MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM), Akhmad Affandi, berhasil terpilih sebagai salah satu awardee Beasiswa Kemitraan Indonesia (BKI) Tahun 2026 untuk mengikuti program akademik internasional di TU Dresden, Jerman. Capaian ini menjadi salah satu bentuk pengakuan atas komitmen akademik, kapasitas riset, serta kontribusi dosen Indonesia dalam memperkuat jejaring keilmuan di tingkat global.
Perjalanan Akhmad Affandi menuju program ini melalui beberapa tahapan seleksi yang ketat. Sebelumnya, ia tercatat sebagai peserta Presentasi Proposal Program Pre-Doctoral Course Program Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dalam pengumuman tersebut, Akhmad Affandi dari UNM dijadwalkan mengikuti presentasi proposal riset pada Rabu, 10 September 2025.
Tahapan berikutnya berlanjut pada seleksi Beasiswa Kemitraan Indonesia Tahun 2026. Berdasarkan surat panggilan wawancara BKI Tahun 2026, Akhmad Affandi dinyatakan lolos seleksi dokumen dan diundang untuk mengikuti wawancara pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 09.00–09.30 WIB, dengan kode reviewer JIP–AWA.
Hasil akhir seleksi kemudian diumumkan melalui surat resmi Direktorat Sumber Daya Nomor 1461/DST/B4/DT.04.02/2026 tanggal 2 Juni 2026 tentang Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara Beasiswa Kemitraan Indonesia Tahun 2026. Dalam lampiran pengumuman tersebut, Akhmad Affandi dari Universitas Negeri Makassar tercantum sebagai salah satu dari 12 peserta yang lolos seleksi BKI Tahun 2026, dengan Tujuan TU Dresden Jerman.
Keberhasilan ini menjadi langkah penting bagi Akhmad Affandi dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset, khususnya pada bidang Applied Linguistics, English Medium Instruction (EMI), CLIL, teknologi pembelajaran bahasa, dan pemanfaatan AI dalam pendidikan. Melalui program di TU Dresden, Jerman, Akhmad Affandi berharap dapat memperluas wawasan akademik, membangun jejaring internasional, serta mengembangkan riset yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi di Indonesia.
Akhmad Affandi menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga bagian dari komitmen untuk membawa kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan bahasa Inggris, riset pembelajaran berbasis teknologi, dan peningkatan kualitas dosen Indonesia.
“Kesempatan ini menjadi amanah akademik bagi saya untuk terus belajar, memperluas jejaring internasional, dan membawa pulang gagasan serta praktik baik yang dapat dikembangkan di Indonesia, khususnya dalam penguatan pembelajaran bahasa, EMI, dan teknologi pendidikan,” ujar Akhmad Affandi, Sabtu (6/6/2026).
Program yang berhasil diraih Akhmad Affandi mendukung penguatan internasionalisasi FBS UNM, terutama melalui peningkatan kapasitas dosen, kolaborasi riset, dan pengembangan keilmuan yang berdampak pada mutu pendidikan tinggi. (Den/Ans/Why)


























