MAKASSAR , SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal positif bagi mahasiswa rumpun bahasa dan sastra untuk memperluas pengalaman profesional mereka di sektor keuangan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed, dalam acara “Road to Pekan Reksa Dana” yang berlangsung di Ruang Senat FBS UNM, Kamis (16/04).
Dalam sambutannya, Arif Machfoed menjelaskan bahwa sebagai lembaga yang memegang otoritas terhadap hampir seluruh sektor keuangan di Indonesia, OJK sangat terbuka terhadap kehadiran mahasiswa untuk belajar lebih dalam mengenai tata kelola keuangan nasional. Beliau menegaskan bahwa latar belakang keilmuan bahasa memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung penyebaran literasi keuangan kepada masyarakat.
“Kami sangat terbuka menerima mahasiswa dan pelajar yang ingin belajar mengenai keuangan. Kami juga menyambut baik jika ada mahasiswa yang ingin mengambil sektor magang di kantor kami,” ujar Arif Machfoed.
Kesempatan magang ini dirancang sebagai program yang berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya sekadar mengenal dunia kerja, tetapi juga dilibatkan dalam proses belajar yang substantif mengenai industri jasa keuangan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa FBS UNM untuk memahami peran strategis OJK dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Pihak FBS UNM menyambut hangat keterbukaan tersebut sebagai peluang emas bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di luar bidang akademik utama. Dengan adanya akses magang di lembaga negara seperti OJK, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi dunia kerja yang semakin multidisipliner.
Sinergi ini diharapkan terus berlanjut sehingga mampu mencetak lulusan yang tidak hanya mahir dalam bidang bahasa dan sastra, tetapi juga memiliki wawasan finansial yang luas dan pengalaman kerja yang relevan. (Den/Ans/Why)


























