MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Plt Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., mengapresiasi capaian akademik Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM yang menunjukkan perkembangan positif, mulai dari tingginya jumlah lulusan berpredikat cumlaude hingga masa studi mahasiswa yang semakin efisien.
Hal tersebut disampaikan Prof. Farida dalam Ramah Tamah Alumni FBS UNM di Hotel Four Points Makassar, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pada periode Wisuda Agustus 2026, FBS UNM menghasilkan 115 lulusan dengan IPK rata-rata 3,90. Masa studi rata-rata tercatat hanya 3 tahun 8 bulan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 orang menyelesaikan studi di bawah empat tahun dan 100 lulusan atau 87 persen meraih predikat cumlaude.
Menurut Prof. Farida, capaian tersebut menunjukkan adanya progres positif dalam penyelenggaraan akademik FBS UNM.
“Luar biasa. Lulusan FBS yang cumlaude merupakan suatu prestasi akademik yang sangat bagus. Selalu ada progres yang baik dari FBS,” ujar Prof. Farida.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada Dekan FBS UNM Prof. Anshari, M.Hum., beserta jajaran karena dinilai terus melahirkan berbagai kebijakan dan inovasi, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam peningkatan sarana dan prasarana fakultas.
“Terima kasih Pak Dekan yang terus menghadirkan kebijakan-kebijakan baik, baik dalam penyelenggaraan akademik maupun peningkatan sarana dan prasarana. Tidak banyak dekan yang berpikir inovatif untuk terus meningkatkan fasilitas. Banyak inovasi itu pada akhirnya memberikan kebahagiaan kepada sivitas akademika,” katanya.
Prof. Farida bahkan menyebut Prof. Anshari sebagai sosok pimpinan yang konsisten menghadirkan sesuatu yang baru di lingkungan fakultas.
“Saya senang bertemu beliau karena selalu ada yang berbeda dalam setiap penampilan FBS. Sosok yang suka berinovasi. Pak Dekan selalu bersinar dan semangat seperti ini tentu memengaruhi sivitas akademika,” ungkapnya.
Selain menyoroti inovasi, Plt Rektor juga memberikan perhatian terhadap efisiensi masa studi mahasiswa FBS. Ia menilai rata-rata masa studi di bawah empat tahun merupakan capaian yang baik dan perlu terus dijaga.
Data FBS menunjukkan sebanyak 99 dari total 115 lulusan pada periode Agustus 2026 menuntaskan pendidikan dalam waktu kurang dari empat tahun. Masa studi rata-rata seluruh lulusan berada pada angka 3 tahun 8 bulan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Farida juga melontarkan wacana mengenai masa studi maksimal program sarjana yang menurutnya idealnya dapat diarahkan menjadi lima tahun.
“Saya mewacanakan masa studi S1 cukup lima tahun saja. Dalam jangka lima tahun mahasiswa seharusnya sudah dapat menyelesaikan studinya. Daripada terlalu lama berada di kampus, waktunya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ataupun mengembangkan karier,” ujarnya.
Kepada para alumni, Prof. Farida mengingatkan bahwa setelah meninggalkan kampus mereka akan memasuki fase baru yang jauh lebih kompleks. Ia menyebutnya sebagai “universitas kehidupan”.
“Selamat berselancar di universitas kehidupan. Tetapkan langkahnya, mau ke mana, tujuannya ke mana, dan mau menjadi seperti apa ke depan. Tidak bisa kita menggunakan prinsip tiba masa tiba akal,” pesannya.
Menurut Prof. Farida, lulusan perguruan tinggi harus mempunyai perencanaan yang jelas mengenai masa depan sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Ia menekankan posisi strategis lulusan FBS di tengah era digitalisasi. Kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dinilai semakin penting ketika ruang digital dipenuhi berbagai arus informasi, termasuk informasi palsu dan hoaks.
“Di tengah digitalisasi, bahasa memegang peranan penting. Literasi yang kita bangun harus positif, apalagi di tengah begitu banyaknya hoaks,” katanya.
Karena itu, Prof. Farida berharap alumni FBS tidak hanya mengandalkan kompetensi akademik. Kemampuan hard skill harus berjalan beriringan dengan soft skill, khususnya komunikasi, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, adaptasi, dan kemampuan membangun relasi.
“Kemampuan soft skill sangat penting. Hard skill dan soft skill harus dipadukan. Alumni FBS memiliki modal yang kuat karena mempunyai kemampuan berbahasa dan komunikasi,” jelasnya.
Prof. Farida juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan UNM sebagai tempat pendidikan putra-putrinya.
“Terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah memercayakan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan di UNM. Kami sebagai pimpinan selalu berupaya memberikan layanan terbaik dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada mahasiswa,” ujarnya.
Pada periode wisuda kali ini, lulusan terbaik jenjang sarjana FBS UNM diraih Kayla Zahra Prawoto Pribadi, S.S. dari Sastra Inggris dengan IPK 3,99. Lulusan terbaik magister diraih St. Nur Aima Fatima, M.Pd. dari Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 4,00, sedangkan lulusan terbaik doktor diraih Dr. Zulkifli Surahmat dari Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 4,00.
Prof. Farida berharap capaian akademik tersebut menjadi modal bagi alumni FBS UNM untuk berkompetisi di dunia kerja, melanjutkan pendidikan, serta berkontribusi bagi masyarakat dengan tetap membawa karakter dan nama baik almamater. (Ikb/Ans/Why)


























