BONE, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Kamis (16/4/2026) tepat pukul 07.30 Wita, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama rombongan para wakil rektor, dekan dan direktur, ketua lembaga, kepala biro, ketua SPI, dan staf meninggalkan rumah jabatan untuk menuju Kabupaten Bone dalam rangka kunjungan kerja supervisi Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNM Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Pukul 10.00 Wita setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, rombongan tiba di Politeknik Pembangunan Pertanian (Poltekbang) Gowa Kampus Bakunge, desa tempat kelahiran Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. Bakunge berada di desa Mappesangka, Kecamatan Ponre. Salah satu desa lokasi KKN Reguler dan Terpadu UNM.
Di Kabupaten Bone, mahasiswa KKN UNM menempati dua kecamatan, yaitu Ponre dan Sibulue. Jumlah peserta sebanyak 170 orang tersebar di 15 posko. Koordiantor kabupaten dalam laporannya menyampaikan beberapa program kerja telah dilaksanakan, seperti penanaman bibit sayur, pembuatan inisiator, penyuluhan eco green, lorong Bugis, gerbang gizi, penanaman bibit alpukat, bank sampah, dan tempat daur ulang.
Kepala Pusat KKN-PPM UNM, Dr. Suarlin, M.Si., menyampaikan bahwa mahasiswa KKN sebanyak 672 orang tersebar di 15 kabupaten. Mahasiswa berada di lokasi selama dua dan tiga bukan. Ia menegaskan KKN merupakan wajah UNM termasuk sarana promosi institusi melalui karya pengabdian di masyarakat.
Bupati Kabupaten Bone yang diwakili Staf Ahli Bidang Sosial, Kesra, dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Wahida Rahim, M.Si. mengatakan KKN bukan hanya kewajiban akademik, melainkan juga media pembelajaran nyata di lapangan. Kehadiran mahasiswa KKN di Kabupaten Bone merupakan energi baru dalam edukasi dan pendampingan program pembangunan desa.
“KKN merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa sebagai kepedulian sosial dan kepemimpinan di masyarakat. KKN tidak hanya meninggalkan laporan kegiatan, tetapi lebih penting meninggalkan jejak kesan dari masyarakat,” katanya.
Plt. Rektor UNM, Prof.Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. sambutannya mengatakan mahasiswa KKN dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. KKN wadah sumbangsih ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Suatu pengalaman yang berbeda ketika duduk di ruang kelas dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Besar harapan bupati agar kehadiran mahasiswa KKN dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pengabdian masyarakat sebagai bagian kegiatan akademik, berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan berselancar di kehidupan masyarakat,” kata Prof. Farida Patittingi.
Ia berpesan agar mahasiswa dapat beradaptasi dan berkreasi dengan mengenali budaya dan adat kebiasaan masyarakat. Pengenalan awal budaya dan adat kebiasaan sangat penting untuk bisa berada di tengah masyarakat.
“KKN UNM ke depan harus variatif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Misalnya, untuk mengatasi anak tidak sekolah, UNM sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus hadir sebagai solusi. Termasuk perhatian utama pada kesehatan karena UNM memiliki program studi kedokteran dan ilmu kesehatan. Buat program terstruktur dan spesifik. KKN UNM harus mengatasi masalah masyarakat dan memberi solusi, bukan membebani,” pungkasnya.
Usai acara dilanjutkan silaturahim dan foto bersama pimpinan, dosen pendamping lapangan, dan para mahasiswa KKN. Kepala Desa Mappasengka mengajak rombongan dan mahasiswa KKN UNM bersantap siang di rumah kediamannya. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terjalin.
Setelah santap siang dan melaksanakan salat di rumah kepala desa, rombongan Plt. Rektor UNM dan pimpinan mampir di kediaman Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang bergaya rumat adat Bugis. (Ans/Why)













