MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin pesat tidak hanya membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan terhadap eksistensi dan kedaulatan bahasa Indonesia. Merespons tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMAPRODI PBSI) DEMA JBSI Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar Olimpiade Pendidikan (OPEN) dan Pekan Pujangga XIII.
Rangkaian kegiatan tersebut secara resmi dibuka di Lapangan Basket FBS, Kampus Parangtambung UNM, Sabtu, 1 Agustus 2026. Pembukaan dihadiri ratusan peserta dari tingkat SMP, SMA/sederajat, dan perguruan tinggi, serta guru pendamping dan jajaran pimpinan universitas.
Pada penyelenggaraan tahun ke-13, OPEN dan Pekan Pujangga mengusung tema *“Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial: Meneguhkan Kedaulatan Linguistik, Merawat Keberagaman, dan Mengukuhkan Sastra sebagai Pilar Peradaban.”*
Tema tersebut menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak seharusnya menggeser kedudukan bahasa dan sastra Indonesia. Sebaliknya, kecerdasan artifisial perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat literasi, menjaga keberagaman bahasa, dan mendorong generasi muda agar semakin kritis, kreatif, serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Sebagai bentuk pengembangan kegiatan, OPEN dan Pekan Pujangga XIII menghadirkan dua cabang lomba baru, yaitu Stand Up Comedy bagi peserta tingkat SMA/sederajat dan Lomba Esai Nasional bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kehadiran kedua cabang lomba tersebut memperluas ruang ekspresi peserta. Stand Up Comedy tidak hanya menguji kemampuan menghibur, tetapi juga kecakapan mengolah bahasa, membaca realitas sosial, dan menyampaikan kritik secara kreatif. Sementara itu, Lomba Esai Nasional menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menawarkan gagasan kritis dan inovatif dalam merespons berbagai persoalan pendidikan, kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Sulawesi Selatan, Firdaus. Dalam sambutannya, Firdaus mengapresiasi konsistensi HIMAPRODI PBSI UNM dalam menyelenggarakan kegiatan yang memberi kontribusi nyata terhadap pendidikan dan pengembangan kesastraan.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga 2026. Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik untuk mengembangkan potensi peserta didik sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan dan kesastraan,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan OPEN dan Pekan Pujangga hingga memasuki penyelenggaraan ke-13 memperlihatkan kuatnya komitmen mahasiswa PBSI FBS UNM dalam membangun ekosistem pendidikan yang produktif.
“Kami bangga atas semangat HIMAPRODI PBSI dalam menjaga keberlangsungan kegiatan ini,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FBS UNM, Syamsu Rizal. Ia menilai HIMAPRODI PBSI sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang konsisten menghadirkan program berskala besar, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi pelajar serta mahasiswa.
“Di Fakultas Bahasa dan Sastra terdapat banyak himpunan mahasiswa. HIMAPRODI PBSI menjadi salah satu kebanggaan karena mampu menyelenggarakan Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga secara konsisten. Kegiatan ini sangat menginspirasi,” ungkapnya.
Syamsu Rizal juga membuka peluang pemberian apresiasi akademik yang lebih konkret kepada para pemenang. Salah satu gagasan yang akan dibahas bersama pimpinan universitas ialah kemungkinan memberikan jalur masuk tanpa tes ke UNM bagi peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik.
“Ke depan, kami akan mendiskusikan kemungkinan pemberian apresiasi berupa jalur bebas tes masuk Universitas Negeri Makassar bagi para pemenang lomba,” katanya.
Wacana tersebut menunjukkan bahwa OPEN dan Pekan Pujangga tidak lagi hanya ditempatkan sebagai agenda kompetisi tahunan. Kegiatan ini berpotensi menjadi jalur pembinaan dan penjaringan calon mahasiswa berprestasi, khususnya mereka yang memiliki kemampuan unggul dalam bidang pendidikan, kebahasaan, kesastraan, dan literasi.
Melalui OPEN dan Pekan Pujangga XIII, HIMAPRODI PBSI DEMA JBSI FBS UNM berupaya menghadirkan ruang kompetisi yang tidak berhenti pada perebutan gelar juara. Kegiatan tersebut diarahkan menjadi arena pembentukan generasi yang berprestasi, berkarakter, kritis, serta memiliki kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
Di tengah derasnya penggunaan teknologi dan kecerdasan artifisial, penguasaan bahasa, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan menjadi semakin penting. Karena itu, OPEN dan Pekan Pujangga XIII membawa pesan bahwa bahasa dan sastra Indonesia harus tetap menjadi identitas, sumber pengetahuan, serta pilar peradaban bangsa. (Den/Ans/Why)


























