MAKASSAR, SULAWESI SELATAN, (KabarPROFESIANA.co.id)– Menghadirkan Guru Besar di Bidang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Amran Razak, S.E., M.Sc, sebagai narasumber, dan Andi Baharudin, S.KM., M.Kes, Ketua Perhimpunan Administrator Kesehatan Indonesia (PAKESI) Wilayah Sulawesi Selatan.
Program Studi Administrasi Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menggelar Pelatihan Soft Skill bagi mahasiswa sebagai navigasi karier dan peluang emas lulusan Administrasi Kesehatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Seminar FIKK UNM, Kamis (7/5/2026).
Pelaksana Tugas Dekan FIKK UNM, Prof. Hartati, S.Si., M.Si., Ph.D, dalam sambutannya menyatakan bangga dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Prodi Adminkes. “Alhamdulillah kita bersyukur atas kegiatan ini sebagai kegiatan positif dan produktif sehingga anak-anakku semua para mahasiswa perlu menangkap peluang ini dengan baik sehingga setelah sarjana maka kalian semua bisa cepat terserap dalam dunia kerja,”ucapnya.
“Oleh karena itu, harapan kita semua dengan kegiatan ini, kalian semua memiliki kemampuan membangun jejaring dan kemampuan membangun jejak digital yang positif, sehingga dengan demikian kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan menjadi modal bagi mahasiswa untuk bisa bersaing secara sehat, kompetitif, serta berkolaborasi dengan stakeholder lainnya di masa yang akan datang,”harapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan FIKK UNM yang juga sebagai Dekan terpilih FIKK UNM periode 2026-2030, Dr. Andi Atssam Mappanyukki, S.Or, M.Kes, melaporkan bahwa kegiatan ini digagas oleh seluruh stakeholder SDM potensial dilingkup Prodi Adminkes dengan mengkaji secara rutin dan melibatkan semua unsur yang ada mulai dari pengelolah GPM, Magang, PBL dan unsur lainnya.
“Alhamdulillah terima kasih kepada ibu Plt. Dekan atas supporting yang diberikan secara full kepada kami dalam rangka menghadirkan kegiatan ini dan kita bersyukur pesertanya menembus 150 orang mahasiswa sebagai peserta dan terima kasih pula kami ucapkan kepada kedua narasumber hebat hari ini untuk berbagi ilmu kepada mahasiswa kami, semoga kerjasama ini tetap terjaga ke depan dengan baik,”ucapnya.
Di depan para peserta pelatihan, Prof. Amran Razak mengatakan bahwa mahasiswa Administrasi Kesehatan harus tetap semangat belajar dengan membekali diri dengan skill sebagai navigasi karier Administrasi Kesehatan masa depan dengan menggunakan berbagai strategi, jalur karier, sehingga peluang lulusan memiliki daya saing.
“Saya perlu tegaskan bahwa bidang administrasi kesehatan semakin penting karena sistem kesehatan makin kompleks sehingga kebutuhan tenaga manajerial meningkat, oleh karena itu digitalisasi dan mutu layanan kesehatan menjadi fokus utama kita semua,”bebernya.
Guru Besar Unhas menambahkan bahwa kompetensi inti lulusan administrasi kesehatan harus memiliki kemampuan manajemen pelayanan kesehatan demi mutu dan keselamatan pasien.
Lulusan juga juga harus mampu mengaplikasikan ilmu di bidang kesehatan dan menguasai konsep teoritis secara mendalam, mengambil keputusan berbasis data, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan sendiri dan tim.
“Saya mau sampaikan bahwa cabang karier utama kalian semua jelas bajwa peluang kerja lulusan administrasi kesehatan meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah dan sektor publik, swasta dan industri kesehatan, akademik dan penelitian, entrepreneur dan digital health, staf administrasi, rekam medis, supervisor, kepala unit, manajer, direktur rumah sakit, dan banyak lagi lainnya jadi harus tetap semangat,”tegasnya.
Sementara narasumber lainnya, Andi Baharudin, S.KM., M.Kes, yang sebagai Ketua Perhimpunan Administrator Kesehatan Indonesia (PAKESI) Wilayah Sulawesi Selatan, mengemukakan bahwa Peran Strategis Tenaga Administrator Kesehatan dalam Menunjang Pelayanan Kesehatan sangat jelas.
“Tentu saja peran strategis administrator kesehatan itu jelas dan memiliki peran penting dalam mendukung manajemen pelayanan kesehatan, meningkatkan mutu layanan, membantu transformasi sistem kesehatan, dan mengelola program kesehatan secara efektif dan efisien,”pungkasnya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa kompetensi utama meliputi manajemen kesehatan, Analisis kebijakan, Kepemimpinan, Komunikasi, dan pengelolaan pelayanan kesehatan.
“Oleh sebab itu, administrator kesehatan sangat penting dalam transformasi pelayanan kesehatan modern dan penguatan tenaga administrasi kesehatan menjadi kunci peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat,”jelasnya. (Why/Ans)


























