Membanggakan, Gagasan Inovatif Dosen FIKK UNM Menangkan Madaya Sustainable Fund 2026, Gandeng Koperasi Kospermindo Berdayakan Petani Rumput Laut

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, INDONESIA (KabarPROFESIANA.co.id) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM). Dr. Fatoni, S.Pd., M.Pd., dosen Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM, bersama Koperasi Kospermindo, terpilih sebagai salah satu dari 11 pemenang Madaya Sustainable Fund 2026 yang diselenggarakan Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya (YWIB).

Program tersebut menyediakan total pendanaan sebesar Rp5 miliar untuk mendukung berbagai gagasan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pengembangan potensi lokal, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Sebagai tindak lanjut, Perjanjian Kerja Sama (PKS) implementasi program dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Gran Whiz Point Hotel, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Keberhasilan tersebut diraih setelah proposal yang diajukan melewati empat tahapan seleksi ketat, dengan penilaian mencakup kebaruan gagasan, rasionalitas program, relevansi terhadap permasalahan masyarakat, kelayakan implementasi, keberlanjutan, hingga potensi dampak ekonomi.

Fatoni mengusung program bertajuk “Pemberdayaan Petani Rumput Laut melalui Pendampingan Budidaya dan Inovasi Smart Drying House Berbasis Plastik UV untuk Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk.” Dalam implementasinya, program menggandeng Koperasi Kospermindo Makassar yang selama ini melakukan pembinaan terhadap petani rumput laut di Sulawesi Selatan.

Penyerahan berkas PKS oleh Ibu Anna Rahmawati, Ketua Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya Gagasan tersebut berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi petani rumput laut, terutama pada proses penanganan pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga dapat memengaruhi kualitas dan konsistensi produk.

Melalui Smart Drying House berbasis plastik UV, proses pengeringan diharapkan menjadi lebih efektif, higienis, dan terkontrol. Teknologi sederhana dan tepat guna tersebut diharapkan mampu membantu petani menghasilkan rumput laut dengan kualitas lebih konsisten, meningkatkan nilai tambah produk, sekaligus memperkuat daya saing komoditas rumput laut di pasar.

Baca Juga :  Unismuh Makassar Jadi Tuan Rumah Kamp Inklusif Penulisan Artikel Ilmiah Internasional, Bakal Dihadiri Wamendiktisaintek Stella Christie

Menariknya, gagasan tersebut lahir dari akademisi yang bidang keilmuan utamanya adalah fisiologi olahraga dan kebugaran jasmani. Dalam proses seleksi, latar belakang keilmuan Fatoni sempat menjadi perhatian karena program yang diajukan bersinggungan dengan kewirausahaan, teknologi tepat guna, dan pemberdayaan ekonomi.

Menurut Fatoni, akademisi tidak seharusnya membatasi kontribusi hanya pada satu ruang keilmuan ketika terdapat persoalan masyarakat yang dapat dijawab melalui kemampuan intelektual, pengalaman, kreativitas, dan kolaborasi. Pengalamannya mengampu mata kuliah Kewirausahaan serta keterlibatan dalam berbagai usaha turut membentuk perspektifnya dalam melihat peluang dan persoalan ekonomi masyarakat.

“Pada dasarnya, akademisi harus mampu mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya melalui kemampuan intelektual yang dimiliki. Ilmu tidak cukup hanya dibicarakan di ruang kelas, tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Pemikiran itulah yang menjadi salah satu latar belakang saya mengusulkan program ini,” ujar Fatoni.

Baginya, kolaborasi lintas bidang merupakan salah satu kekuatan perguruan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat karena ilmu pengetahuan dapat dipadukan dengan pengalaman, jejaring kemitraan, dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.

Program tersebut juga mendapat sambutan positif dari Arman Arfah, yang mendukung implementasi Smart Drying House sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan tidak seharusnya berhenti pada pemberian bantuan atau penerapan teknologi, tetapi harus mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi ekonominya.

