Tim Kaji Ketahanan Pangan melalui Tradisi Lisan Meong Palo Karellae di Sidrap dan Barru

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDRAP/BARRU, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Upaya menggali nilai-nilai lokal (ritual agraris dan ekologis) dalam mendukung ketahanan pangan dilakukan melalui kajian tradisi lisan Meong Palo Karellae di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas M. Ridwan, Yeni Yulianti, Besse Darmawati, Rahmawati, Adri, dan Usman, pada 7–20 Agustus 2026 dari Organisasi Riset Arekologi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Kajian ini menempatkan Meong Palo Karellae sebagai salah satu warisan tradisi lisan yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat, khususnya dalam memandang pangan, pertanian, lingkungan, dan keberlangsungan kehidupan.

Pelaksanaan kegiatan di dua kabupaten tersebut dilakukan untuk menggali informasi mengenai keberadaan tradisi lisan Meong Palo Karellae serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Tim juga mengkaji relevansi nilai tersebut dengan persoalan ketahanan pangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat dalam menjaga sumber pangan dan keberlanjutannya.

Baca Juga :  Silaturahmi Kerukunan Keluarga Alumni dan Mahasiswa Marioriawa Berlangsung Hikmad

Dalam konteks tersebut, pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan dinilai penting untuk dikaji sebagai bagian dari kekayaan pengetahuan masyarakat.

Meong Palo Karellae menjadi salah satu tradisi lisan yang menarik perhatian karena di dalamnya terdapat gambaran mengenai kehidupan masyarakat dan relasinya dengan pangan serta lingkungan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut menjadi bahan penting untuk melihat bagaimana masyarakat pada masa lalu memahami dan menyikapi persoalan kehidupan yang berkaitan dengan sumber pangan.

M. Ridwan bersama Yeni Yulianti, Besse Darmawati, Rahmawati, Adri, dan Usman melakukan pengumpulan data di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Barru selama periode kegiatan. Penggalian data tersebut diarahkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tradisi lisan Meong Palo Karellae dari masyarakat sebagai pemilik dan pewaris tradisi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan kebudayaan dengan persoalan aktual masyarakat. Tradisi lisan tidak hanya dipandang sebagai cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang dapat memberikan gambaran mengenai nilai, norma, dan cara pandang masyarakat terhadap lingkungan dan kehidupan.

Baca Juga :  Abdul Kadir Kamaluddin, Wakil Rektor III Unkhair Ternate Bekali Materi Organisasi Kemahasiswaan Bagi Mahasiswa Baru

Dengan mengangkat Meong Palo Karellae dalam perspektif ketahanan pangan, kajian tersebut diharapkan dapat memperlihatkan bahwa upaya menjaga pangan juga memiliki dimensi budaya. Pengetahuan lokal yang tersimpan dalam tradisi masyarakat dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan pada masa kini.

Pelaksanaan kegiatan di Sidrap dan Barru berlangsung hingga 20 Agustus 2026. Hasil pengumpulan data selanjutnya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai nilai-nilai ketahanan pangan yang terkandung dalam tradisi lisan Meong Palo Karellae sekaligus mendorong perhatian terhadap pelestarian tradisi lisan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Sulawesi Selatan. (Rls/Why/Ans)

Berita Terkait

HMTI FT Unhas Gelar I-CARE 2026, Hadirkan Dosen Poltekpar Makassar: Dorong Optimalisasi Daya Tarik Wisata Air Terjun Boko Bili
Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal
DIPA Unsulbar 2026 Dorong Penguatan Kemitraan Sekolah melalui Pembelajaran Kontekstual di SDN 18 Deteng-Deteng
PGRI Cabang Khusus UNIMEN Resmi Terbentuk, Rektor Dorong Kolaborasi Dosen dan Guru Melalui Seminar dan Program Magister
PKKMB Prodi PGSD Jurusan Pendidikan dan Keguruan FKIP Unsulbar 2026: Pendidik Malqbiq Menuju Keberagaman dan Generasi Humanis
PGSD FKIP Unsulbar Gelar Pengabdian Kemitraan, Dorong Smart School Berbasis AI di SDN 18 Deteng-Deteng
PPK Ormawa BEM FMIPA UNM Gelar Pelatihan Pembuatan Pelet dari Limbah Rajungan
Pengurus IKA SMAN 3 Gowa Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Rapat Kerja Tegaskan Arah Organisasi dari Silaturahmi Menuju Kontribusi

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:44 WIB

HMTI FT Unhas Gelar I-CARE 2026, Hadirkan Dosen Poltekpar Makassar: Dorong Optimalisasi Daya Tarik Wisata Air Terjun Boko Bili

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Tim Kaji Ketahanan Pangan melalui Tradisi Lisan Meong Palo Karellae di Sidrap dan Barru

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Cegah Stunting di Desa A’bulosibatang, UMI Dorong Inovasi Pangan Lokal

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:50 WIB

DIPA Unsulbar 2026 Dorong Penguatan Kemitraan Sekolah melalui Pembelajaran Kontekstual di SDN 18 Deteng-Deteng

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:15 WIB

PGRI Cabang Khusus UNIMEN Resmi Terbentuk, Rektor Dorong Kolaborasi Dosen dan Guru Melalui Seminar dan Program Magister

Berita Terbaru