MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)— Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) kembali melahirkan doktor baru melalui Sidang Promosi Doktor Program Studi S-3 Ilmu Pendidikan Bahasa. Sidang promosi tersebut berlangsung di Gedung Dekanat FBS UNM, tepatnya di Ruang Senat, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Promovendus dalam sidang ini adalah Nur Apriany Nukuhaly, mahasiswa Program Studi S-3 Ilmu Pendidikan Bahasa, dengan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Esai Berdasarkan Pendekatan Heutagogi di Perguruan Tinggi.”
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. Anshari, M.Hum., selaku Ketua Sidang sekaligus Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNM. Turut hadir dalam majelis sidang, Prof. Dr. Mantasiah R, M.Hum. sebagai Sekretaris/Kaprodi sekaligus Promotor, Prof. Dr. Azis, S.Pd., M.Pd. sebagai Kopromotor I, Prof. Dr. Juanda, M.Hum. sebagai Kopromotor II, Dr. Usman, S.Pd., M.Pd. dan Dr. H. Abd. Rahim, S.E., M.Pd. sebagai Penguji Internal, serta Prof. Dr. Indrya Mulyaningsih, M.Pd. sebagai Penguji Eksternal.
Melalui sidang promosi ini, FBS UNM menegaskan perannya sebagai ruang akademik yang terus mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam pengembangan ilmu pendidikan bahasa. Disertasi yang dipresentasikan Nur Apriany Nukuhaly mengangkat isu penting dalam pembelajaran menulis esai di perguruan tinggi, terutama bagaimana mahasiswa tidak hanya dilatih menghasilkan tulisan akademik, tetapi juga dibimbing menjadi pembelajar yang mandiri, reflektif, kritis, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.
Gagasan utama yang ditawarkan promovendus terletak pada pengembangan model pembelajaran menulis esai berbasis pendekatan heutagogi. Pendekatan ini memandang mahasiswa sebagai subjek aktif yang mampu menentukan kebutuhan belajar, mengelola proses berpikir, mengevaluasi sumber pengetahuan, menyusun argumen, serta merefleksikan kualitas tulisannya. Dengan demikian, pembelajaran menulis esai tidak berhenti pada keterampilan teknis menyusun paragraf, tetapi bergerak menuju pembentukan kapasitas berpikir akademik yang lebih matang.
Dalam pengantarnya, Ketua Sidang Prof. Dr. Anshari, M.Hum. menyampaikan bahwa sidang promosi doktor merupakan forum akademik yang tidak hanya menguji pertanggungjawaban ilmiah promovendus, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi keilmuan FBS UNM dalam melahirkan pakar baru di bidang pendidikan bahasa.
“Sidang promosi doktor ini merupakan momentum akademik yang penting bagi Fakultas Bahasa dan Sastra UNM. Melalui forum seperti ini, kita menyaksikan lahirnya gagasan ilmiah yang diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pengembangan pembelajaran bahasa, khususnya di perguruan tinggi,” ujar Prof. Anshari.
Prof. Anshari juga menegaskan bahwa FBS UNM terus berkomitmen menjaga kualitas proses akademik pada jenjang doktoral melalui bimbingan, pengujian, dan tradisi ilmiah yang kuat.
“Fakultas Bahasa dan Sastra UNM terus mendorong agar setiap karya doktoral memiliki kekuatan akademik, relevansi keilmuan, dan manfaat bagi pengembangan pendidikan. Sidang promosi ini menjadi bagian dari komitmen tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Penguji Eksternal Prof. Dr. Indrya Mulyaningsih, M.Pd. memberikan perhatian pada relevansi pendekatan heutagogi dalam pembelajaran menulis esai. Menurutnya, model yang dikembangkan promovendus memiliki nilai penting karena merespons kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut kemandirian, kreativitas, dan kemampuan reflektif mahasiswa.
“Gagasan yang dikembangkan dalam disertasi ini menarik karena menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses belajar. Dalam pembelajaran menulis esai, mahasiswa tidak cukup hanya mengikuti instruksi, tetapi perlu diberi ruang untuk menemukan gagasan, menguji argumen, dan merefleksikan kualitas tulisannya secara mandiri,” ungkap Prof. Indrya.
Ia menambahkan, pendekatan heutagogi dapat menjadi salah satu alternatif penguatan pembelajaran menulis akademik di perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi perubahan karakter mahasiswa dan perkembangan ekosistem pembelajaran yang semakin dinamis.
“Model ini memiliki potensi untuk memperkaya praktik pembelajaran menulis akademik. Nilainya terletak pada keberanian menggeser pembelajaran dari pola yang sepenuhnya dikendalikan dosen menuju pembelajaran yang lebih partisipatif, reflektif, dan memberi tanggung jawab lebih besar kepada mahasiswa,” jelasnya.
Sidang promosi doktor Nur Apriany Nukuhaly menjadi penanda bahwa FBS UNM terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya akademik di bidang pendidikan bahasa. Lahirnya doktor baru ini diharapkan tidak hanya menambah jumlah akademisi bergelar doktor, tetapi juga memperkaya khazanah model pembelajaran menulis esai yang lebih kontekstual, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi masa kini. (Den/Ans/Why)


























