Dosen FIS-H UNM Bahas Sinergi Keilmuan dalam Penguatan Usaha Masyarakat Desa Lawallu : Kewirausahaan, Digitalisasi, Pemasaran, dan Literasi Keuangan

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barru, Sulawesi Selatan (KabarPROFESIANA.co.id)– Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilakukan secara kolektif oleh dosen dari Jurusan Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar di Poklahsar Kinan Merah Putih, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, 8 Agustus 2026.

Sebanyak sembilan tim dengan fokus keilmuan dan program yang berbeda bergerak secara serentak pada satu lokus dan mitra yang sama. Kegiatan kolektif ini diarahkan untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pengabdian, sekaligus membangun keterhubungan antarprogram dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Seluruh kegiatan memiliki tujuan penguatan yang sama, yaitu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha agar mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tengah dinamika lingkungan bisnis.

Dalam sesi pembukaan, Kepala Desa Lawallu, Raswady, S.IPem., menyampaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat terkait perubahan aktivitas ekonomi dari pemanfaatan sumber daya laut menuju budidaya tambak. Penurunan produksi dan risiko kegagalan panen menjadi tantangan yang mendorong perlunya alternatif pengembangan usaha serta peningkatan nilai tambah hasil perikanan. Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks penting bagi pelaksanaan pengabdian.

Baca Juga :  Prof Muhadjir Dorong Unismuh Makassar Jadi Kampus Muhammadiyah yang terbuka dan Inklusif 

Sembilan tim hadir dengan fokus masing-masing, meliputi transformasi pengelolaan usaha dan penguatan psikologis pelaku usaha (Tim Dr. Syarifuddin, S.Sos., M.AP), pengembangan dan diversifikasi produk berbasis potensi lokal (Tim Dr. Aris Baharuddin, M.AB; dan Tim Dr. Rezal Hadi Basalamah, S.E., M.A.P), digital marketing (Dr. Asmar, S.Pd., M.Pd), branding (Tim Dr. Maya Kasmita, S.STP., M.AP), literasi dan manajemen keuangan Tim Dr. Asmar, S.Pd., M.Pd.; dan Tim Leonardo Davidsi Sipayung, S.E., MBA), pengembangan karakter womenpreneur berbasis nilai kewirausahaan lokal Bugis-Makassar (Dr. Drs. Andi Muhammad Rivai, M.Si), serta kepemimpinan dan keberlanjutan kelembagaan usaha (Dr. Rudi Salam, S.Pd., M.Pd).

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan bersama, berbagai fokus tersebut dirangkum dalam tiga pondasi penguatan, yaitu penguatan kapasitas kewirausahaan dan pengembangan produk berbasis potensi lokal; pemanfaatan teknologi untuk mendukung digitalisasi bisnis; serta penguatan literasi dan pengelolaan keuangan usaha.

Ketiga pondasi disampaikan oleh Dr. Aris Baharuddin, S.Pd., M.A.B., Andhi Febisatria, S.E., M.Sc., dan Eureka Tryzarazwanty R. Laega, S.E., M.SM.

Baca Juga :  Nurlaila, Dosen UIN Amsa Ambon, Raih Doktor Cumlaude di FBS UNM, Persembahkan Gelar untuk Kedua Orang Tua

Setelah sesi bersama, masing-masing tim melanjutkan pendampingan sesuai fokus dan kebutuhan mitra. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut pada proses pendampingan yang lebih aplikatif dan spesifik.

Proses kegiatan berlangsung interaktif, kondusif, dan saling mendukung. Model ini memungkinkan berbagai fokus dan keahlian yang dibawa oleh sembilan tim membangun ekosistem penguatan yang saling melengkapi. Pengembangan produk dapat diperkuat melalui branding dan pemasaran, digitalisasi ditopang oleh peningkatan kapasitas pelaku usaha, sementara keberlanjutan usaha diperkuat melalui literasi dan pengelolaan keuangan, karakter kewirausahaan, serta kepemimpinan.

Sinergi lintas bidang tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan tidak secara parsial, tetapi melalui kolaborasi keilmuan yang terintegrasi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Bagi perguruan tinggi, pendekatan ini menjadi ruang untuk menghadirkan pengetahuan dan keahlian secara lebih efektif; sementara bagi mitra, kehadiran berbagai tim memberikan penguatan usaha dari berbagai aspek yang saling terhubung. (Rls/Why/Ans)

 

 

 

 

Berita Terkait

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal
Dihadapan Ribuan Peserta PKKMB, FIKK UNM Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi
FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua
Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis
PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor
Sebanyak 100 Mahasiswa S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga Serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga Resmi Diterima Dalam Kegiatan PKKMB di FIKK UNM
Unismuh Makassar Perluas Jejaring ke Thailand, Targetkan 600 Mahasiswa Dapat Pengalaman Internasional
BIPA FBS UNM Sambut Sembilan Pebelajar Internasional dari Empat Negara

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:06 WIB

Dosen FIS-H UNM Bahas Sinergi Keilmuan dalam Penguatan Usaha Masyarakat Desa Lawallu : Kewirausahaan, Digitalisasi, Pemasaran, dan Literasi Keuangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:47 WIB

FBS UNM Sambut 1.352 Mahasiswa Baru 2026, Dekan: Jaga Harapan Orang Tua

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Pendampingan Nelayan : Merokok Dikendalikan, Senyum Sehat Dipertahankan Berbasis Kearifan Bugis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:21 WIB

PKKMB Pascasarjana FBS UNM, Dekan Tegaskan Integritas Akademik dan Tolak Praktik Gratifikasi di Hadapan 140 Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor

Berita Terbaru