MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Dalam penerimaan mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2026,
di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof.Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. membuat terobosan luar biasa dengan membagikan jas almamater kepada maba secara gratis.
Kebijakan Prof. Farida disambut baik dan sumringah para maba. Sejak pagi hari, maba telah berdatangan di pelataran Gedung Menara Pinisi, Senin (3/8/2026) untuk mengikuti upacara penyerahan dan pemakaian jas almamater secara simbolis. Diketahui bersama, jas almamater maba UNM tahun 2025 telah menimbulkan berbagai masalah dan dibeli oleh maba.
Dalam sambutannya, Prof. Farida mengatakan jas almamater bukan sekadar dipakai sebagai jas, melainkan sebuah identitas, simbol, kekuatan, dan bahkan karakter dari siapa yang memakainya.
Ia menegaskan bahawa jas almamater UNM tidak boleh dipakai orang luar, biar banyak uangnya, tidak bisa membeli jas almamater. Jas almamater hanya dapat dipakai oleh orang UNM sebagai identitas.
“Penyerahan dan pembagian jas almamater UNM ini tidak dibeli, tetapi diberikan secara gratis. Dengan semangat baru, UNM berkomitmen memberi perhatian dari berbagai aspek, termasuk pemberian jas almamater UNM bagi maba tahun 2026,” kata Prof. Farida.
Ia lanjut menjelaskan bahwa maba harus menjaga maruah UNM dengan merasuk ke sukma, hati nurani, dan jiwa untuk senantiasa menjaga nama baik dan harkat martabat UNM.
“Dengan memakai jas almamater UNM, kita semua civitas academica dapat berperilaku dan berkarakter serta menghindari perbuatan yang melanggar hukum dan etika moral,” harapnya.
Prof. Farida mengingatkan bahwa dari sekira 56 ribuan pelamar di UNM, hanya 11.029 yang diterima. Karena itu, manfaatkan kesempatan di UNM. Tiga semester harus fokus belajar. Agar tidak drop out (do) dini, IPK minimal 2.00 dan lulus matakuliah 30 SKS. Jika syarat itu tidak terpenuhi, maka akan dikeluarkan secara otomatis dari sistem akademik.
“Setelah bebas dari do dini, silahkan berorganisasi. Bentuklah karakter kepemimpinan untuk peka terhadap persoalan bangsa dan negara. Salurkan aspirasi sesuai dengan koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Pesan terakhir kepada maba, Prof. Farida mendorong agar maba bangga jadi mahasiswa UNM. Bangga memakai jas almamater. Perkuat diri agar tidak mudah terprovokasi. Mari bersatu padu, berkolaborasi. Buka sekat-sekat ego fakultas. Lakukan kegiatan kemahasiswaan bersama, riset bersama, dan pengabdian bersama.
Upacara penyerahan dan pemakaian jas almamater, turut dihadiri para wakil rektor, dekan dan direktur, kepala lembaga, kepala biro, ketua SPI, dan wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni. (Ans/Why).


























