GOWA, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Semangat pengabdian kepada masyarakat diwujudkan mahasiswa Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Industrial Care (I-CARE) 2026 di Desa Bilalang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8).
Mengangkat tema “Boko Bili Insight: Mengoptimalkan Potensi Wisata Alam melalui Kolaborasi Masyarakat Desa Bilalang”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi sekaligus berkontribusi langsung terhadap pengembangan potensi desa.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unhas, dilanjutkan laporan panitia, sambutan pemerintah desa dan sivitas akademika, serta peluncuran Desa Wisata Bilalang. Salah satu agenda utama adalah sosialisasi mengenai pengembangan potensi Air Terjun Boko Bili sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata desa.
### Berangkat dari Identifikasi Potensi Desa
Ketua Panitia I-CARE 2026, Abdul Mahfud Huseng, menjelaskan bahwa program tersebut tidak disusun secara tiba-tiba. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei dan identifikasi terhadap potensi yang dimiliki Desa Bilalang sebelum merumuskan program pengabdian.
“Sebelumnya kami melakukan survei dan identifikasi potensi, kemudian dirumuskan menjadi tema optimalisasi Air Terjun Boko Bili. Ini merupakan bagian dari program kerja kami. Tradisi kami adalah menerapkan ilmu dan pengetahuan yang kami miliki di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan I-CARE 2026 merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat dengan dukungan dari kampus. Ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, namun berharap program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Bilalang.
Komitmen tersebut juga ditegaskan Ketua Umum Badan Eksekutif HMTI Fakultas Teknik Unhas Periode 2026, Muh Rifki Umar, Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat desa sekaligus menegaskan bahwa I-CARE telah memasuki tahun kedua pelaksanaan pengabdian di kawasan Boko Bili.
### Desa Wisata Bilalang Sambut Kolaborasi Mahasiswa
Kepala Desa Bilalang, Abdul Hafied Parallu, S.E., menyambut positif kehadiran mahasiswa HMTI Unhas. Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan dukungan konkret bagi desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Gowa melalui keputusan bupati.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri. Mulai dari venue, tiket masuk ke air terjun, branding, promosi, dan sebagainya, semuanya sangat membantu kami,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama antara mahasiswa dan pemerintah desa dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi pengembangan Desa Wisata Bilalang.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Dr. Eng. Ir. Irwan Setiawan, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng, Sekretaris Departemen sekaligus Kepala Subdirektorat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Hasanuddin.
Ia menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.
“Ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi. Terima kasih kepada Desa Bilalang yang telah menerima mahasiswa kami. Kegiatan ini menjadi wujud penerapan inovasi dan teknologi di desa,” katanya.
### Tidak Hanya Air Terjun, Desa Memiliki Banyak Potensi
Dalam kegiatan tersebut, Masri Ridwan, M.Pd., Dosen Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Politeknik Pariwisata Makassar, menekankan bahwa pengembangan Desa Wisata Bilalang tidak seharusnya hanya bertumpu pada Air Terjun Boko Bili.
Menurutnya, kekuatan utama desa justru terletak pada komitmen masyarakat dan keberagaman sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata.
“Selain air terjun, potensi lain perlu dimaksimalkan, seperti budaya, aktivitas masyarakat, UMKM, dan berbagai kehidupan keseharian masyarakat desa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa arah pembangunan pariwisata saat ini tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup masyarakat, kebutuhan wisatawan, kebersihan lingkungan, serta keberlanjutan.
“Esensi desa wisata adalah ketika pengunjung datang untuk merasakan pengalaman hidup di desa: makan dengan cara masyarakat desa, menyapa masyarakat, melihat aktivitas petani, dan menikmati kehidupan lokal,” ujarnya.
Posisi Desa Bilalang yang berada di sekitar kawasan Bendungan Bili-Bili juga dinilai menjadi modal penting untuk membangun jejaring destinasi dan memperkuat posisi desa dalam ekosistem pariwisata Kabupaten Gowa.
Mahasiswa dan Desa: Kolaborasi untuk Keberlanjutan
I-CARE 2026 menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Survei, identifikasi potensi, branding, promosi, penguatan pengelolaan kunjungan, hingga edukasi masyarakat menjadi bagian dari proses membangun kapasitas desa.
Kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi penting agar potensi Boko Bili dapat berkembang secara lebih terarah.
Bagi Desa Bilalang, kehadiran mahasiswa memberikan tambahan energi dan perspektif baru. Sementara bagi mahasiswa, pengabdian menjadi ruang pembelajaran nyata untuk menguji ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
Melalui I-CARE 2026, **Boko Bili tidak hanya dipandang sebagai air terjun, tetapi sebagai bagian dari ekosistem Desa Wisata Bilalang yang memiliki potensi alam, budaya, ekonomi lokal, dan kehidupan masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. (Rls/Ans/Why)


























