MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) bagi perguruan tinggi sesuai Permendiktisaintel No.39 Tahun 2025 merupakan panduan untuk meningkatkan mutu lulusan. Dengan CPL dari setiap program studi (prodi) diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompetitif dan profesional.
Hal itu ditegaskan Wakil Rektor I Bidang Akademiki Universitas Negeri Makassar (WR I UNM), Prof.Dr. Hj. Andi Aslindah, M.Si. dalam sambutannya ketika membuka Kegiatan Workshop Pengembangan Instrumen Pengukuran CPL Program Studi pada Senin (6/4/2926) di Hotel Mercuri Makassar yang dilaksanakan Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNM.
“CPL disusun untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang kompetitif. Karena itu, CPL ukurannya jelas agar lulusan cepat terserap dan bisa bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain,” tegas Prof. Andi Aslindah.
Menurut Guru Besar Administrasi Publik FIS-H UNM, esensi CPL merupakan janji institusi kepada publik. Bagaimana wujud kompetensi lulusan sehingga dapat bekerja dengan baik. Dengan perkataan lain, CPL sebagai wajah keunggulan dari prodi.
Ia menekankan pula garda terdepan dalam perbaikan mutu akademik adalah prodi. Para Koordinator Prodi yang bekerja keras, tanpa henti, menghadirkan mutu akademik.
Selaku WR 1 yang bertanggung jawab di bidang akademik, berbagai program telah dilaksanakan, seperti menata dan memperbaiki dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) semua prodi yang seragam.
“Bagian akademik UNM juga sedang menyiapkan Surat Kompetensi Pendamping Ijazah (SKPI), percepatan studi melalui sistem fast track, dan rekruitmen mahasiswa internasional yang pada tahun 2026 diproyeksikan menerima 50 orang. Semua itu demi peningkatan mutu akademik,” pungkasnya.
Ketua Panitia, Dr. Arnidah, S.Pd., M.Si. melaporkan, peserta workshop sebanyak 127 orang dari unsur pimpinan prodi. Workshop ini sebagai ajang temu kologial untuk memahami CPL sehingga dapat menghasilkan instrumen pengukuran yang sama untuk setiap prodi.
“Setelah peserta menghasilkan instrumen pengukuran, dilakukan uji coba penerapan. Pada pertemuan tanggal 13 April 2026, instrumen direvisi. Hasil akhir, satu aplikasi seragam bagi semua prodi. Kendala dalam setiap visitasi akreditasi prodi, adanya aplikasi yang berbeda. Asesor menghendaki agar CPL sama diberlakukan,” kata Dosen FIP UNM.
Acara pembukaan workshop diikuti Ketua LPMPP UNM, Dr. Ismarli Muis, S.Psi. Psikolog dan beberapa dekan. (Ans/Why)


























