MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)-Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menorehkan capaian prestasi mahasiswa membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak empat tim Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNM dinyatakan lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi UNM dalam mendorong penguatan kapasitas mahasiswa melalui program pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat, inovasi sosial, serta implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Berdasarkan pengumuman resmi PPK Ormawa 2026, empat proposal UNM yang memperoleh pendanaan berasal dari organisasi mahasiswa lintas fakultas dengan tema pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat desa, kesehatan, lingkungan, hingga penguatan ekonomi biru.
Adapun empat tim UNM yang lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 yakni:
1. BEM FMIPA UNM
Mengusung program RAJUT LAUT: Pengelolaan Rajungan Berkelanjutan Berbasis Bank Rajungan dan Sistem Pasca-Tangkap untuk Pemberdayaan Nelayan Nisombalia menuju Kemandirian Ekonomi Biru.
2. BKMF Sinapsis FIKK UNM
Dengan program Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Baruga SIPAKATAU (Sistem Kesehatan Terpadu) Berbasis Local Digital Health Center Beraring dalam mendukung SDGs Desa.
3. HIMANIKA FT UNM
Mengangkat inovasi HORT-SMART SYSTEM: Irigasi Pintar Berbasis Tenaga Surya dan Penyiraman Otomatis guna Optimalisasi Lahan Hortikultura Perbukitan Desa Gunung Silanu.
4. HIMAPRODI PBSI UNM
Melalui program Balai Panrita Romang Lasa: Pemberdayaan Partisipatif Berbasis Aset melalui Ekosistem Literasi dan Potensi Lokal menuju Desa Cerdas.
Capaian tersebut memperlihatkan kuatnya kultur kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa UNM dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan akademik dan pemberdayaan berkelanjutan.
Plt Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa UNM menembus pendanaan nasional PPK Ormawa 2026.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNM tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kemampuan inovasi, dan kepemimpinan yang kuat dalam memberdayakan masyarakat. Program-program yang lolos pendanaan ini menjadi representasi nyata semangat pengabdian dan transformasi sosial yang terus kami dorong di lingkungan UNM,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Guru Besar berdarah Suku Bugis Bone itu menegaskan, UNM terus berkomitmen menghadirkan ekosistem kemahasiswaan yang produktif, kreatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini tidak berhenti pada capaian administratif semata, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan dan penguatan karakter bagi mahasiswa,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Sn., menilai keberhasilan empat tim UNM tersebut merupakan hasil dari pembinaan organisasi kemahasiswaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“PPK Ormawa bukan sekadar kompetisi proposal, tetapi menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam membangun solusi atas persoalan riil di masyarakat. Empat tim yang lolos ini menunjukkan kualitas gagasan mahasiswa UNM semakin kompetitif di tingkat nasional,” katanya.
Menurutnya, program-program yang diusung mahasiswa UNM memiliki kekuatan pada aspek keberlanjutan dan relevansi kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat tema-tema yang diangkat mahasiswa sangat kontekstual, mulai dari kesehatan masyarakat, literasi desa, teknologi pertanian, hingga ekonomi biru. Ini menandakan mahasiswa UNM mampu membaca kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi berbasis keilmuan,” beber Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Sn.
UNM juga tercatat memiliki rekam jejak kuat dalam ajang PPK Ormawa tingkat nasional. Pada pelaksanaan Abdidaya PPK Ormawa tahun sebelumnya yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang, UNM sukses mendominasi penghargaan sehingga bisa disebut juara umum. Capaian tersebut semakin menegaskan posisi UNM sebagai salah satu perguruan tinggi dengan pengelolaan organisasi kemahasiswaan dan program pengabdian masyarakat terbaik di Indonesia. (Den/Asr/Why/Ans)


























