNM Kembali Lahirkan Doktor Baru, Nur Apriany Nukuhaly Gagas Model Pembelajaran Menulis Esai Berbasis Heutagogi

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:50 WIB

Melalui Rumah Inovasi Indonesia, BRIN Ajak UNM Ubah Riset Menjadi Solusi Bangsa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:17 WIB

Dosen FBS UNM Akhmad Affandi Raih Beasiswa S3 Luar Negeri BKI 2026 untuk Studi di TU Dresden Jerman

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:29 WIB

Melalui IC-ST, Mahasiswa Poltekpar Makassar Berjejaring Nasional hingga Internasional

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:20 WIB

Prestasi Gemilang! Prodi S3 Pendidikan Ekonomi Program Pascasarjana UNM Raih Akreditasi Unggul, Bukti Mutu Tak Diragukan

Berita Terbaru