MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Pendanaan Hibah BIMA 2026 (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) adalah instrumen resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mendukung riset dan pengabdian dosen.
Skema pendanaan mencakup Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB), Penelitian Inovasi Seni Nusantara (PISN), Penelitian Dasar/Terapan/Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Pengumuman pendanaan Hibah BIMA 2026, mencatatkan UNM sebagai penerima terbanyak dan berada di urutan puncak, khususnya perguruan tinggi negeri (PTN) Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia.
Berikut urutan PTN LPTK dan jumlah proposal yang didanai:
1. Universitas Negeri Makassar (UNM): lolos 174 proposal.
2. Universitas Negeri Semarang (UNNES): 159 proposal.
3. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI): 131 proposal.
4. Universitas Negeri Padang (UNP): 127 proposal.
5. Universitas Negeri Surabaya (UNESA): 109 proposal.
6. Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA): 94 proposal.
7. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): 92 proposal.
8. Universitas Negeri Gorontalo (UNG): 76 proposal.
9. Universitas Negeri Medan (UNIMED): 72 proposal.
10. Universitas Negeri Jakarta (UNJ): 69 proposal.
Raihan prestasi gemilang dosen UNM dalam kompetisi pendanaan Hibah BIMA 2026, diungkap oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H.,M.Hum. saat memberi sambutan pada kegiatan Penandatanganan Kontrak DPPM Kemdiktisaintek dan Kontrak PNBP Pusat (Kompetetif) tahun Anggaran 2026, Rabu (6/5/2026) di Ruang Teater Lantai 2, Menara Pinisi. Kegiatan ini dihadiri pimpinan dan dosen peneliti/pengabdi.
“Melalui kesempatan ini, saya mengapresiasi dan menyatakan rasa bangga atas dedikasi dan kerja keras para dosen sehingga UNM mampu mencetak prestasi luar biasa di bidang riset dan pengabdian. Saya sangat paham bahwa persaingan Hibah BIMA 2026 sangat ketat. Alhamdulillah, UNM mampu berada di posisi puncak jumlah penerima dana,” ungkap Prof. Farida Pattinggi.
Dalam pengarahannya, Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi Universitas Hasanuddin (UNHAS) menilai bahwa kompetensi keilmuan dosen UNM sangat mumpuni. Sembari menyebut nama Prof. Eko Hadi Sujiono yang sukses sebagai Ketua Peneliti RIKUB Hibah BIMA 2026 yang beranggotakan dosen dari perguruan tinggi lain.
“Mari, saya mengajak semua sivitas akademika UNM agar membagi flayer 10 PTN LPTK di akun media sosialnya, baik facebook, instagram, tiktok, dan lainnya agar tersebar luas. Beri komentar yang baik dan positif atas torehan tersebut,” pungkasnya. (Ans/Why)


























