MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Uswatun Hasanah, dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, mengikuti Ujian Promosi Doktor untuk meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu, di Ruang AD Lt.2 FBS Kampus Parangtambung.
Ia mempertahankan disertasi dengan judul: “Ariticial Intelligence Pedagogical Approach in Teaching Academic Writing at Indonesian Islamic Higher Education: A Case Study in South Sulawesi,” di depan tim penguji: Prof. Iskandar, S.Pd., M.Ed., Ph.D. (Ketua), Prof.Dr. Syarifuddin Dollah, M.Pd. (Sekretaris), Prof.Dr. Baso Jabu, M.Hum. (Promotor), Prof. Sultan Baa, S.S., M.Ed., Ph.D. (Kopromotor), Prof.Dr. Abdullah, M.Hum. dan Dr. Fitriyani, S.S., M.Hum. (Penguji Internal), dan Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum. (Penguji Eksternal/Dosen Unkhair Ternate).
Ia memaparkan temuan riset disertasinya, menunjukkan bahwa dosen memandang Artificial Intelligence/AI atau Kecerdasan Buatan sebagai alat bantu yang berguna, mudah diakses, dan relevan untuk mendukung pengajaran menulis akademik (academic writing), tetapi penggunaannya tetap memerlukan kontrol pedagogis, etika akademik, dan validasi manusia.
“Implementasi AI berlangsung melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan fungsi utama sebagai scaffolding dalam kerangka Zone of Proximal Development,” ujarnya.
Menurut Uswatun Hasanah, AI membantu mahasiswa dalam eksplorasi topik, penyusunan ide, pencarian literatur, revisi bahasa, dan pengembangan struktur tulisan. Implementasinya juga menghadirkan tantangan, seperti keterbatasan literasi AI, kesulitan menyusun prompt, ketergantungan pada output AI, ketimpangan akses teknologi, serta risiko lemahnya pemahaman dan integritas akademik.
“Riset ini menyimpulkan bahwa AI dapat mendukung EFL Academic Writing secara bermakna jika diarahkan pada penguatan kemandirian akademik mahasiswa,” pungkasnya. (Ans/Why)


