Baca Juga :  In syaa Allah, Hari Ini, Senin, 7 Juli 2025, Pukul 17.00 Wita Rencana Diumumkan Hasil Seleksi Jalur Mandiri UNM 2025. Mau Tahu Hasilnya, Lihat di Link Pengumumannya

Pendekatan kolaboratif antara akademisi, koperasi, petani, dan lembaga pemberdayaan dinilai strategis untuk memastikan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan inovasi secara mandiri sehingga dampaknya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Keberhasilan meraih Madaya Sustainable Fund 2026 sekaligus menjadi gagasan ketiga Fatoni yang berhasil memperoleh dukungan pendanaan untuk diimplementasikan kepada masyarakat. Sebelumnya, program yang dikembangkannya juga memperoleh pendanaan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta PKM PNBP Kompetitif Universitas Negeri Makassar.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi akademik dapat menjadi fondasi untuk melahirkan inovasi, sementara kreativitas, pengalaman, jejaring, dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat menjadi modal penting agar gagasan dapat berkembang menjadi program yang memberikan dampak nyata.

Penyerahan Panduan Implementasi Program oleh Rida Badriyah, Tim Divisi Implementasi dan monitoring Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya Ibu.

Melalui program ini, pembangunan Smart Drying House tidak diposisikan sekadar sebagai penyediaan fasilitas, tetapi dipadukan dengan pendampingan budidaya, pengelolaan hasil panen, pemanfaatan teknologi pengeringan, serta penguatan orientasi kualitas dan nilai ekonomi produk.

Kolaborasi Fatoni, Koperasi Kospermindo Makassar, petani rumput laut, dan Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya menjadi contoh bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diwujudkan melalui inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dari kampus menuju masyarakat pesisir, Smart Drying House membawa misi yang lebih besar: meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing komoditas lokal, mendorong kemandirian petani, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan. (Rls/Why/Ans)

 

 

 

Berita Terkait

Kolaborasi Prodi Pendidikan IPS dan Sekolah, Asistensi Mengajar UNM Hadir di SMPN 7 Kota Makassar
Kepala SMAN 3 Makassar Resmi Terima Mahasiswa Asistensi Mengajar Prodi Pendidikan Ekonomi FEB UNM
Ramah Tamah Alumni FIKK UNM : Plt. Rektor UNM, Prof Farida Patittingi Serukan Perubahan Sekecil Apa Pun dan Harus Memberi Dampak
Dekan FIKK UNM Tegaskan Kelulusan Bukanlah Akhir Perjalanan Tetapi Awal Untuk Memasuki Dunia Pengabdian Sesungguhnya
Ramah Tamah Alumni, Dekan FBS UNM: Kelulusan Bukan Akhir, tetapi Awal Perjalanan Baru
Plt Rektor UNM Apresiasi Capaian Akademik FBS: 87 Persen Lulusan Cumlaude, Rata-rata Masa Studi 3 Tahun 8 Bulan
Dosen FIS-H UNM Bahas Sinergi Keilmuan dalam Penguatan Usaha Masyarakat Desa Lawallu : Kewirausahaan, Digitalisasi, Pemasaran, dan Literasi Keuangan
Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Membanggakan, Gagasan Inovatif Dosen FIKK UNM Menangkan Madaya Sustainable Fund 2026, Gandeng Koperasi Kospermindo Berdayakan Petani Rumput Laut

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Kolaborasi Prodi Pendidikan IPS dan Sekolah, Asistensi Mengajar UNM Hadir di SMPN 7 Kota Makassar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Kepala SMAN 3 Makassar Resmi Terima Mahasiswa Asistensi Mengajar Prodi Pendidikan Ekonomi FEB UNM

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Dekan FIKK UNM Tegaskan Kelulusan Bukanlah Akhir Perjalanan Tetapi Awal Untuk Memasuki Dunia Pengabdian Sesungguhnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Ramah Tamah Alumni, Dekan FBS UNM: Kelulusan Bukan Akhir, tetapi Awal Perjalanan Baru

Berita Terbaru