MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., menyerukan seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga kebersamaan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai kepentingan yang berpotensi memecah persatuan kampus.
Seruan tersebut disampaikan Prof. Farida pada Malam Penganugerahan UNM Award 2026 yang digelar di Ballroom Teater Lantai 3 Menara Pinisi UNM, pada Minggu, 2 Agustus 2026 lalu. Kegiatan ini sekaligus menutup seluruh rangkaian peringatan Dies Natalis ke-65 UNM.
Menurut Prof. Farida, Dies Natalis tidak boleh dimaknai sebatas perayaan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi perekat bagi seluruh unsur universitas dalam membangun UNM sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.
Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan kekompakan harus terus dirawat, terutama di tengah berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan kampus. Seluruh sivitas akademika diminta menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Jangan mudah terprovokasi dan terpecah belah. Jangan biarkan orang lain merusak UNM. UNM adalah rumah kita bersama,” tegas Prof. Farida.
Prof. Farida mengatakan, UNM memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Hal tersebut terlihat dari beragam prestasi yang dicapai dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, peneliti, serta pengabdi dalam bidang akademik, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, potensi besar tersebut hanya dapat berkembang secara optimal apabila didukung oleh suasana kelembagaan yang harmonis, solid, dan saling menguatkan. Perbedaan pandangan tidak seharusnya berubah menjadi konflik yang melemahkan institusi.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen kampus menjadikan Dies Natalis ke-65 sebagai momentum untuk memperbarui komitmen terhadap kemajuan universitas. Kebersamaan harus menjadi fondasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat produktivitas riset, dan memperluas dampak pengabdian UNM kepada masyarakat.
Sebagai bentuk penguatan rasa memiliki terhadap universitas, Prof. Farida juga menciptakan syair lagu yang membawa pesan persatuan dan kecintaan terhadap almamater. Syair tersebut diharapkan menjadi simbol yang mempererat hubungan antarsivitas akademika.
Malam Penganugerahan UNM Award 2026 dihadiri jajaran pimpinan universitas, di antaranya para wakil rektor, dekan, direktur, Ketua Senat, Ketua Majelis Profesor, kepala lembaga, kepala biro, Ketua Satuan Pengawasan Internal, serta pimpinan fakultas, jurusan, dan program studi.
Hadir pula dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra perbankan dan perhotelan, serta dua mantan Rektor UNM, yakni Prof. Dr. Syahruddin Kaseng dan Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, UNM memberikan penghargaan kepada insan-insan kampus yang dinilai menunjukkan prestasi, dedikasi, dan kontribusi nyata bagi universitas serta masyarakat.
Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, meliputi Guru Besar Berdampak, Dosen Terbaik, Peneliti Terbaik, Pengabdi Terbaik, Koordinator Program Studi Terbaik, Tenaga Kependidikan Terbaik, dan Mahasiswa Bertalenta.
Penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap individu-individu yang telah berkontribusi dalam mengangkat reputasi UNM. Penghargaan juga diharapkan memacu tumbuhnya budaya berprestasi yang sehat, objektif, dan berorientasi pada dampak.
Selain pemberian anugerah award, dilakukan pula pengundian doorprize. Hadiah utama diberikan oleh Ketua Umum DPP IKA UNM, Prof.Dr. H. Andi Muhammad Nurdin Halid, berupa 5 umroh. Hadiah 3 umroh sudah diundi di acara Minggu Gembira dan Senam Sehat dan 2 umroh diundi pada malam penganugerahan award.
Melalui malam puncak tersebut, UNM tidak hanya menutup rangkaian Dies Natalis ke-65, tetapi juga menegaskan kembali bahwa kekuatan universitas terletak pada persatuan seluruh warganya.
Di tengah berbagai tantangan kelembagaan, Prof. Farida mengingatkan bahwa UNM harus dijaga sebagai rumah bersama. Prestasi, inovasi, dan daya saing global hanya dapat diwujudkan apabila seluruh sivitas akademika bergerak dalam semangat kebersamaan dan menolak segala upaya yang dapat merusak keutuhan institusi. (Den/Ans/Why)


























