Pimpinan BAZNAS Makassar dan Dinas Sosial Perkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar PROFESIANA,co,id:

BAZNAS memiliki kekuatan filantropi umat, sementara Dinas Sosial memiliki instrumen intervensi makro. Ketika keduanya digabungkan menggunakan basis data yang sama, maka program pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, misalnya, dapat dikeroyok bersama-sama.

Kolaborasi BAZNAS dan Dinas Sosial ini tidak terlepas dari  payung hukum Keputusan Menteri Agama (KMA) No 885 tahun 2026. KMA ini sekaligus  menandai perubahan paradigma dari berbasis amal, menuju berbasis pembangunan.

Demikian yang mengemuka saat pimpinan BAZNAS Makassar masing masing H.Usman Sofian, Yusran Sofyan, dan Abdul Azis Ilyas didampingi dua staf Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa bersilaturahmi dengan Kadis Sosial Makassar H. Andi Bukti Djufrie, Selasa, 18 Agustus. Tujuan silaturahmi  guna memperkuat dan mendukung program melalui sumber Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, atau DTSEN tersebut.

Ketua BAZNAS Makassar

Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian, mengemukakan, selama ini terjadi tumpang tindih pemberian bantuan, baik oleh lembaga amil—BAZNAS, maupun  pemerintah. Karena itu, melalui Keputusan Menteri Agama No 885 tersebut, diharapkan tidak akan terjadi lagi double-double data, terutama di dalam pemberdayaan.

Baca Juga :  Dankodaeral VI Menghadiri Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa TNI AL 2026

“ Dalam rangka mendukung program pemerintah, yaitu  peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan, maka ke depan, sumber data yang digunakan adalah DTSEN. Penggunaan sumber data ini agar pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, serta penyaluran dana sosial keagamaan lainnya, maupun pemberdayaan mustahik lebih transparan, akuntabel, akurat, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sekretaris Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Kota Makassar yang juga mantan Sekretaris dan Ketua Tanfidhziyah PC NU Kota Makassar itu berharap, penguatan KMA ini menjadi “bahasa universal” yang wajib digunakan bersama. Artinya, ketika BAZNAS ingin mendistribusikan zakat produktif atau bantuan darurat, dan Dinas Sosial hendak meluncurkan intervensi penanggulangan kemiskinan, acuan mereka adalah satu, data yang sama, valid, dan by name by address.

“Bagi BAZNAS, penggunaan data tunggal ini bukan semata urusan administrasi birokrasi, melainkan sebuah revolusi moral dalam amanah umat. Zakat dan dana sosial keagamaan adalah dana titipan yang harus sampai kepada tangan yang paling berhak, atau mereka yang disebut mustahik hakiki,” ujarnya seraya menambahkan, tidak akan lagi cerita mustahik fiktif, atau distribusi yang salah alamat.

Baca Juga :  Menyambut HUT Ke-48 Rumkital Jala Ammari Gelar Webinar Kesehatan Terapi Oksigen Hiperbarik

Bagi BAZNAS, ini adalah angin segar untuk mendongkrak efektivitas program pendayagunaan. Zakat tidak lagi hanya habis untuk konsumtif jangka pendek, tetapi dapat diarahkan secara strategis untuk mengentaskan kemiskinan secara permanen—seperti melalui modal usaha, beasiswa pendidikan, atau layanan kesehatan—karena profil mustahik telah dibaca secara komprehensif dalam sistem data tunggal.

Pernyataan senada dikemukakan Kadis Sosial H. Andi Bukti Djufrie. Mantan Sekwan Kota Makassar itu menambahkan, skema ini dipastikan bakal memangkas potensi munculnya ‘penerima ganda’ yang mendapat kucuran dana dari beberapa lembaga sekaligus pada waktu bersamaan. (din pattihusiwa/tim media baznas makassar)

Berita Terkait

PKKMB S1 Pendidikan IPS UNM, Langkah Awal Mahasiswa Baru Menuju Generasi Pendidik Berkarakter
Sebanyak 164 Mahasiswa Baru BK FIP UNM Ikuti PKKMB 2026, Dorong Jadi Sarjana Berprestasi dan Intelektual Muda
Prof Andis Mewakili Rektor Unismuh Makassar Hadiri Semiloka Nasional Pimpinan PTN dan PTS Bahas Pendidikan Guru
Menjaga Maruah Organisasi, PWI Sulsel Komitmen Layani dan Tertibkan Administrasi Anggota
Sinergi Dua Pilar Media: Cara PWI Sulsel dan RRI Makassar Rawat Kualitas Informasi Publik
Belajar dari Universiti Teknologi Malaysia, Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar Dorong Kolaborasi Berdampak untuk Perkuat Daya Saing Global
Puncak Perayaan HUT Kodaeral Tahun 2026 di Makassar berlangsung Meriah dan Megah
Tampil Sangar, Kapal Perang Siluman KRI Golok-688 Milik TNI AL Bikin Warga Makassar Histeris Sampai Diserbu Ribuan Orang di NBOD HUT Kodaeral Tahun 2026

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:27 WIB

PKKMB S1 Pendidikan IPS UNM, Langkah Awal Mahasiswa Baru Menuju Generasi Pendidik Berkarakter

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Sebanyak 164 Mahasiswa Baru BK FIP UNM Ikuti PKKMB 2026, Dorong Jadi Sarjana Berprestasi dan Intelektual Muda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Prof Andis Mewakili Rektor Unismuh Makassar Hadiri Semiloka Nasional Pimpinan PTN dan PTS Bahas Pendidikan Guru

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Menjaga Maruah Organisasi, PWI Sulsel Komitmen Layani dan Tertibkan Administrasi Anggota

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:47 WIB

Sinergi Dua Pilar Media: Cara PWI Sulsel dan RRI Makassar Rawat Kualitas Informasi Publik

Berita Terbaru