Guru Besar FBS UNM Tulis Buku Mata Pelajaran Bahasa Makassar, Langsung Diterbikan PT Yudhistira Ghalia Indonesia

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Kembong Daeng, tampil di garda depan melalui penulisan buku mata pelajaran Bahasa dan Budaya Makassar untuk jenjang SMP/MTs.

Buku tersebut resmi diluncurkan oleh PT Yudhistira Ghalia Indonesia dalam sebuah kegiatan di Gedung BBPMP Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Rabu (15/4/2026). Peluncuran ini tidak sekadar seremoni, melainkan dirangkai dengan seminar dan sosialisasi pembelajaran Bahasa Makassar sebagai bahasa ibu di sekolah.

Tiga seri buku yang diperkenalkan masing-masing diperuntukkan bagi kelas VII, VIII, dan IX. Seluruhnya disusun berbasis Kurikulum Merdeka dengan pendekatan kontekstual yang dirancang lebih dekat dengan realitas kehidupan siswa, sekaligus mendorong minat belajar yang lebih tinggi.

Kepala Cabang PT Yudhistira Ghalia Indonesia Area Sulawesi, M. Idris Safa, menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi muatan lokal di dunia pendidikan. Ia menilai, inovasi dalam metode pembelajaran menjadi kunci agar bahasa daerah tidak ditinggalkan generasi muda.

Baca Juga :  FIKK UNM Kukuhkan 106 Lulusan, Plh Rektor UNM : Dulu Saya Memilih Jurusan Olahraga Sebagai Pilihan Saat Mendaftar Masuk Perguruan Tinggi

“Jika dikemas dengan model pembelajaran yang menarik, minat siswa terhadap Bahasa Makassar akan tumbuh lebih baik,” ujar Penerjemah Terjemahan Al-Quran dalam bahasa Makassar.

Idris juga melihat potensi pasar buku di Makassar dan Sulawesi Selatan masih sangat terbuka. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan rencana pengembangan buku serupa untuk bahasa daerah lain seperti Bugis, Mandar, dan Toraja.

Namun lebih dari sekadar produk pendidikan, buku ini membawa misi kultural yang kuat.

Prof. Kembong yang juga menjabat Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia menegaskan bahwa buku yang disusun tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter berbasis nilai-nilai budaya lokal. Di dalamnya telah dilengkapi capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, aktivitas, hingga evaluasi berupa soal esai dan pilihan ganda.

Baca Juga :  Perkuat Pendidikan Kedokteran, Unismuh Makassar Tambah Dua Program Studi PPDS, Kini Miliki 71 Program Studi

“Bahasa Makassar harus menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri. Ini bukan sekadar pelajaran, tetapi upaya melestarikan jati diri,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegas bahwa bahasa daerah tidak boleh terpinggirkan di ruang-ruang pendidikan formal.

Senada dengan itu, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Sultan, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa mata pelajaran bahasa daerah memiliki posisi yang tidak tergantikan. Di tengah derasnya globalisasi, bahasa daerah justru menjadi benteng terakhir identitas dan kearifan lokal.

“Tidak ada yang bisa menggantikan mata pelajaran bahasa daerah di sekolah. Apa pun alasannya, ini harus dipertahankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Menurut Prof Sultan, peluncuran buku ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa revitalisasi bahasa daerah tidak bisa ditunda. Ketika generasi muda mulai menjauh, maka pendidikanlah yang harus hadir sebagai ruang penyelamatan. (Den/Ans/Why)

Berita Terkait

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal
Dihadapan Ribuan Peserta PKKMB, FIKK UNM Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi
FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua
Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis
PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor
Sebanyak 100 Mahasiswa S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga Serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga Resmi Diterima Dalam Kegiatan PKKMB di FIKK UNM
Unismuh Makassar Perluas Jejaring ke Thailand, Targetkan 600 Mahasiswa Dapat Pengalaman Internasional
BIPA FBS UNM Sambut Sembilan Pebelajar Internasional dari Empat Negara

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Dihadapan Ribuan Peserta PKKMB, FIKK UNM Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:47 WIB

FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:21 WIB

PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor

Berita Terbaru