KUALA LUMPUR MALAYSIA (KabarPROFESIANA.co.id)– Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. H. Herman H., S.Pd., M.Pd., melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Malaysia dengan mengangkat tema “Model Kolaboratif Implementasi Kebijakan Asta Cita dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus penguatan kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia. ITBM sendiri merupakan lembaga nasional Malaysia yang bergerak dalam bidang penerjemahan, perbukuan, dan transfer ilmu pengetahuan.
Dalam pemaparannya, Dr. Herman menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan Asta Cita membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat sipil, dan mitra internasional. Menurutnya, tantangan pembangunan masa depan tidak dapat diselesaikan oleh satu aktor saja, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor dan lintas negara.
“Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi kebijakan publik,” ujar Dr. Herman dalam forum diskusi.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur akademisi, praktisi, pengelola lembaga, serta kelompok masyarakat yang berada di bawah jejaring Institut Terjemahan dan Buku Malaysia. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran pengalaman, praktik baik, dan gagasan strategis terkait pembangunan berkelanjutan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program pengabdian internasional ini sejalan dengan semangat penguatan kemitraan global yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui transfer pengetahuan, pengembangan kompetensi, dan inovasi lintas negara.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian masalah publik, penguatan kolaborasi internasional, dan peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk memperluas kerja sama akademik serta pengembangan program-program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan pembangunan abad ke-21. (Rls/Why/Ans)


























